SOLOPOS.COM - Dua pekerja beraktivitas di proyek penutupan saluran drainase Sukoharjo Kota timur Jl. Jenderal Sudirman di Kampung Gudangsari, Kelurahan Gayam, Kecamatan Sukoharjo, Sukoharjo, Rabu (5/8/2015). (Rudi Hartono/JIBI/Solopos)

Proyek infrastruktur Sukoharjo yakni pembangunan city walk terancam tak rampung sesuai target.

Solopos.com, SUKOHARJO — Proyek penutupan saluran drainase sepanjang 2,5 km di Sukoharjo Kota senilai Rp30 miliar terancam molor.

Promosi Beli Emas Bonus Mobil, Pegadaian Serahkan Reward Mobil Brio untuk Nasabah Loyal

Pekerjaan yang dilaksanakan untuk membuat city walk itu berpotensi tidak selesai tahun ini, karena ada pekerjaan yang belum dimulai.

Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum (DPU), Jumadi, saat ditemui wartawan di kantornya, Rabu (5/8/2015), menjelaskan ada dua proyek yang merupakan pekerjaan sama namun terpisah.

Proyek I yakni pekerjaan penutupan saluran drainase dari utara Kantor Bank Jateng Sukoharjo ke utara sepanjang 250 meter tepatnya di sisi timur Jl. Jenderal Sudirman. Pekerjaan bersumber dari APBN 2015 senilai Rp1,8 miliar.

Proyek II yakni penutupan saluran drainase dari titik akhir proyek I ke utara sepanjang 2,25 km. Sumber dana dari APBD Sukoharjo 2015 senilai lebih dari Rp29 miliar.

Dia menginformasikan proyek I seharusnya dimulai pada 21 Mei 2015, namun baru dapat dimulai 27 Juli lalu. Menurut Jumadi, pekerjaan molor karena adanya perubahan desain fondasi.

“Proyek II rencananya dimulai pada Juni lalu, lamanya 120 hari. Tapi sampai sekarang masih dalam proses pelelangan. Ada kendala perubahan desain dan proses di ULP [Unit Pelayanan Pengadaan]. Semoga saja September sudah bisa action,” kata Jumadi.

Apabila pekerjaan terealisasi September, dengan lama pekerjaan 120 hari atau empat bulan berarti pekerjaan akan rampung pada Januari 2016.

Ditanya apakah dia optimistis pekerjaan akan purna sebelum habis tahun ini, Jumadi tersenyum. “Pokoknya dijalani saja,” imbuh dia.

Jumadi melanjutkan, apabila pekerjaan di seluran drainase selebar 6,5 meter itu sudah rampung akan dimanfaatkan sebagai city walk, taman, dan didirikan selter-selter pedagang kaki lima.

Petugas dari konsultan pengawas proyek I, Fran Budiarto, saat ditemui wartawan di lokasi proyek menyampaikan pekerjaan baru tahap pembuatan fondasi.

“Proyek sudah terpangkas dua bulanan, otomatis pekerjaan harus dikebut agar bisa selesai sesuai jadwal,” kata dia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News
Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Saluran WhatsApp dengan klik Soloposcom dan Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini" Klik link ini.
Solopos Stories
Honda Motor Jateng
Honda Motor Jateng
Rekomendasi
Berita Lainnya