Tutup Iklan
Penyerang Persis Solo Ugiek Sugiarto (dua dari kanan) merayakan golnya ke gawang Persik Kediri pada laga uji coba yang digelar di Stadion Brawijaya, Kediri, Sabtu (27/4/2019). (Istimewa)

Solopos.com, SOLO - Permasalahan peralihan manajemen ke pengelola selanjutnya dari klub https://bola.solopos.com/read/20190908/499/1017288/begini-evaluasi-pelatih-persis-solo-usai-dibekuk-persik-kediri">Persis Solo mulai menemui titik terang. PT. Syahdana Property Nusantara (SPN) disebut sepakat melepas 70 persen dari total 90 persen sahamnya di PT. Persis Solo Saestu (PSS).

PT PSS yang didirikan pada 2016 lalu merupakan perusahaan legal yang selama ini mengelola klub Persis Solo. Sementara, PT SPN merupakan pemegang saham terbanyak di PT PSS. Bos PT SPN, Sigid Haryo Wibisono (SHW) sendiri telah bertemu Wali Kota Solo, F.X. Hadi Rudyatmo, di rumah dinas wali kota Loji Gandrung, Selasa (20/8/2019) lalu.

Pertemuan itu digadang-gadang bakal menjadi babak akhir drama pengelolaan https://bola.solopos.com/read/20190906/499/1017043/absennya-5-pilar-jadi-biang-kekalahan-persis-solo">Persis sebelum SHW melepaskan 90 persen saham yang ia miliki di PT PSS. Namun, sejak itu perkembangan pembicaraan dua pihak sama sekali tak tercium.

Beberapa waktu terakhir, sempat beredar kabar, investor yang bakal mengelola Persis adalah Effendi Syahputra. Effendi dikenal sebagai mantan pemilik klub Liga 2 Bogor FC. Info tersebut memang berkembang pesat khususnya di kalangan suporter akar rumput Persis.

Namun, Perwakilan Wali Kota Solo yang ditunjuk untuk mengurus negosiasi dengan PT SPN, Her Suprabu, saat diminta konfirmasi Solopos.com, Minggu (8/9/2019), buru-buru membantah. “Belum Mas. Banyak yang merapat. Effendi [hanya] salah satunya,” tulisnya dalam pesan Whatsapp.

Ia mengatakan banyak orang tertarik untuk mengelola Persis. Namun, hanya tiga di antaranya yang menurutnya serius dengan niat tersebut. “Yang serius buat surat [penawaran jadi investor] ada tiga. Mudah-mudahan segera [deal],” lanjutnya.

Sementara itu, Presiden Direktur PT PSS, Eddy Junaidi, mengatakan Effendi dipastikan bukan investor baru Persis yang baru. Ia mengatakan ada pihak lain yang lebih dulu menjalin kesepakatan pengambilalihan saham milik PT SPN. “Sudah ada yang duluan [deal]. Pekan depan diumumkan [investor baru],” kata dia kepada Solopos.com, Minggu.

Lebih lanjut, Eddy menjelaskan PT SPN telah melepaskan 70 persen saham di PT PSS. Sementara 10 persen saham dari investor lokal termasuk klub internal Persis tidak berubah sama sekali. Hanya saja, Eddy belum menjelaskan nominal peralihan saham tersebut. “PT SPN masih memiliki 20 persen saham di PT PSS,” tutupnya. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten