PSI Sebut 3 Parpol Tak Bekerja Maksimal Kampanyekan Gibran-Teguh Di Pilkada Solo
Pengurus PSI lima kecamatan Kota Solo melakukan aksi dukungan kepada pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa di depan Gedung TATV, Kamis (3/12/2020) malam. (Solopos/Kurniawan)

Solopos.com, SOLO -- Ketua DPD Partai Solidaritas Indonesia atau PSI Kota Solo, Antonius Yogo Prabowo menilai beberapa partai politik pengusung Gibran-Teguh, tidak maksimal mengampanyekan pasangan tersebut pada Pilkada 2020.

Dengan kondisi itu, Yoga, panggilan akrabnya, memprediksi kemenangan pasangan Gibran-Teguh tidak akan mencapai target 92 persen. Sebagai informasi, Tim Pemenangan Pasangan Gibran Rakabuming Raka-Teguh Prakosa menargetkan kemenangan 92 persen.

Target itu berdasar asumsi kumulatif suara PDIP dan parpol pendukung. Yoga memprediksi kemenangan Gibran-Teguh hanya 80 persen hingga 90 persen.

Positif Covid-19 Kabupaten Sukoharjo Tambah 61 Kasus Dalam 2 Hari, Total Jadi 1.840 Orang

"Target tim pemenangan pada angka 92 persen, tapi kami realistis saja 80 persen sampai 90%. Kami harus berpikir realistis karena ada beberapa [parpol] yang belum pernah kami temui saat bergerak di lapangan," ujarnya di sela aksi dukungan untuk Gibran-Teguh saat Debat Publik II Pilkada Solo 2020 di Gedung TATV, Kamis (3/12/2020) malam.

Ketua PSI Solo itu tidak mau menyebut parpol mana saja yang tidak maksimal bergerak mengampanyekan Gibran-Teguh. Tapi menurutnya ada dua hingga tiga parpol.

Geger Penembakan Mobil Pemilik Duniatex Di Tengah Penjualan 2 Mal dan 1 Hotel

Kegiatan Monoton

"Masyarakat sudah bisa menilai partai politik mana saja yang bergerak maksimal dan mana yang setengah hati atau bergeraknya tidak maksimal. Tanpa mengurangi rasa hormat saya rasa masyarakat sudah bisa menilai," imbuhnya.

Tak maksimalnya pergerakan politik tiga parpol itu, menurut Yoga, karena hanya melakukan kegiatan-kegiatan yang monoton, seperti mengumpulkan warga.

Kapolresta Solo Ungkap Motif Penembakan Mobil Pemilik Duniatex Ada Hubungan Dengan Bisnis

Mestinya mereka bisa melakukan berbagai aksi lain seperti pemberian masker, hand sanitizer, dan penyemprotan disinfektan di kampung-kampung. Aksi seperti yang PSI Solo lakukan untuk menyukseskan Gibran-Teguh pada Pilkada Solo itu, menurut Yoga lebih mengena. Apalagi saat ini masih pandemi Covid-19.

"Mereka [tiga parpol] memang bergerak, hanya, menurut kami pergerakannya monoton, menghadirkan orang, dikumpulkan. Menurut saya hari ini tidak efektif. Masyarakat justru menunggu mana partai politik sebagai representasi pihak yang mau turun ke lapangan membantu meringankan beban masyarakat," terang Yoga.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom