Puan Maharani Datang, Vaksinasi Di Surabaya Ditunda, Warga Kecewa

Vaksinasi Covid-19 di Stadion Tambaksari Surabaya tertunda karena kedatangan Puan Maharani. Warga yang sudah lama mengantre pun kecewa.

 Kunjungan Ketua DPR RI, Puan Maharani (kedua dari kiri), menyebabkan kegiatan vaksinasi di Surabaya tertunda. (detik.com)

SOLOPOS.COM - Kunjungan Ketua DPR RI, Puan Maharani (kedua dari kiri), menyebabkan kegiatan vaksinasi di Surabaya tertunda. (detik.com)

Solopos.com, SURABAYA — Warga Surabaya dibuat kecewa dengan penundaan vaksinasi Covid-19 di Stadion Tambaksari, Surabaya,Kamis (8/7/2021). Mereka yang sudah antre sejak pagi dipaksa menunggu lebih lama untuk disuntik vaksin gara-gara kegiatan dihentikan sementara.

Penyebabnya adalah kedatangan Ketua DPR RR, Puan Maharani, ke Kota Pahlawan tersebut.

Seperti dilansir detik.com, vaksinasi itu terhenti mulai pukul 09.30 WIB dan baru akan dibuka kembali pukul 14.00 WIB sampai pukul 17.00 WIB. Para peserta pun kecewa karena sudah menunggu sejak pagi.

Di depan stadion ada banner Puan Maharani yang bertuliskan “Pakai Masker Cegah COVID-19-Mbak Puan Maharani” dan “Ayo Vaksinasi Lindungi Diri dan Keluarga Anda-Mbak Puan Maharani”. Petugas kepolisian dan Dishub juga mengumumkan bahwa vaksinasi Covid-19 akan dibuka kembali pukul 14.00 WIB, karena di dalam masih penuh.

Baca Juga: Mobilitas Warga Masih Tinggi, Pemkot Malang Perketat Lagi PPKM Darurat Kota

Pada pukul 09.45 WIB Puan tiba di Stadion Tambaksari. Ia didampingi Gubernur Jatim, Khofifah Indar Parawansa; Wali Kota Surabaya, Eri Cahyadi; Ketua DPC PDIP Surabaya, Adi Sutarwijono. SelainĀ  itu ada pula Wakil Ketua DPD PDIP Jatim, Whisnu Sakti Buana.

Kerumunan Jadi Alasan

Salah seorang peserta vaksinasi Covid-19 dari Bulak Banteng Sekolahan, Fuad Amsyari, 27, kecewa. Terlebih, vaksinasi dihentikan sementara seiring datangnya Puan Maharani dan pejabat lainnya.

“Kecewa lah, ke sini sudah antre dari jam 08.00, tapi pas mau masuk tiba-tiba ditutup karena ada kunjungan. Tapi petugas bilangnya ada kerumunan, kemarin juga sama kayak gini,” ungkap Fuad.

Baca Juga: Waduh, Gegara Beda Mazhab, Suami-Istri di Madiun Bercerai

Ia mengatakan tidak semua peserta vaksinasi bisa gampang izin atau tidak bekerja. “Kenapa pelayanan seperti itu, padahal kita kan ikuti prosedur pemerintah, kenapa disuruh nunggu. Apa lagi hanya karena ada kunjungan dari DPR RI. Kecewa kan kita izin kerja, kan ada potongan dari perusahaan. Kita nunggu aja di sini,” jelasnya.

Peserta vaksinasi Covid-19 lainnya, Nadia, 22, juga mengaku kecewa. Sebab peserta diminta menunggu lebih lama hanya karena ada kunjungan pejabat.

“Ya kecewa lah, sudah nunggu lama tiba-tiba dihentikan sementara karena ada pejabat. Gitu tadi bilangnya kerumunan, yang salah lagi peserta dikira menimbulkan kerumunan. Kalau gini kan di luar juga malah menimbulkan kerumunan,” pungkasnya.


Berita Terkait

Berita Terkini

Sopir Ugal-ugalan, Bus Sugeng Rahayu Tabrak Bus Mira dan Motor di Ngawi

Bus Sugeng Rahayu terlibat kecelakaan di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur (Jatim) karena tabrakan dengan Bus Mira dan sepeda motor.

Keren! Toko Roti di Surabaya Ini Sediakan Dalgona Candy ala Squid Game

Toko roti di Surabaya, Jawa Timur (Jatim), Satria Roti, membuat dalgona candy yang mirip dengan yang ada di serial drakor Squid Game.

Situs Watu Kucur di Jombang, Dulu Punden yang Dikeramatkan Warga

Situs Watu Kucur di Desa Dukuhdimoro, Kecamatan Mojoagung, Kabupaten Jombang, terletak di lahan perkebunan tebu yang dianggap keramat oleh warga setempat.

Alhamdulillah, Kereta Isolasi Covid-19 PT Inka Kosong 2 Pekan Terakhir

Kereta isolasi pasien Covid-19 atau emergency medical train (EMT) di kawasan PT Industri Kereta Api (Inka) kosong sejak dua pekan terakhir.

Pemkot Madiun Beli Lagi 4.880 Laptop, Siap-siap Dibagikan Akhir Tahun

Pemerintah Kota Madiun kembali membeli 4.880 laptop bagi pelajar SD dan SMP dan akan dibagikan akhir tahun ini.

Duar! Bondet Dalam Tas Meledak, Empat Anak di Pasuruan Terluka

Empat anak di Pasuruan menemukan tas berisi bondet atau bom ikan hingga akhirnya meledak dan melukai keempat anak tersebut.

Tersentuh Tengkulak, Harga Tembakau di Madiun Anjlok

Harga tembakau rajang di Kabupaten Madiun anjlok mencapai Rp16.000 per kilogram pada musim tanam tahun ini karena dibeli tengkulak.

Istimewa, Kerajinan Kulit Warga Madiun Ini Tembus Jepang Hingga Kanada

Seorang warga Madiun berhasil membuat kerajinan kulit handmade yang mampu menembus pasar luar negeri.

Kece Abis, Jip Mini Buatan Santri Jember Ini Bikin Kesengsem

Santri daria dua Ponpes di Jember berkolaborasi membuat mobil jip mini yang bisa dikemudikan.

Bukan Makhluk Halus, Polisi Tetapkan Ayah Tiri Madiun sebagai Tersangka

Polres Madiun menahan ayah tiri dari anak perempuan berusia 14 tahun di Madiun yang disebut-sebut pihak keluarga dihamili makhluk halus hingga melahirkan.

Atlet PON XX Papua Asal Madiun Kecewa, Janji Pemkot Madiun Tak Ditepati

Satu atlet Kontingen Jatim di PON XX Papua, Susi Dewi Wulandari, mengaku kecewa pada Pemkot Madiun karena tidak menepati janji.

Sopir Ngantuk, Mobil Tabrak Median Jalan di Ponorogo Hingga Terbalik

Sopir mobil mengantuk hingga menabrak median jalan di Jalan Sultan Agung, Ponorogo, pada Kamis (14/10/2021) pukul 23.30 WIB.

Yang Mau ke Banyuwangi, KA Mutiara Timur Jalan Lagi... Catat Jadwalnya

PT KAI kembali mengoperasikan KA Mutiara Timur rute Ketapang-Yogyakarta untuk mendukung geliat pariwisata di Banyuwangi.

Bawa Pulang 110 Emas, Jawa Timur Peringkat 3 PON XX Papua

Kontingen Jatim mendapatkan juara tiga dalam klasemen akhir perolehan medali di Pekan Olahraga Nasional (PON) XX 2021 Papua dengan perolehan 110 medali emas.

Karam Sejak 1936, Bangkai Kapal Van Der Wijck Akhirnya Ditemukan

Tim Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jawa Timur (Jatim) akhirnya menemukan bangkai kapal Van der Wijck yang tenggelam di perairan Lamongan.

Pemkot Madiun Gelar Vaksinasi Covid-19 di Pasar Besar, Syaratnya WNI

Pemkot Madiun menyiapkan 500 dosis vaksin Covid-19 menyasar pedagang dan pengunjung Pasar Besar Madiun, Jumat (15/10/2021).