Kategori: Sukoharjo

PSBB Sukoharjo: Lapangan Desa Pun Ikut Ditutup Untuk Hindari Kerumunan


Solopos.com/R Bony Eko Wicaksono

Solopos,com, SUKOHARJO -- Pemerintah desa di Sukoharjo menutup sementara lapangan desa untuk aktivitas olahraga dan maupun kegiatan masyarakat lainnya selama PSBB atau pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) pada 11 Januari-25 Januari 2021.

Kebijakan ini untuk mencegah kerumunan massa saat aktivitas olahraga masyarakat setempat. Bupati Sukoharjo, Wardoyo Wijaya, telah merevisi surat edaran (SE) tentang Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Untuk Pengendalian Corona Virus Disease 2019 pada Kamis (14/1/2021).

Dalam regulasi itu, hanya poin pembatasan jam operasional usaha yang berubah dengan memberi kelonggaran para pengusaha kuliner untuk berjualan hingga pukul 21.00 WIB. Sebelumnya, jam operasional pengusaha kuliner dibatasi hingga pukul 19.00 WIB.

Ini Sosok Pasutri Pedagang Satai Yang Viral Seusai Ribut Dengan Bupati Sukoharjo

Sementara poin-poin lainnya masih sesuai regulasi lama seperti operasional tempat hiburan, obyek wisata, karaoke, game online. Begitu juga tempat olahraga seperti lapangan desa tutup selama pelaksanaan pembatasan kegiatan masyarakat atau PSBB.

"Lapangan Desa Wonorejo tutup sementara selama pelaksanaan PPKM. Kami berupaya mencegah kerumunan di lapangan," kata Kepala Desa Wonorejo, Polokarto, Sukoharjo, Yusuf Aziz Rahma, saat berbincang dengan Solopos.com, Jumat (15/1/2021).

Korem Warastratama Bangun Rumah Sakit Lapangan Di Vastenburg Solo, Khusus Pasien Covid-19?

Pemeliharaan

Menurut Aziz, lapangan desa sering jadi tempat para pemuda berolahraga seperti sepak bola pada sore hari. Masyarakat juga sering melakukan jogging atau jalan sehat di lapangan desa setiap pagi hari.

Pemerintah desa telah menyosialisasikan penutupan sementara lapangan desa kepada masyarakat setempat selama PSBB. "Pemeliharaan lapangan dilakukan selama dua pekan. Kami sudah lama ingin melaksanakan pemeliharaan lapangan namun belum sempat karena digunakan masyarakat untuk berolahraga," ujarnya.

Protes Pembatasan Operasional, Pengusaha Kuliner Ramai-Ramai Wadul ke DPRD Sukoharjo

Sementara itu, Penjabat (Pj) Sekda Sukoharjo, Budi Santoso, mengatakan Satgas Penanganan Covid-19 tingkat kecamatan bakal mengawasi PPKM hingga setiap desa. Mereka bakal menegakkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19 dengan membubarkan kerumunan massa.

Budi berharap agar masyarakat mematuhi regulasi untuk menekan kasus Covid-19 dan tingginya angka pasien positif yang meninggal dunia atau mortality rate.

Share
Dipublikasikan oleh
Suharsih