Tutup Iklan
Para pemain dan manajemen PSM Madiun berfoto bersama seusai launching klub tersebut di Stadion Wilis Madiun, Minggu (21/7/2019) malam. (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Solopos.com, MADIUN -- Tim sepak bola http://madiun.solopos.com/read/20190701/516/1002386/siswandi-melatih-psm-madiun-untuk-liga-3-musim-ini" title="Siswandi Melatih PSM Madiun untuk Liga 3 Musim Ini">PSM Madiun telah merampungkan laga perdana melawan Persibo Bojonegoro dalam Liga 3 Indonesia wilayah Jawa Timur, Jumat (26/7/2019), di Stadion Wilis Madiun. Dalam pertandingan itu, PSM Madiun mengimbangi Persibo Bojonegoro dengan skor draw 2-2.

Tentu ini bukan langkah yang buruk bagi Laskar Wilis, sebutan PSM, setelah klub kebanggaan masyarakat Madiun vakum dari seluruh kompetisi selama 12 tahun. Sedangkan lawannya, Persibo merupakan salah satu tim kuat di Liga 3 wilayah Jatim.

Bagaimana perjalanan PSM Madiun setelah vakum lebih dari satu dekade kemudian muncul dengan wajah baru mereka. Salah satu penyemangat hidupnya http://madiun.solopos.com/read/20190722/516/1007213/modal-rp200-juta-untuk-psm-madiun-bertanding-di-liga-3" title="Modal Rp200 Juta untuk PSM Madiun Bertanding di Liga 3">PSM Madiun yakni dukungan suporter.

Masyarakat Madiun resah bertahun-tahun karena klub sepak bola kesayangan mereka tidak merumput. Stadion Wilis yang menjadi markas PSM rindu akan teriakan penyemangat dari ribuan suporter.

Kerinduan itu berpuncak pada saat kongres pemilihan ketua Asosiasi Kota (Askot) PSSI Kota Madiun Desember 2018. Kala itu, seratusan suporter PSM Madiun mendatangi arena kongres dan menekan Askot untuk membangkitkan kembali PSM.

"Saat kongres itu yang terpilih sebagai Askot PSSI Kota Madiun Pak Nono [Nono Djati Kusumo]," kata Media Officer PSM Madiun, Johny Hutabarat, saat berbincang dengan Madiunpos.com, Jumat.

Johny melanjutkan sejak ada tekanan tersebut, Askot kemudian memberikan secercah harapan untuk membuka wacana menghidupkan kembali PSM Madiun. Wacana itu diterima dengan baik oleh para suporter dan dilanjutkan dengan pertemuan intensif antara suporter dan ketua Askot.

"Setelah dilakukan perbincangan-perbincangan. Hingga akhirnya diputuskan PSM akan dihidupkan kembali setelah belasan tahun vakum. Ini merupakan bentuk nyata dari loyalitas suporter. Mereka rindu PSM bertanding," jelas dia.

Hingga akhirnya, klub yang merupakan salah satu pendiri PSSI itu diputuskan untuk dihidupkan kembali dari tidur nyenyaknya, tepatnya 22 Maret 2019. Ketua Askot, Nono Djati Kusumo, secara cepat menata manajemen dan secara maraton mencari pemain yang akan memperkuat tim.

Ada seratusan calon pemain yang mendaftar untuk bergabung dan memperkuat PSM Madiun. Kebijakan manajemen, sebagian besar para pemain harus dari lokal wilayah Madiun. Hingga akhirnya 29 nama pemain pun telah terpilih dan enam di antaranya pemain dari luar daerah.

"Saat rekrutmen pemain dibuka, itu yang mendaftar banyak banget. Sebagian pemain Madiun. Hampir semua pemain PSM Madiun pada musim ini wajah baru semua. Hanya ada tiga pemain senior," ujarnya.

Pekerjaan rumah yang dihadapi manajemen yakni mencari sumber pendanaan dari sponsor. Hal ini karena klub tidak mungkin mengandalkan pendanaan dari APBD saja. Kebutuhan operasional dan gaji para pemain cukup besar, sehingga mau tidak mau harus mencari sponsor.

Target yang diharapkan yakni https://bola.solopos.com/read/20190628/499/1001808/psisra-sragen-jajal-psm-madiun-di-laga-uji-coba" title="PSISra Sragen Jajal PSM Madiun di Laga Uji Coba">PSM Madiun bisa lolos dari Liga 3 Indonesia wilayah Jatim ke Liga 3 Indonesia zona pulau Jawa hingga bisa naik kasta ke Liga 2 Indonesia. Para pemain pun terus menerus diberi motivasi dan semangat untuk tetap menjaga asa itu.

Pemain PSM Madiun, Ronaldo Rijal Dharma, mengatakan para pemain akan maksimal menjaga asa dari para suporter. Para pemain juga akan bermain secara maksimal supaya para suporter tidak kecewa.

"Kami akan memberikan permain terbaik kepada PSM Madiun," kata dia. 

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten