PTM Terbatas di 824 SD dan SMP di Klaten Bakal Disidak secara Rutin

Sri Mulyani mengatakan sidak dilakukan oleh lima tim yang menyebar ke berbagai sekolah terutama yang menyelenggarakan PTM terbatas.

 Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengecek pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMPN 6 Klaten, Selasa (28/9/2021). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Bupati Klaten, Sri Mulyani, mengecek pelaksanaan pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas di SMPN 6 Klaten, Selasa (28/9/2021). (Solopos.com/Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN–Inspeksi mendadak (Sidak) ke sekolah yang menggelar pembelajaran tatap muka (PTM) terbatas bakal digelar secara rutin. Hal itu dilakukan untuk mencegah munculnya klaster Covid-19 di sekolah.

Bupati Klaten, Sri Mulyani, menjelaskan sidak dilakukan oleh lima tim yang menyebar ke berbagai sekolah terutama yang menyelenggarakan PTM terbatas, Selasa (28/9/2021). Hingga kini di Klaten tak ditemukan klaster Covid-19 dari penyelenggaraan PTM.

“Kami melakukan sidak hari ini karena di Jawa Tengah itu klaster PTM mendominasi. Sehingga saya dan Dinas Pendidikan serta jajaran melakukan sidak ini untuk melihat secara langsung bagaimana pelaksanaan PTM di Klaten,” kata Mulyani saat ditemui wartawan di sela Sidak di SMPN 6 Klaten, Selasa (28/9/2021).

Baca Juga: Dukung Swasembada Daging, Kesehatan Reproduksi Sapi Boyolali Dipantau

Mulyani mengatakan dari Sidak yang dia gelar di dua sekolah yakni SDN 3 Klaten dan SMPN 6 Klaten, penyelenggaraan PTM sudah sesuai protokol kesehatan. Dia berharap protokol yang sudah dijalankan selama ini bisa konsisten diterapkan.

“Saat masuk sudah ada pengecekan suhu, mencuci tangan menggunakan sabun termasuk pembatasan anak-anak yang masuk 50 persen [dari kapasitas],” jelas Mulyani.

Terkait vaksinasi kepada kelompok pelajar usia 12 tahun hingga 17 tahun, Mulyani mengatakan hingga kini masih terus dikebut. Vaksinasi kepada kelompok pelajar dilakukan melalui Kodim dan Polres Klaten.

Baca Juga: RAPBD Kabupaten Boyolali 2022 Rp2,27 Triliun

 

56 Persen

Secara umum, Mulyani mengatakan pencapaian vaksinasi di Klaten saat ini sekitar 56 persen dengan jumlah warga yang sudah menerima vaksinasi sekitar 560.000 orang. Klaten berada pada urutan kelima pencapaian terbanyak vaksinasi di Jawa Tengah.

“Harapan saya dengan Pak Kapolres dan Pak Dandim pada 1 Oktober capaian vaksinasi di Klaten mencapai 70 persen,” kata Mulyani.

Kepala SMPN 6 Klaten, Eguh Setyo Surono, mengatakan PTM sudah bergulir sejak dua pekan lalu. Pembatasan yang diterapkan yakni siswa yang mengikuti PTM hanya 50 persen dari total jumlah siswa per kelas.

Baca Juga: Kucing, Hewan Paling Banyak Divaksin Rabies di Wonogiri

Jumlah total siswa di SMPN 6 Klaten ada 795 orang. “Sistem siswa masuk kami buat sif pergantian berdasarkan hari bukan pagi dan siang. Untuk vaksinasi sebagian siswa sudah menerima vaksinasi. Sebagian lagi akan mengikuti vaksinasi besok [Rabu (29/9/2021)],” kata Eguh.

Kepala Dinas Pendidikan Klaten, Wardani Sugiyanto, mengatakan ada 115 SMP serta 709 SD yang menggelar PTM terbatas. Hingga kini, pengawasan terus dilakukan Dinas Pendidikan untuk memastikan protokol kesehatan ketat diterapkan oleh masing-masing sekolah.


Berita Terkait

Berita Terkini

Kenapa Solo Tidak Jadi Daerah Istimewa Seperti Yogyakarta?

Kenapa Solo Tidak Jadi Daerah Istimewa Seperti Yogyakarta? Begini jawaban dan penjelasan dari sejarawan dari UGM.

Partai Gerindra Jateng Deklarasikan Prabowo Capres 2024

Acara deklarasi dipimpin Ketua DPD Partai Gerindra Jateng, Abdul Wahid, diikuti para pengurus DPC Partai Gerindra se Jateng.

Pengusaha Warung Apung Rawa Jombor Klaten Usul Dapat Ruang 1,5 Hektare

Usulan itu disampaikan setelah mereka mendapatkan sinyal jika warung apung dan pemancingan masih bisa beraktivitas di badan waduk waktu penataan dan revitalisasi Rawa Jombor yang mulai bergulir.

Dari Ponpes Al Qohar Klaten, Tas Kanvas Melalang Buana hingga Eropa

Khusnul mulai serius menjadikan hobi menjahitnya menjadi ladang usaha membikin tas pada 2011 lalu sembari membantu mengelola ponpes.

Bu Bupati, Car Free Day Sukoharjo Kapan Dibuka?

Penyelenggaraan CFD masih menunggu rekomendasi atau izin dari Ketua Satgas Covid-19 Sukoharjo atau Bupati Sukoharjo, Etik Suryani.

Vaksinasi Pelajar Usia di Atas 12 Tahun di Solo Selesai

Pemkot Solo belum mendapatkan petunjuk soal vaksinasi untuk pelajar di bawah usia 12 tahun.

Kadisdik Solo: Pulang Sekolah Siswa Harus Langsung Pulang

Kepala Disdik Solo Etty Retnowati mengatakan temuan siswa yang terpapar Covid-19 tak selamanya bernilai negatif.

Jumlah Ponpes di Klaten Terus Meningkat, Kini Mencapai 100-an

Pengembangan sistem pendidikan di ponpes membuat banyak warga memilih memondokkan anak mereka.

Selvi Ananda Saat Ditanya Soal Penata Busana Pribadi: Emang Saya Artis?

Selvi mengatakan selama ini menata sendiri semua kebutuhan busananya, dan ia menyiapkannya sehari sebelum acara.

2 Wanita Solo Ngaku Tertipu Lelang Arisan Online Ratusan Juta Rupiah

Stelah mengikuti lelang arisan online tersebut selama 10 bulan, mereka tidak menerima uang hasil lelang arisan seperti yang sudah dijanjikan.

Lega, Hasil Tracing Belasan Murid dan Guru SMPN 4 Solo Negatif Covid-19

Disinggung kebijakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yang akan diambil usai hasil tracing tersebut, pihak SMPN 4 Solo masih menanti arahan Disdik.

Khawatir Klaster Baru, Bupati Cabut Izin Acara Konferwil IPPAT Jateng

Pemkab Sukoharjo mencabut izin penyelenggaraan Konferwil IPPAT Jateng karena dinilai melanggar aturan terkait jumlah peserta acara dan khawatir menimbulkan klaster baru Covid-19.

Lacak Kontak Erat, Guru dan Murid SMPN 8 dan SMPN 4 Solo Di-Swab PCR

Pada Jumat (22/10/2021), sekitar 310 siswa plus guru di SMPN 8 Solo menjalani tes swab PCR sebagai tindak lanjut munculnya 11 kasus positif dalam tes acak di sekolah tersebut,

Baru 2 Hari Polres Karanganyar Gelar Doa Bersama, Ada Kecelakaan Lagi

Satlantas Polres Karaganyar pada Rabu (22/10/2021) menggelar doa bersama memohon agar tidak ada lagi kecelakaan. Hanya dua hari berselang, terjadi lagi kecelakaan.

Boyolali Kirim 5 Atlet ke Peparnas Papua XVI

 Para atlet dari Boyolali ini akan bertanding untuk cabang olahraga tenis meja, bulu tangkis, menembak, dan atletik.