PSBB Jakarta Diklaim Berhasil, Bocor di Bodetabek Paksa Diperpanjang
Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. (Pemprov DKI-Dok.)

Solopos.com, JAKARTA — Kebijakan menarik rem darurat dan memberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) sejak 14 September 2020 lalu terbukti manjur menekan pertambahan kasus Covid-19 di DKI Jakarta. Meski PSBB Jakarta dinilai berhasil, namun kebijakan itu diperpanjang hingga 11 Oktober 2020 karena potensi penularan virus corona belum berakhir.

Bocornya penyebaran virus corona jenis baru pemicu Covid-19 dari wilayah Jawa Barat adalah salah satu fakta tak terbantahkan yang menodai PSBB Jakarta yang dinilai berhasil itu. "Pelandaian grafik kasus aktif bukanlah tujuan akhir. Kita masih harus bekerja bersama memutus rantai penularan," kata Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan.

Data dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta, Sabtu (26/9/2020), menyebut bahwa pertambahan kasus aktif Covid-19 pada 30 Agustus hingga 11 September 2020 (sebelum PSBB gelombang II) adalah 49%. Pada 30 Agustus ada kasus aktif sebanyak 7.960 dan 11 September 2020 sebanyak 11.824 (peningkatan 3.864).

James Bond Bukan Agen Rahasia Fiksi di Polandia

Kemudian, kasus aktif di Jakarta pada 23 September 2020 atau dalam 12 hari, tercatat sebanyak 13.277, mengalami peningkatan 1.453 atau 12%. Untuk kasus positif secara total pada 30 Agustus 2020 tercatat 39.280, bertambah 13.041 (33%) dalam 12 hari atau sebesar 52.321 kasus pada 11 September 2020. Dalam 12 hari kemudian, pertambahan yang terjadi adalah 14.184 (27%) dan pada 23 September 2020 tercatat 66.505 kasus.

Untuk pasien sembuh pada 30 Agustus 2020 tercatat sebanyak 30.134 orang, bertambah 8.981 (30%) dalam 12 hari pada 11 September 2020 jumlahnya 39.115 pasien. Dalam 12 hari kemudian pada 23 September 2020, pasien sembuh menjadi 51.578 pasien atau meningkat 12.463 pasien (32%). Sementara pasien meninggal dunia pada 30 Agustus 2020 sebanyak 1.186 kasus, bertambah 196 kasus (17%) dalam 12 hari.

Pada 11 September 2020 tercatat sebanyak 1.382 kasus meninggal dan 12 hari berikutnya, tanggal 23 September 2020, kasus meninggal sebanyak 1.650 kasus atau meningkat 268 kasus (19%). “Artinya, 100 orang berpotensi menularkan virus kepada 110 orang lainnya. Untuk itu, penularan harus terus ditekan hingga nilai Rt di bawah 1,00,” jelas Anies.

PUBG Mobile Resmi Kolaborasi dengan Blackpink

Pelambatan tersebut, kata Anies, belum tuntas karena kasus aktif masih rentan kembali melonjak. Anies Baswedan telah memperpanjang kembali Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Jakarta hingga 11 Oktober 2020.

Evaluasi Gugus Tugas

Berdasarkan pemantauan dan evaluasi Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Provinsi DKI Jakarta dan juga tertuang dalam Keputusan Gubernur Provinsi DKI Jakarta No. 959/2020, perlu dilakukan perpanjangan pembatasan selama 14 hari berikutnya jika kasus belum menurun secara signifikan.  "Menko Kemaritiman dan Investasi juga menyetujui perpanjangan otomatis PSBB DKI Jakarta selama dua pekan," tukas Anies.

Perpanjangan Pembatasan Sosial Berskala Besar itu juga merupakan upaya penyelarasan terhadap kondisi penyebaran di daerah Bodetabek yang terbilang masih tinggi. Sementara itu, Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil lincah berklilah bahwa pemprovnya mampu mengendalikan 90% wilayah Jawa Barat dari Covid-19. Zona merah, menurutnya hanya terkumpul di kawasan penyangga DKI Jakarta, yakni wilayah Bogor, Depok, dan Bekasi alias Bodebek.

WHO: Kehidupan Normal Baru Bisa Dimulai 2022

Sementara itu, epidemiolog dari Griffith University Dicky Budiman memperkirakan Provinsi DKI Jakarta melampui gelombang pertama pandemi Covid-19 pada sebelum akhir tahun 2020. Dicky berpendapat prediksi itu berdasar pada cakupan testing DKI Jakarta yang cenderung stabil dalam batas yang telah ditetapkan Organisasi Kesehatan Dunia (World Healt Organization/WHO).

“Untuk DKI Jakarta dan sekitarnya bisa diperkirakan sebelum akhir tahun ini gelombang pertama bisa selesai. Bahwa DKI Jakarta bisa mengalami gelombang berikutnya tentunya tetap ada,” ujar Dicky melalui pesan suara dari Australia, Selasa (22/9/2020).

Stabilitas kapasitas testing, menurut Dicky memiliki modal yang pasti secara keilmuan untuk melandaikan kurva pandemi di DKI Jakarta. Meskipun PSBB di Jakarta diakui banyak pihak relatif berhasil menekan angka Covid-19, mari tunggu saja kapan berakhirnya...

KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Solopos

Sumber: Bisnis/Antara



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom