PSBB Jakarta Terancam Batal!
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan memaparkan kondisi Covid-19 DKI Jakarta. (Bisnis-Nancy Junita)

Solopos.com, JAKARTA — Rencana Pemerintah Provinsi DKI Jakarta menangkal persebaran virus corona jenis baru pemicu Covid-19 melalui penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) terancam kandas. Kebijakan yang dikemukakan Gubernur Jakarta Anies Baswedan itu ditentang pemerintah pusat.

PSBB bagi DKI Jakarta itu mestinya diterapkan kembali senin (14/9/2020). Namun saat Gubernur Anies Baswedan mengumumkan rencana, Rabu (9/9/2020) lalu, pelaku pasar merespon negatif rencana itu. Bahkan, sehari setelah rencana tersebut diumumkan, indeks harga saham  gabungan (IHSG) terperosok kembali menyentuh level 4.891.

Sejauh ini, rencana PSBB DKI Jakarta itu masih dalam proses perundingan. Kini, Gubernur Anies Baswedan beserta jajaran Pemprov DKI Jakarta tengah menjalani diskusi yang panjang dengan pemerintah pusat di bawah pimpinan Presiden Joko Widodo.

I’m Tee, Me Too Andalkan 6 Pemain Drama Thailand Paling Diminati

Anies Baswedan juga mendapatkan serangan dari para menteri kabinet Jokowi dan para kepala daerah Jabodetabek terkait rencana PSBB total DKI Jakarta. Namun, dukungan bagi Gubernur DKI justru datang dari koalisi masyarakat sipil, akademisi, dan pegiat medsos.

Ketua Satgas Covid-19 Doni Monardo mengungkapkan bahwa rencana PSBB akan diumumkan kepada publik, Minggu (13/9/2020). "Untuk PSBB yang sudah diumumkan Gubernur DKI, secara resmi akan disampaikan besok ke media, sekitar pukul 13.00 WIB," kata Doni dalam konferensi pers virtual, Sabtu (12/9/2020).

Sebagai informasi, Doni membeberkan rencana konferensi pers Anies Baswedan setelah menjalani diskusi alot dengan pejabat DKI dan pemerintah pusat.

Sesal Mantan Supervisor Kecanduan Judi Online Viral, Ini Ceritanya…

Bahkan, konferensi pers Update Perkembangan dan Situasi Terbaru Wisma Atlet yang dipimpin oleh Doni juga sempat tertunda selama tiga jam lebih, dari pukul 15.00 WIB menjadi 18.30 WIB.

Terus Dibahas

Kini, rapat mengenai kebijakan PSBB DKI Jakarta masih dalam tahap pembahasan oleh Pemprov DKI Jakarta dengan Satuan Tugas Penanganan Covid-19. Rapat dilaksanakan pada hari ini hingga besok. "Malam ini sampai besok pagi, sehingga pengumuman yang disampaikan ke masyarakat ada sebuah kepastian, harmonisasi antara kepentingan pusat dan daerah," tutur Doni.

Doni menegaskan bahwa pemerintah mengutamakan kesehatan masyarakat. Namun, pemerintah pusat cenderung menginginkan Pembatasan Sosial Berskala Mikro dan Komunitas (PSBMK) untuk menjadi ujung tombak atau garda terdepan.

Prototipe Starship SN6 Sukses Meluncur, Misi ke Bulan dan Mars Kian Nyata

“Jangan kita biarkan dokter rumah sakit menjadi garda utama, mereka harus menjadi benteng terakhir, agar kita bisa menyelamatkan tenaga-tenaga dokter, tenaga kesehatan lainnya, para perawat. Kita tidak ingin kehilangan dokter lebih banyak lagi," ucap Doni.

Adapun, tujuh dari 67 rumah sakit rujukan Covid-19 di DKI Jakarta melaporkan bahwa ruang Intensive Care Unit atau ICU penuh 100%. Sebanyak 46 dari 67 rumah sakit rujukan atau 68,8% terisi lebih dari 60%. Sedikitnya hanya ada 20,9% rumah sakit rujukan dengan kondisi ideal atau tingkat keterisian kurang dari 60%.

Fasilitas kesehatan yang tersisa menjadi satu alasan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan berencana memberlakukan PSBB mulai Senin. Dia menilai tanpa PSBB, ruang isolasi dan ICU rumah sakit akan penuh pada Kamis (17/9/2020) mendatang.

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: bisnis



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom