Tutup Iklan

PSISra Sragen Vs Persebi Boyolali: Hidup Mati Laskar Sukowati

 Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

SOLOPOS.COM - Solopos Digital Media - Panduan Informasi dan Inspirasi

Solopos.com, SRAGEN — Duel hidup mati bakal dilakoni PSISra Sragen saat melawan Persebi Boyolali dalam lanjutan Liga 3 Indonesia. Seri apalagi kalah, harapan Adib Lazwar dkk. untuk lolos dari fase grup dipastikan tertutup.

“Saya minta pemain tampil habis-habisan, jaga nama baik Kabupaten Sragen.” Wejangan itu disampaikan Pelatih PSISra Sragen, Mulyadi, menjelang laga timnya melawan Persebi Boyolali di Stadion Taruna, Sragen, Rabu (21/8/2019).

PSISra memang dalam kondisi tidak menguntungkan setelah ditahan imbang 0-0 oleh tim papan bawah Persegal Kota Tegal, di laga terakhir mereka 10 Agustus 2019 lalu. Hasil itu membuat Laskar Sukowati tertahan di peringkat keempat klasemen dengan enam poin dari enam pertandingan.

Dengan sisa dua laga, mereka berjarak empat poin dari Persebi di peringkat dua atau posisi terakhir yang terkualifikasi ke babak selanjutnya. Artinya, PSISra bakal otomatis tersingkir apabila gagal membekuk Persebi. “Bisa dibilang ini partai hidup mati kami. Meski demikian, saya tetap meminta pemain tampil sportif untuk mengejar kemenangan,” ujar Mulyadi saat dihubungi Solopos.com, Selasa (20/8/2019).

Misi PSISra memelihara peluang lolos ke babak selanjutnya dipastikan tak mudah lantaran Persebi juga memburu poin penuh untuk mengamankan peluang mereka sendiri. Laskar Pandan Arang bakal menyegel jatah ke fase selanjutnya apabila mampu membekuk PSISra, sedangkan di partai lain Persitema Temanggung gagal mengatasi Persegal Tegal.

Persebi punya catatan bagus melawan PSISra setelah menang dengan skor 1-0 di pertemuan perdana musim ini. Riky Junian dkk. bahkan bisa unggul dengan selisih lebih dari satu gol andai lebih tenang dalam penyelesaian akhir.

Di pertemuan kedua, upaya Laskar Sukowati bakal kian berat menyusul absennya jenderal lapangan tengah, Ahmad Wilarso. Gelandang pelapis seperti Achbar dan Ridwan bisa dibilang belum memiliki mobilitas sebaik Ahmad. Mulyadi juga memiliki pekerjaan rumah lain yakni memperbaiki finishing. Sejauh ini PSISra menjadi tim paling tumpul di fase grup dengan hanya mencetak dua gol dari dua pertandingan.

Sementara itu, Persebi bertekad bangkit setelah dihantam PSIP Pemalang dengan skor 0-1 di laga terakhir. Pelatih Persebi, Ahmad Sukisno, menegaskan kemenangan menjadi harga mati untuk menjaga peluang lolos dari fase grup. Sukisno kini masih menunggu pemain pilar seperti Bayu Andra, Gatot Wahyudi dan Adha Nurrokhim yang kondisinya meragukan setelah melawan PSIP.

“Kalau sampai besok [Rabu] belum fit, saya akan menyiapkan pemain lain. Yang terpenting saat ini menjaga motivasi untuk memenangi pertandingan. Apalagi PSISra tak terkalahkan di dua laga tandang terakhirnya,” ujar Sukisno. 

Berita Terkait

Berita Terkini

Polisi Selidiki Peran Komunitas LGBT dalam Prostitusi Gay di Solo

Aparat Polda Jateng mendalami peran komunitas homoseksual atau LGBT dalam keberadaan praktik prostitusi gay di Kota Solo yang baru saja dibongkar.

Yahya Waloni: Saya Minta Maaf Saudaraku Umat Nasrani

Yahya Waloni berjanji ke depan akan berdakwah tanpa harus menyakiti umat lain.

Pengamat UGM Soal Peluang Ganjar-Airlangga Duet Pilpres 2024

Pengamat Politik UGM, Wawan Mas'udi menyebut Ganjar populer sedangkan Airlangga memiliki modal kuat secara politik.

Waspada! Akun Bodong Mengatasnamakan IndiHome Gentayangan

IndiHome memberi peringatan akan potensi penipuan yang dilakukan oleh oknum dengan akun palsu di twitter.

PTM di Wonogiri Tunggu Vaksinasi Siswa dan Guru Rampung

Wonogiri akan menggelar PTM jika seluruh murid dan guru selesai divaksinasi dan fasilitas pendukung memenuhi syarat.

Jumlah Petani Muda Makin Banyak

Gerakan menarik kaum muda di Kabupaten Klaten agar mau berkecimpung di dunia pertanian makin masif, salah satunya dilakukan Komunitas Petani Muda Klaten.

BEM SI Tuntut Jokowi Tanggung Jawab Soal Pelemahan KPK

Aliansi BEM Seluruh Indonesia (SI), yang berdemo di dekat gedung KPK, menyampaikan lima tuntutan terkait KPK.

Prostitusi Gay Berkedok Pijat Plus di Solo Digerebek, Segini Tarifnya

Polda Jateng menggerebek tempat praktik prostitusi sesama jenis atau gay di Kota Solo yang membanderol tarif mulai dari Rp250.000.

Jejak Limbah Ciu Hilang Tersapu Hujan, Kali Samin Sukoharjo Bersih Lagi

Air Kali Samin yang sempat berubah hitam karena tercemar limbah ciu dari sentra industi ciu Mojolaban dan Polokarto, Sukoharjo, kembali bersih.

Rp4 M Insentif Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Karanganyar Belum Dibayar

Anggaran insentif pemulasaraan jenazah Covid-19 ini akan ditagihkan melalui Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Kabupaten Karanganyar.

Harga Cabai dan Bawang Putih di Wonogiri Naik Tipis

Cabai merah besar, cabai keriting, rawit hijau, dan hijau besar di Wonogiri naik harga selama beberapa pekan terakhir.

Pernikahan Unik Anak Teknik, Pasangan Pengantin Jadi Mandor

Mempelai pria yang merupakan alumnus Fakultas Teknik itu dikagetkan dengan kedatangan teman-teman seangkatan yang mengenakan seragam proyek.

Bakso Tumpeng Merapi ala Klaten, Bagaimana Komposisinya?

Bakso Tumpeng Merapi terinsiprasi dari Gunung Merapi diwarnai lelehan larva.

Duh, 3 Siswa di Madiun Diketahui Positif Covid-19 saat Skrining PTM

Pemkot Madiun menggelar skrining atau pemeriksaan Covid-19 bagi siswa yang akan mengikuti pembelajaran tatap muka atau PTM di sekolah.

145 Siswa 2 SMP di Sragen Mendadak Dites Antigen, Hasilnya...

Tes swab antigen kepada pelajar SMP dimulai Senin untuk antisipasi munculnya klaster sekolah atau pembelajaran tatap muka (PTM).