PSBB Berlaku Kembali, Pengembang Properti Minta Stimulus
Ilustrasi stimulus perpajakan perumahan (freepik)

Griya190.com, SOLO – Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB ketat diberlakukan lagi di Jakarta sejak 14 September 2020. Melihat keadaan tersebut, para pengembang meminta stimulus perpajakan untuk sektor properti agar dapat bertahan.

Kepada Bisnis.com, Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Bidang Properti, Hendro Gondokusumo, mengatakan pemerintah diharapkan dapat membebaskan Pajak Pertambahan Nilai (PPN) dan Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan.

“Ini agar bisa attract, walaupun harga properti sudah murah, masyarakat masih ragu-ragu untuk membeli properti. Ini perlu stimulus perpajakan,” ucapnya kepada Bisnis.com

Di Luar Dugaan, Ternyata Ini Penyebab Utang Rp895 Juta Cawali Solo Gibran

Sejak PSBB dimulai pada 10 April lalu, sektor properti mengalami penurunan sampai 70 persen. Lalu, pada PSBB transisi terdapat peningkatan sebesar 40 persen. Oleh karena itu, Hendro mengatakan stimulus perpajakan sangat diperlukan.

“Saat ini PSBB lagi dan diperkirakan kembali menurun sampai 30 persenan. Ini diperlukan stimulus,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Umum DPP Paulus Real Estat Indonesia (REI), Paulus Totok Lusida, menjelaskan pada PSSB 10 April, terjadi penurunan kinerja hampir di semua sektor. Mulai dari perhotelan yang merosot 90 persen, pusat perbelanjaan turun 70 persen dan rumah yang turun 50 persen.

Gemas! Dalang Cilik Ini Ngamuk Ke Ayahnya Karena Salah Nada

Hal ini sangat berdampak pada sektor industri properti dikarenakan ada 175 industri dengan 30 juta tenaga kerja. Hendro mengatakan industri ini mampu membangkitkan perekonomian Indonesia.

“PSBB transisi lalu minat pembeli rumah di bawah Rp1,5 miliar sudah berangsur-angsur menuju ke normal, tetapi dengan adanya PSBB akan turun kembali,” tutur Totok pada Bisnis.com.

Selain stimulus perpajakan kepada sektor properti, pemerintah diharapkan mampu memberikan relaksasi kredit konstruksi kepada pengembang.

Sumber: Bisnis.com



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom