PSHT, PSH Winongo, Ini 11 Perguruan Silat Peserta Kejuaraan Pencak Silat Wonogiri
Suasana pertandingan pencak silat jenis seni kategori regu dalam Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati II 2020 di Gedung Olahraga Giri Mandala Wonogiri, Jumat (25/9/2020). (Solopos/M. Aris Munandar)

Solopos.com,WONOGIRI -- Seratusan pesilat dari 11 perguruan silat di Wonogiri menjadi peserta dalam Kejuaraan Pencak Silat Piala Bupati II 2020 di Gedung Olahraga (GOR) Giri Mandala Wonogiri.

Kejuaraan pencak silat yang diselenggarakan mulai Kamis (24/9/2020) hingga Jumat (25/9/2020) tersebut memperebutkan piala Bupati Wonogiri.

Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Wonogiri, Eko Budi Santosa, saat ditemui Solopos.com, Jumat, mengatakan lomba yang semestinya digelar pada April 2020 itu diikuti 182 atlet dari 11 perguruan pencak silat.

Derita Petani Klaten, Stok Pupuk Urea Bersubsidi di 5 Kecamatan Kosong

Peserta dari 11 perguruan silat tersebut harus mentaati dan menerapkan protokol kesehatan selama kegiatan. Berdasarkan data panitia lomba, ada 11 perguruan silat di Wonogiri yang memang biasa ikut dalam kejuaraan semacam ini.

Sebelas perguruan silat itu adalah Anak Naga, Tapak Suci, Persaudaraan Setia Hati Terate (PSHT), dan PSH Winongo. Selanjutnya, ada perguruan silat Persinas ASAD, Pagar Nusa, Garuda Sakti, Perisai Diri, Cempaka Putih, Pandan Alas, dan Merpati Putih.

Menurut Eko, panitia telah membuat pakta integeritas yang harus dipatuhi peserta. Salah satunya yakni jika atlet yang mengikuti kejuaraan melanggar protokol kesehatan yang ditentukan panitia, maka ia bersama kontingennya bakal didiskualifikasi.

Waspada Lur! Positif Covid-19 di Wonogiri Tambah 5 Orang, Perjalanan Luar Kota Lagi

Protokol Kesehatan Sangat Ketat

Ketua Ikatan Pencak Silat Indonesia (IPSI) Wonogiri, Weda Hendragiri, mengatakan protokol kesehatan pada kejuaraan ini sangat ketat. Semua perserta yang masuk ke GOR harus dicek suhu tubuhnya. Di dalam gedung harus memakai masker dan jaga jarak jika tidak bertanding.

Selain itu, jumlah orang di dalam GOR Giri Mandala, tempat acara, juga dibatasi. Menurut dia, gedung tersebut berkapasitas 2.500 hingga 3.000 orang. Sedangkan orang yang berada di dalam GOR hanya sekitar 250 orang.

Jumlah itu termasuk 182 pesilat peserta kejuaraan, sisanya panitia, tamu undangan, dan official. "Jadi kami batasi orang yang ada di dalam gedung, hanya 10 persen dari kapasitas yang bisa ditampung GOR tersebut," kata dia kepada Solopos.com di GOR Wonogiri, Jumat.

Polresta Solo Bentuk Tim Khusus Tangani Kasus Penganiayaan Anggota PSHT

Selain itu, jika biasanya ada tiga sesi pertandingan dalam satu hari, pagi, siang, dan malam, pada kejuaraan kali ini hanya dua sesi, yakni pagi dan siang.

Waktu pelaksanaan kegiatan juga dipersingkat. Biasanya kejuaraan pencak silat di Wonogiri digelar selama tiga hingga empat hari, kali ini hanya dua hari.

"Pada tahun lalu di dalam GOR ini penuh dengan pendukung. Terlebih jika jadwal pertandingan jenis tarung, lebih ramai. Pada kali ini kan tidak diperbolehkan membawa pendukung dan harus steril dari penonton, untuk menghindari kerumunan," kata Weda.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom