Warga Dusun Ngrapah, Desa Gupit, Nguter, Sukoharjo, mengungsi ke rumdin Bupati Sukoharjo, Jumat (25/10/2019) malam. Mereka tak kuat menghirup bau busuk limbah udara dari PT RUM. (Solopos - Bony Eko Wicaksono)

Solopos.com, SUKOHARJO -- Sekretaris PT Rayon Utama Makmur (RUM) Sukoharjo, Bintoro Dibyoseputro, mengatakan secara teknis kegiatan produksi pabrik serat rayon itu sudah pada level aman.

Bintoro mengatakan bau limbah udara yang kembali muncul diperkirakan lantaran ada emisi H2S yang tak terurai dan ikut terbawa angin saat musim kemarau.

Kendati mengklaim aman, Bintoro mengatakan siap melaksanakan instruksi Pemkab Sukoharjo untuk mengurangi jumlah produksi selama sepekan. Selama ini, manajemen PT RUM selalu berkoordinasi dengan pemerintah.

Ragu Nyeberang, Warga Selogiri Wonogiri Meninggal Tertabrak Bus

Selanjutnya, Bintoro mengatakan manajemen PT RUM bakal berupaya keras melakukan pembenahan pengelolaan limbah udara agar tak lagi mengganggu masyarakat.

"Kami pasti menaati instruksi pemerintah sesuai surat resmi yang dilayangkan kepada manajemen PT RUM. Secara teknis, kegiatan produksi sudah pada level aman," kata dia kepada Solopos.com, Minggu (27/10/2019).

Terminal Tirtonadi Solo Bakal Dilengkapi Mal dan Hotel 5 Lantai

Sebagaimana diinformasikan, warga Nguter kembali mengeluhkan bau busuk yang diduga dari limbah pabrik PT RUM yang berlokasi tak jauh dari permukiman warga. Pada Jumat (25/10/2019) malam, sejumlah warga Nguter sampai mengungsi ke depan rumah dinas Bupati Sukoharjo lantaran sudah tidak kuat menghirup udara berbau busuk.

Pemkab Sukoharjo menindaklanjuti hal itu dengan mengirim surat berisi permintaan agar PT RUM menghentikan produksi selama sepekan dan melakukan upaya untuk mengatasi bau limbah itu.

 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten