PSORIASIS: Gangguan Kekebalan Tubuh

Saat kulit bersisik, menebal dan memerah bisa jadi hal itu gejala psoriasis. Jenis penyakit ini memang jarang diketahui karena jumlah pengidapnya sangat kecil yaitu dua persen dari seluruh populasi. Bahkan kerusakan pada kuku sering kali diduga karena akibat jamur. Untuk itu, saat terjadi gejala tersebut, segera diperiksakan ke dokter untuk mendapat kepastian. Psoriasis merupakan penyakit kulit menahun akibat gangguan kekebalan tubuh (autoimun).

“Penyakit ini bersifat kambuhan dan belum bisa disembuhkan, yang dapat dilakukan mengurangi dampaknya,” kata dokter spesialis kulit dan kelamin, Andreas Widiansyah, saat ditemui di klinik kecantikan AA Skin Care di Solo Baru, Sabtu (3/3) siang.

Psoriasis dapat menyerang seluruh permukaan kulit, mulai dari kulit kepala, tangan tubuh hingga kaki. Namun yang paling banyak dijumpai yaitu di lengan, siku, kaki, kulit kepala dan kuku.

Ada banyak jenis psoriasis namun ada dua yang paling banyak ditemui kasusnya, yaitu psoriasis vulgaris dan psoriasis gutata. Psoriasis vulgaris merupakan jenis yang paling banyak ditemui, dengan gejala kulit bersisik, merah dan lebih luas. Sedang psoriasis gutata hanya berupa bintik-bintik kecil di kulit. “Psoriasis vulgaris sekitar 60 persen, gutata 30 persen, sisanya jenis psoriasis lainnya yang jarang ditemui,” kata Andreas.

Ada klasifikasi usia yang paling banyak ditemui, yaitu pada 20-30 tahun, 55-60 tahun dan di bawah 15 tahun. Hingga kini, belum dapat diketahui penyebab psoriasis namun sebagian ahli mengatakan disebabkan genetika (bawaan) dan gaya hidup. “Untuk kelompok 20 tahun dan 55 tahun, belum diketahui penyebabnya. Namun untuk kelompok di bawah 15 tahun banyak kasus karena faktor bawaan. Ada anggota keluarga lainnya yang juga kena.”

Selain menyerang kulit dan organ luar, psoriasis juga dapat menyerang organ dalam yaitu tulang yang disebut artritis prosiasis. Efeknya nyeri pada tulang seperti gejala rematik. Penderita artritis prosiasis tidak selalu disertai psoriasis vulgaris. Demikian juga penderita psoriasis yang sudah ke sekujur tubuh belum tentu mengidap artritis prosiasis. “Bisa kena tulang saja yang kena atau lama-lama timbul di kulit atau di kuku.”

Kambuhnya psoriasis berbeda-beda di setiap individu. Faktornya di antaranya kondisi psikis seperti stres, trauma atau luka saat digaruk, infeksi seperti flu atau batuk maupun obat-obatan seperti penurun tekanan darah tinggi. Menurut Andreas, langkah awal penting yang dilakukan saat diketahui mengidap psoriasis yaitu diketahui penyebab kambuhnya. Dengan demikian dapat segera diantisipasi dengan dibantu obat luar seperti salep dan obat oral.

“Orang yang stresnya tinggi, dikurangi stresnya agar lebih reda. Demikian juga kondisi tubuh dijaga agar tidak infeksi seperti flu,” terang dia.

Psoriasis yang dialami sejak kecil diduga membawa gen tersebut dan dapat diwariskan ke keturunannya. Namun, hal itu belum dapat dipastikan, tergantung pada faktor penyebab kambuh dan pola asuh anak. Andreas menyarankan agar pola asuh anak diperhatikan dengan baik. Jika ada infeksi atau luka harus segera diobati. Di samping itu juga dijaga kebersihan lingkungan dan gaya hidup sehat seperti tidak merokok dan mengonsumsi minuman beralkohol.

 



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom