PT Ameya kejar SA 8000

JOGJA: Sebagai upaya memperluas pasar di level internasional, PT Ameya Livingstyle Indonesia, salah satu perusahaan Penanaman Modal Asing (PMA) bidang garmen, di Jogja, terus berupaya mendapat sertifikasi Social Accountability (SA) 8000.

Sertifikasi ini diperlukan sebagai bukti bagi buyer internasional bahwa produk mereka memiliki kualitas terjamin, terkait manajemen perusahaan, proses produksi, serta SDM yang baik.

Direktur Operasional Ameya, Sudjaja Wira, megatakan, pihaknya sedang mempersiapkan persyaratan serta dokumen yang diperlukan, sebelum nantinya mengundang tim auditor dari SGS Indonesia, sebagai mitra dari SA 8000 yang berpusat di Italia.

“Salah satu brand yang sudah menyatakan ketertarikannya adalah Billabong. Tapi kami harus penuhi dulu SA 8000 itu, dan kami sedang persiapkan, dua bulan lagi mungkin sudah beres, karena kami juga akan melakukan correction action plan dulu,” paparnya, kemarin.

Selain mengupayakan sertifikasi SA 8000, Ameya juga tengah merintis berdirinya pusat pelatihan garmen di Bantul. Hal itu dimaksudkan sebagai salah satu sarana mencari tenaga kerja ahli di bidang garmen, sekaligus sebagai tanggung jawab sosialnya kepada masyarakat.

“Sekarang International Garment Training Centre (IGTC) sudah ada di Sentul. Kami berharap di Bantul juga ada, sehingga nanti banyak SDM di bidang garmen di sini,” imbuhnya. Terkait hal itu, Wira mengaku sudah melakukan pembicaraan dengan Bupati Bantul, Idham Samawi, untuk merealisasikannya.

Rencananya pada  16 Juni mendatang, Ameya akan melakukan grand opening pabriknya, sekaligus sebagai tahap awal sertifikasi SA8000 serta, penandatanganan MoU pendirian IGTC, jika memang jadi terealisasi.

Perusahaan dengan nilai investasi mencapai US$3 juta itu, kini memiliki 1.200 karyawan, dan masih memerlukan setidaknya 200 karyawan lagi. Sebagian besar produk garmennya dihasilkan melalui in house production alias swasembada.

Ameya sendiri merupakan perusahaan yang berorientasi pada ekspor, khususnya untuk produk fashion. Selama ini hasil produksinya banyak diekspor ke Eropa terutama Jerman, dan sedang menjajaki pasar Swedia.

Ekspor per bulannya mencapai 110.000 pieces produk, yang terbagi menjadi kemeja, baju dan celana  pendek. Beberapa brand yang sudah menjadi costumer Ameya adalah Tom Taylor, Mustang, Fishbone, dan New Yorker.

Oleh Galih Kurniawan
HARIAN JOGJA

Avatar
Editor:
Budi Cahyono


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom