PT Inka di Madiun Bakal Bangun Kereta Gantung Pertama di Sumsel

PT Inka (Persero) di Madiun akan mendukung proyek pembangunan kereta gantung atau cable car milik Pemerintah Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

 Wali Kota Pagar Alam Alpian Maskoni (kiri) dan GM Pengembangan PT Inka Cholik M Zamzam (kanan) seusai membahas mengeni pembangunan kereta gantung, Selasa (18/1/2022). (Istimewa/PT Inka Madiun)

SOLOPOS.COM - Wali Kota Pagar Alam Alpian Maskoni (kiri) dan GM Pengembangan PT Inka Cholik M Zamzam (kanan) seusai membahas mengeni pembangunan kereta gantung, Selasa (18/1/2022). (Istimewa/PT Inka Madiun)

Solopos.com, MADIUN — PT Industri Kereta Api (Persero) di Madiun akan mendukung proyek pembangunan kereta gantung atau cable car milik Pemerintah Kota Pagar Alam, Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel).

Rencana, kereta gantung tersebut untuk melengkapi fasilitas di tempat wisata Perkebunan Teh Gunung Dempo Kota Pagar Alam Sumsel.

PromosiMerdeka Belajar Jalan Pemulihan Pendidikan dari Dampak Pandemi Covid-19

Senior Manager Departemen Pengembangan Bisnis PT Inka, Apoleus Karo-Karo, mengatakan Inka telah melakukan kunjungan ke Pemkot Pagar Alam, Sumsel, pada Selasa (18/1/2022). Kunjungan PT Inka Madiun itu untuk mematangkan kerja sama pembangunan kereta gantung di area wisata Perkebunan Teh Gunung Dempo di Pagar Alam.

Baca Juga: 6 Kereta LRT Rusak Akibat Tabrakan Tiba di Inka Madiun untuk Perbaikan

Pihaknya juga melakukan studi kelayakan sistem transportasi dan penyediaan sarana. Dia menuturkan transportasi wisata kereta gantung itu merupakan alat transportasi berbasis kabel. Ruang kabin yang biasa disebut gondola itu diangkut di atas tanah dengan menggunakan satu kabel atau lebih.

Model transportasi ini, kata dia, biasanya diaplikasikan di area pegunungan, pusat tambang, dan kawasan wisata. Kereta gantung ini biasanya untuk menghubungkan antara satu titik objek dengan objek lain.

Baca Juga : Beroperasi Agustus 2022, LRT Jabodebek Melaju Tanpa Masinis

“Untuk jenis kabin biasanya menggunakan gondola berkapasitas 4 sampai 12 penumpang. Kereta gantung nantinya dapat digunakan untuk menikmati pemandangan ke segala arah,” jelas Apoleous dalam keterangan pers, Kamis (20/1/2022).

Sementara itu, Wali Kota Pagar Alam, Alpin Maskoni, mengatakan kehadiran PT Inka ke Pagar Alam tentu akan meningkatkan keyakinan merealisasikan rencana pembangunan kereta gantung. Bahkan, digadang-gadang kereta kabel ini bakal menjadi yang pertama di Sumatera Selatan.

Baca Juga : PT Inka Buat Peti Kemas Canggih Berpendingin, Cocok Angkut Ikan Laut

“Jika pembangunan kereta gantung dapat terealisasi, tentunya akan sejalan dengan visi Kota Pagar Alam yang terus berkomitmen sebagai kota kunjungan wisata terdepan di Sumatera Selatan,” papar Alpian.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Berita Terkini

Bermodus Kemasan Bubuk Kopi, BNNP Jatim Bongkar Peredaran Ganja 16,9 Kg

Badan Narkotika Nasional Provinsi (BNNP) Jawa Timur membongkar peredaran narkoba jenis ganja dengan barang bukti sebanyak 16,9 kilogram.

Korban Meninggal Kecelakaan di Tol Surabaya Bertambah Jadi 15 Orang

Korban meninggal dunia dalam kecelakaan maut di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto bertambah menjadi 15 orang.

Sopir Bus Kecelakaan Maut di Tol Surabaya Ditetapkan Jadi Tersangka

Sopir bus PO Ardiansyah yang mengalami kecelakaan maut di KM 712+400 jalur A Tol Surabaya-Mojokerto ditetapkan sebagai tersangka.

Mantap! Pemkot Madiun Bangun Pondok Lansia, 2023 Sudah Bisa Ditempati

Pemerintah Kota Madiun kini tengah membangun pondok khusus bagi warga lanjut usia.

Jos! Pemkab Ponorogo Raih Opini WTP 10 Kali Berturut-Turut dari BPK

Pemkab Ponorogo berhasil mempertahankan selama sepuluh tahun berturut-turut mendapatkan opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari BPK.

2 Pelaku Pembalakan Liar Hutan di Ponorogo Ditangkap, 3 Pelaku Diburu

Dua dari lima pelaku pembalakan liar hutan lindung di Kabupaten Ponorogo berhasil dibekuk.

Awalnya Flu & Kejang, Puluhan Sapi di Magetan Terkonfirmasi Positif PMK

Puluhan ekor sapi di Kabupaten Magetan terkonfirmasi positif PMK dengan gejala awal flu dan kejang-kejang.

Kreatif! Kakek-Kakek di Madiun Ini Ubah Limbah Kayu Jadi Miniatur Truk

Seorang kakek-kakek di Kabupaten Madiun ini mengubah limbah kayu menjadi kerajinan truk yang bernilai ekonomi.

Sadis, Pemuda Bunuh Teman Kencannya Pakai Pisau di Hotel Kediri

Pemuda asal Jombang membunuh teman kencannya di salah satu hotel di Kediri.

Waduh, 2 Ekor Sapi di Madiun Suspek PMK, Ada Luka di Mulut dan Kaki

Dua ekor sapi di Kabupaten Madiun dinyatakan suspek penyakit mulut dan kaki (PMK).

9 Rumah di Pasuruan Dihantam Truk Bermuatan Pasir, Diduga Rem Blong

Dump truk berpelat nomor M 8148 UG bermuatan pasir batu menabrak sembilan bangunan rumah warga di Kecamatan Pasrepan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur, Rabu (18/5/2022) sekitar pukul 10.00 WIB.

Belum Direlokasi saat Revitalisasi Dimulai, Pedagang Pasar Sleko Ngeluh

Sejumlah pedagang Pasar Sleko, Kota Madiun, mengeluh karena belum direlokasi saat proyek revitalisasi pasar tersebut dimulai.

Rem Blong, Truk Kontainer Tabrak Ruko & Mobil, 1 Orang Meninggal

Truk kontainer menabrak rumah toko dan mobil di kawasan Simpang 3 Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, Jawa Timur, Rabu (18/5/2022). D

Bahasa Walikan Malang Ada Sejak Zaman Belanda, Dulu Dipakai Jadi Sandi

Bahasa Walikan Malang ternyata sudah ada sejak zaman Belanda, dahulu digunakan prajurit sebagai kode atau sandi.

Ratusan Sekolah di Ponorogo Tak Miliki Kepsek, Kenapa Ya?

Ratusan sekolah di Ponorogo tidak memiliki kepala sekolah definitif.