Proyek Pasar Klewer Solo Timur Dilelang Juli, Dikerjakan Agustus
Lahan bekas Pasar Klewer timur. (Solopos-Dok)

Solopos.com, SOLO -- Kepala Dinas Perdagangan (Disdag) Solo, Heru Sunardi, mengungkapkan paket proyek pembangunan Pasar Klewer sisi timur akan dilelang awal Juli mendatang. Sedangkan pelaksanaan pembangunan ditarget paling lambat dimulai pertengahan Agustus.

Dijumpai Solopos.com di Balai Kota Solo, Jumat (21/6/2019), Heru mengatakan pekan ini sudah dimulai proses telaah oleh balai lelang. Selambat-lambatnya sepuluh hari atau akhir Juni sudah selesai.

Jika tidak ada perubahan atau persepsi yang perlu diklarifikasi, lelang paket pembangunan pasar tersebut diumumkan awal Juli. “Telaah bulan ini harus selesai. Setelah itu mulai lelang. Hitung-hitungannya maksimal 1,5 bulan harus sudah ditentukan dan ditetapkan pemenangnya. Pertengahan Agustus bisa jalan [pembangunan],” kata Heru yang baru dilantik Wali Kota Solo, Kamis (20/6/2019).

Heru mengatakan pemenang lelang nanti bisa langsung memulai pembangunan mengingat Pemkot Solo sudah menyiapkan lokasinya sejak lama. Proses perobohan bangunan dan pemerataan bahkan dilakukan sejak 2017 lalu.

Pembangunan menggunakan dana bantuan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) secara bertahap dengan sistem multiyears atau tahun jamak.

Tahun ini dimulai tahap pertama dengan waktu pengerjaan kurang lebih 4,5 bulan mulai September hingga Desember. Dilanjutkan dengan finishing pada 2020 mendatang.

“Akan dihitung oleh konsultan kalau 4,5 bulan strukturnya sampai mana. Baru dilanjutkan penyempurnaan atau finishing pada 2020. Dana dari pemerintah pusat. Kurang begitu hafal ya [nilainya],” kata Heru.

Heru menambahkan setiap tahapan pembangunan Pasar Klewer sisi timur selalu melibatkan pedagang. Saat awal perencanaan pedagang dilibatkan dalam perencanaan bentuk los dan kios baru.

Pekan lalu mereka juga melibatkan pedagang dengan mengajak dua perwakilan dari Paguyuban Pasar Klewer sisi timur ke Semarang. Pengerjaan Pasar Klewer sisi timur, kata Heru, juga berbarengan dengan proyek lainnya dari Kementerian PUPR.

Beberapa proyek peralihan dari Kementerian Perdagangan yang ditangani Kementerian PUPR tersebut adalah pembangunan pasar, sekolah, dan fasilitas olahraga.

Lebih lanjut, Heru menambahkan pembangunan Pasar Klewer sisi timur awalnya memang direncanakan 2017 lalu. Beberapa bulan setelah pasar dibongkar. Tetapi ditunda karena proses lelang gagal dua kali.

“Waktunya pendek. Dilelang tidak ada yang berani. Lelang dua kali gagal. 2018 saya enggak tau dulu dialokasikan tapi di-cancel. Mungkin pertimbangan banyak proyek enggak terduga. Akhirnya setelah di-cancel nunggu 2019. Sudah ada dalam DIPA [Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran],” tambahnya.

Avatar
Editor:
Suharsih


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya








Kolom