Ilustrasi jalan bebas hambatan tepi pantai. (Solopos)

<p><strong>Solopos.com, SEMARANG &mdash;</strong> Proses lelang proyek jalan tol Semarang-Demak dijadwalkan akan dilakukan setelah libur Lebaran usai. Ada pun, tahap <em>groundbreaking</em> akan dilaksanakan pada Oktober 2018.</p><p>Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Arie&nbsp;Setiadi&nbsp;Marwanto menyebutkan pihaknya kini sedang melakukan proses kajian mengenai teknologi yang akan diadopsi pada jalan tol tersebut. Teknologi tersebut akan digunakan baik saat proses pembangunan maupun proses pemeliharaan ketika sudah jadi.</p><p>&ldquo;Kita sedang mematangkan teknologinya. Karena kajian kami, permukaan tanah di beberapa area di Semarang ini turun 7,5 cm, maka kita coba sesuaikan teknologi dengan amdalnya supaya tidak menjadi beban pengelola dan pengguna tol dikemudian hari,&rdquo; ujarnya, Senin (4/6/2018).</p><p>Menurut Arie, hal tersebut menjadi salah satu pertimbangan Kementrian PUPR merevisi rencana proses <em>ground breaking</em>. Adapun, pada mulanya, proses tersebut jadwalkan akan dilakukan pada September 2018. Sementara itu, tahap penyelesaian Amdal pun sejatinya dijadwalkan selesai pada April 2018. &nbsp;</p><p>Di sisi lain, dia juga menjelaskan bahwa perubahan juga akan terjadi pada peserta lelang. Sebelumnya, PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk.-PT Wijaya Karya (Persero) Tbk., serta PT Jasa Marga (Persero) Tbk.-PT Waskita Toll Road telah ditetapkan lulus prakualifikasi pelelangan pengusahaan jalan tol. Namun akibat adanya pengulangan tahap prakualifikasi pada awal tahun ini, proses lelang pun juga diulang, berikut dengan peserta lelangnya.</p><p>Arie melanjutkan, dengan adanya sejumlah penyesuaian dan perubahan tersebut, nilai investasi jalan tol Semarang-Demak juga akan mengalami perubahan. Sebelumnya, nilai investasi ruas jalan bebas hambatan tersebut diperkirakan mencapai Rp20 triliun hingga Rp21 triliun.</p><p>Di lain sisi, kebutuhan lahan untuk jalan tol&nbsp;Semarang-Demak&nbsp;rupanya mengalami pembengkakan dari estimasi awal sebesar 189 ha menjadi 535 ha. Sekretaris Daerah Provinsi Jateng Sri Puryono mengatakan tambahan lahan 346 ha di sepanjang Kota&nbsp;Semarang&nbsp;dan Kabupaten&nbsp;Demak&nbsp;tersebut merupakan akibat dari penambahan panjang jalan tol dari 24 km menjadi 27 km.</p><p>&ldquo;Karena ada penambahan panjang tol dan sejumlah masukan maka ada pembengkakan luasan lahan yang dibutuhkan,&rdquo; kata Sri.</p><p>Sri menyebutkan, apabila sesuai rencana, proses pengadaan lahan akan dilakukan hingga Desember 2018 setelah diawali pada Maret 2018. Tujuan pembangunan jalan tol&nbsp;Semarang-Demak&nbsp;ini selain digunakan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, juga ditujukan untuk mengatasi kondisi area pesisir antara&nbsp;Kota Semarang&nbsp;dan&nbsp;Kabupaten Demak&nbsp;yang kerap terendam banjir dan <em>rob</em> alias limpasan air laut ke daratan.</p><p><em><strong><a href="http://semarang.solopos.com/">KLIK</a> dan <a href="https://www.facebook.com/SemarangPos">LIKE</a> di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya</strong></em></p>


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten