Proyeksi Kasus Covid-19 Indonesia: Berlipat Tiap 8 Hari, Mei Tembus 54.000
Ilustrasi Covid-19 atau virus corona (Freepik)

Solopos.com, SOLO -- Pertumbuhan jumlah kasus positif virus corona atau Covid-19 di Indonesia terlihat signifikan dalam tiga pekan terakhir dengan proyeksi tembus 54.000 kasus pada 13 Mei. Hal itu merujuk pada grafik pertumbuhan kasus Covid-19 di Indonesia yang berlipat ganda dalam 8 hari.

Berdasarkan statistik yang dirilis di laman ourworldindata.org, kasus positif Covid-19 di Indonesia naik dua kali lipat dalam 8 hari. Misalnya pada 29 Maret 2020, jumlah kasus positif terinfeksi virus corona di Indonesia mencapai 1.285.

Pandemi Corona Global: Amerika Serikat Nomor 1, Indonesia Peringkat...

Delapan hari kemudian, yaitu 6 April 2020, jumlah kasus mencapai hampir dua kali lipat, yakni 2.491 kasus. Lalu delapan hari kemudian yaitu Selasa (14/4/2020), jumlah kasus menjadi dua kali lipatnya, yakni 4.839. Ini menunjukkan grafik pertumbuhan kasus di Indonesia lebih dekat pada doubling time daripada angka eksponensial.

Ketua Departemen Manajemen Rumah Sakit FKM Universitas Hasanudin, Irwandy, mencermati peningkatan kasus ini. Dia membuat proyeksi kasus Covid-19 di Indonesia pada Mei 2020 dengan pendekatan yang berbeda.

Korban Covid-19 di Jateng Sudah Banyak, Ganjar Belum Berani PSBB

Sejak 24 Maret hingga 5 April, jumlah kasus baru harian terkonfirmasi di laboratorium berkisar pada 100-200 kasus. Tapi setelah 5 April terus meningkat, bahkan pada 13 April kasus baru harian menyentuh angka di atas 300.

"Data pemerintah memperlihatkan bahwa dari total 4.557 kasus positif per 13 April, 3.778 kasus (83%) adalah pasien dalam perawatan, 380 kasus (8,3%) telah dinyatakan sembuh dan 399 kasus (8,7%) meninggal. Lebih tinggi dibanding rata-rata global (6,28%) per 13 April," tulis Irwandy dalam artikel di Theconversation.com.

ICW Desak Jokowi Pecat Staf Presiden Andi Taufan Garuda Putra

Doubling Time

Asumsi jumlah kasus Covid-19 di Indonesia berlipat ganda dalam 8 hari dianggap lebih mencerminkan kondisi saat ini. Hal ini karena sudah ada kebijakan pemerintah untuk mengintervensi kecepatan penularan virus corona. Faktor ini juga memengaruhi proyeksi jumlah kasus Covid-19 Indonesia.

"Hal ini dapat dilihat dari laporan terbaru Google yang menunjukkan pada 23 Februari hingga 5 April 2020 terjadi pengurangan pergerakan orang di Indonesia ke tempat umum rata-rata 34%," tulis Irwandy.

Sikap Hati-Hati Anies Baswedan Hadapi Luhut dan Terawan Soal Ojol

Hingga 14 April 2020, pertumbuhan jumlah kasus Covid-19 di Indonesia masih didominasi provinsi padat penduduk. Di antaranya DKI Jakarta (2335 kasus), Jawa Barat (530 kasus), Jawa Timur (475 kasus), Banten (280 kasus), dan Jawa Tengah (278 kasus). Rasio kematian di daerah-daerah itu juga sangat tinggi, yakni di atas 8% kecuali Banten. Bahkan di DIY rasio kematian mencapai 11,3%.

Meski demikian, angka resmi tersebut diyakini tidak mencerminkan kenyataan. Sebelumnya, inisiator Kawalcovid19.id, Ainun Najib, pernah menyebut hal ini bisa terbaca dari tingginya rasio kematian. Dia mencurigai jumlah kasus positif Covid-19 jauh lebih besar daripada yang dilaporkan. Ainun pernah menyebutkan proyeksi kasus Covid-19 Indonesia menggunakan grafik eksponensial.

Bupati Karawang Sembuh dari Virus Corona, Awalnya Tanpa Gejala

Banyak Kasus Tak Dilaporkan

Senada, menurut Irwandy, banyak kasus yang tidak dilaporkan dan kemampuan Indonesia mendeteksi jumlah kasus positif masih rendah. Selain karena jumlah laboratorium tes PCR terbatas, alat tes cepat berbasis antibodi di Indonesia saat ini masih sedikit jika dibandingkan jumlah penduduk.

"Sebuah studi di Cina mengatakan secara umum setidaknya ada 86% kasus positif di masyarakat saat ini tidak terlacak. Bahkan sebuah prediksi dari universitas Jerman menyatakan saat ini dunia hanya bisa melacak rata-rata 6% dari total seluruh kasus yang sebenarnya ada di masyarakat," kata dia.

Pandemi Corona, Lelang Master Plan Ibu Kota Baru Jalan Terus

Berdasarkan asumsi doubling time dan fakta-fakta tersebut, Irwandy menyebut proyeksi jumlah kasus positif Covid-19 di Indonesia bakal menembus 50.000 menjelang pertengahan Mei. Proyeksi itu baru di enam provinsi besar, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, Jawa Timur, Banten, Jawa Tengah, dan Sulawesi Selatan.

"Berdasarkan beberapa asumsi dan rujukan di atas, saya memproyeksikan jumlah kasus terkonfirmasi pada 13 Mei 2020 di enam provinsi akan menjadi 54.278 kasus terkonfirmasi," tulisnya.

Warga Solo Klaim Temukan Jamu Penyembuh Covid-19, Sembuhkan 7 Pasien

"Dari jumlah itu, dikurangi 17% karena sembuh (8,3 persen) dan meninggal (8,7 persen) menjadi 45.051 kasus, dengan 61% (27.481) di antaranya perlu perawatan di rumah sakit. Persentase itu diambil dari analisis data per 26 Maret pasien dalam perawatan di RS di Jakarta."


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya





Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho