ilustrasi jaringan internet e-office. (illustratiction.fr)

Solopos.com, SOLO – Proyek Palapa Ring Timur di Indonesia telah rampung. Rampungnya proyek tersebut disebut mendorong tarif telekomunikasi lebih murah, khususnya untuk pengguna di wilayah Indonesia Timur.

Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, mengatakan, tarif Internet di Indonesia timur dua kali lebih mahal dari wilayah barat pada 2015. Padahal, kecepatan akses Internetnya justru lebih lambat.

“Tahun 2015 itu bedanya [tarif] dua kali lipat. Tapi, kalau sudah selesai Palapa Ring Timur ini, operator dapat menggunakannya,” terang Rudiantara seperti dikutip dari Liputan 6, Selasa (3/9/2019).

Sebagai informasi, Palapa Ring adalah proyek pembangunan jaringan serat optik nasional. Proyek ini menjangkau 34 provinsi yang terdiri dari 440 kota/kabupaten di Indonesia. Adapun total kabel jaringan laut yang dipakai mencapai 35.280 kilometer. Sedangkan panjang kabel di daratan yakni 21.807 kilometer.

Nah, pemanfaatan Palapa Ring Timur nantinya bisa menurunkan biaya operasional operator telekomunikasi. Dengan demikian, tarif yang dibebankan kepada pelanggan di Indonesia bakal sama. Rudiantara menambahkan, konstruksi Palapa Ring Timur sudah selesai. Namun, masih butuh waktu melakukan integrasi dengan Palapa Ring Barat dan Tengah sebelum siap diluncurkan secara komersial.

Memang sudah selesai, tapi nanti butuh waktu bagi operator untuk mengintegrasikannya,” sambung Rudiantara.

Saat ini, pemerintah sedang melakukan uji stabilitas untuk memeriksa kesiapan infrastrukturnya secara teknis sebelum memasuki tahap komersialisasi. Pengujian ini membiarkan perangkat Palapa Ring Timur terhubung ke koneksi dengan sejumlah beban trafik. Simulasi ini memperlihatkan apakah kualitasnya sudah memenuhi standar teknis internasional atau belum.

Paket Timur sudah selesai. Sudah tidak ada aktivitas fisik di lapangan. Sekarang sedang dalam pengujian stabilitas untuk memastikan kekuatan jaringannya,” terang Dirut Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informatika (BAKTI), Anang Latif.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten