Pelatih PSIS Semarang, Bambang Nurdiansyah. (Instagram @psisfcofficial)

Solopos.com, SEMARANG – PSIS Semarang sukses menundukkan PSM Makassar 0-1 pada laga tunda pekan ke-11 Liga 1 di Stadion Andi Mattalatta, Rabu (11/9/2019).

Kemenangan ini pun disambut suka cita seluruh pemain maupun ofisial tim berjuluk Mahesa Jenar. Bahkan, Pelatih PSIS Semarang, https://semarang.solopos.com/read/20190820/515/1013127/mengenal-sosok-bambang-nurdiansyah-pelatih-anyar-psis-semarang" title="Mengenal Sosok Bambang Nurdiansyah, Pelatih Anyar PSIS Semarang">Bambang Nurdiansyah, langsung bersujud mencium tanah begitu peluit tanda akhir pertandingan dibunyikan wasit.

Saat sesi jumpa pers, pelatih berusia 60 tahun itu juga terlihat cukup girang. Maklum, ini kemenangan perdana yang diraihnya bersama PSIS Semarang setelah menggantikan posisi Jafri Sastra sebagai pelatih kepala, pertengahan Agustus lalu.

Pelatih yang akrab disapa Banur itu pun menilai kemenangan timnya tak terlepas dari konsistensi para pemain selama 2x45 menit. Ia juga menilai pemainnya tampil sangat disiplin baik saat menjaga pertahanan maupun menyerang.

“Kita tahu diri, https://semarang.solopos.com/read/20190909/515/1017485/lawatan-ke-makassar-psis-bawa-amunisi-baru-ini-daftar-pemainnya" title="Lawatan ke Makassar, PSIS Bawa Amunisi Baru, Ini Daftar Pemainnya…">PSM itu tim besar, tim papan atas, eh papan tengah [klasemen Liga 1]. Kuncinya, kami main disiplin dan fokus,” ujar Banur.

Kemenangan ini juga merupakan yang kali pertama diraih PSIS Semarang dalam delapan laga terakhir di Liga 1. Pada tujuh laga sebelumnya, PSIS Semarang hanya mampu meraih dua kali seri, yakni saat melawat ke markas Arema Malang dan Bhayangkara FC, sedangkan sisanya berakhir dengan kekalahan.

Banur mengklaim semenjak ditanganinya, permainan PSIS Semarang mengalami peningkatan. Pemain tampil lebih fokus dan disiplin dalam menjaga perannya masing-masing.

“Saya itu baru melatih sekitar dua pekan. Enggak banyak yang saya lakukan. Saya hanya mengajarkan transisi, disiplin di posisi dan perannya masing-masing. Dalam sepak bola itu kan ada tiga, function, structure, dan relation. Ketiga hal itu harus dipahami. Dan, syukur para pemain sejauh ini bisa memahaminya,” imbuh Banur.

Sementara itu, bek https://semarang.solopos.com/read/20181115/515/952770/asal-mula-julukan-mahesa-jenar-pada-psis-semarang" title="Asal Mula Julukan Mahesa Jenar pada PSIS Semarang">PSIS Semarang, Frendi Saputra, menilai hasil positif kontra PSM Makassar itu membuat motivasi rekan-rekannya kembali terangkat. PSIS Semarang siap kembali ke persaingan memperebutkan posisi papan atas di klasemen Liga 1.

“Ke depan kami akan bekerja lebih keras lagi untuk mencapai target yang diinginkan,” ujar Frendi yang sempat absen lama karena masalah cedera.

http://semarang.solopos.com/">KLIK dan https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten