PROYEK INFRASTRUKTUR DAERAH : Tak Kebagian Proyek, Pengusaha Konstruksi Lokal Gigit Jari

 Ilustrasi tol  (JIBI/Solopos TV)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi tol (JIBI/Solopos TV)

Proyek infrastruktur daerah tampaknya didominasi oleh perusahaan nasional. 

Kanalsemarang.com, SEMARANG-Badan Pimpinan Daerah (BPD) Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional (Gapensi) Jawa Tengah mengeluhkan pengusaha lokal tidak kebagian pembangunan proyek infrastrukur di daerah.

PromosiUMi Youthpreneur 2022 Bentuk Dukungan PIP Terhadap Wirausahawan Muda

Ketua Umum BPD Gapensi Jawa Tengah (Jateng) Djoko Oryxahadi mengatakan proyek-proyek infrastruktur di Jateng dikuasai perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dari Jakarta.

“Pengusaha jasa konstruksi lokal hanya menerima pekerjaan sekitar 15 persen dari seluruh proyek infrastruktur yang ada di Jateng,” katanya kepada wartawan di sela Musyawarah Kerja Daerah IX (Mukerda) BPD Gapensi Jateng di Hotel Patra, Semarang, Rabu (12/8/2015).

Mukerda diikuti 35 pengurus pimpinan Badan Pimpinan Cabang (BPC) Gapensi se-Jateng.
Penyebab pengusaha kontruksi lokal tidak kebagian pekerjaan, lanjut Djoko karena adanya peraturan yang mengharuskan pekerjaan konstruksi dengan nilai di atas Rp36 miliar harus dilakukan BUMN.

Padahal, ujar dia sekitar 75% persen anggaran infrastruktur merupakan proyek dengan nilai di atas Rp35 miliar semisal pembangunan jalan tol Semarang-Solo, normalisasi sungai Kaligarang Semarang, dan Waduk Jatibarang di Semarang.
Sedangkan proyek infrastruktur senilai Rp 2,5 miliar-Rp 10 miliar, sebesar 10% dari anggaran, dan di bawah Rp 2,5 miliar sebesar 15% anggaran.

Kontraktor kecil tidak mungkin bisa ikut dalam pekerjaan infrastruktur besar di Jateng. Kalaupun turut dalam subkontraktor, pembayaran biasanya tersendat.

”Kemampuan performa kontraktor lokal hanya menerima pekerjaan sebesar 15 persen dari total anggaran yang bersumber dari APBN maupun APBD,” ungkapnya.

Dengan kondisi ini, sambung dia, sudah ada sejumlah perusahaan jasa konstruksi anggota Gapensi Jateng gulung tikar, menutup usahanya.

”Kami meminta agar pemerintah meninjau ulang regulasi tersebut agar pengusaha jasa kontruksi lokal bisa bangkit,” harap Djoko.

Anggota Gapensi Jateng sekitar 3.000 yang tersebar di 35 kabupaten/kota.
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan peran serta Gapensi diperlukan sebagai mitra dalam mendukung pembangunan infrastruktur di Jateng.

”Anggota Gapensi Jateng agar senantiasa mempertahankan kualitas pekerjaan yang ada,” kata Gubernur dalam sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Ekonomi dan Pembangunan Pemerintah Provinsi Jateng Joko Sutrisno saat membuka Mukerda Gapensi Jateng.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

Espos Plus

Mengenang Tragedi dan Petaka di Gunung Lawu yang Tewaskan Banyak Orang

+ PLUS Mengenang Tragedi dan Petaka di Gunung Lawu yang Tewaskan Banyak Orang

Di balik keindahan Gunung Lawu yang menjadi magnet bagi para pendaki, rupanya menyimpan tragedi dan petaka yang tewaskan banyak orang, di antaranya Tragedi Gunung Lawu 1987 dan Petaka Kebakaran Gunung Lawu 2015.

Berita Terkini

Diundang Rembuk Atasi Stunting, Anggota DPRD Sragen Tak Ada yang Hadir

Masuk dalam tim percepatan penurunan stunting, tak ada satu pun anggota DPRD Sragen yang hadir dalam rembuk stunting yang digelar Pemkab Sragen. Bupati sempat mempertanyakan ketiadaan anggota DPRD dalam forum itu.

IHSG Sesi I di Zona Merah, Sejumlah Saham Longsor

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) terpantau melemah pada perdagangan sesi pertama hari ini, Selasa (28/6/2022).

Beli Minyak Goreng Curah Pakai PeduliLindungi, Bakul Boyolali: Ribet!

Pembelian minyak goreng curah di Boyolali belum menggunakan aplikasi PeduliLindungi per Selasa (28/6/2022), tetapi pedagang menyebut kebijakan tersebut lebih ribet dibandingkan memakai KTP.

Jadwal 8 Besar Piala Presiden: Persib vs PSS, PSIS vs Bhayangkara FC

Persib Bandung akan melawan PSS Sleman dan PSIS vs Bhayangkara FC pada babak perempat final atau 8 besar Piala Presiden 2022.

Misteri Burung Jalak Lawu, Jelmaan Pengikut Prabu Brawijaya V?

Burung Jalak Lawu yang kerap membantu pendaki diyakini sebagai jelmaan patih Prabu Brawijaya V dari Kerajaan Majapahit.

Puluhan SD Negeri di Solo Kekurangan Siswa, Ada yang Dapat 2 Pendaftar

Sebanyak lebih dari 20 Sekolah Dasar (SD) negeri di Kota Solo, Jawa Tengah kekurangan siswa saat Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) tahun 2022.

Satpol PP Tutup 12 Outlet Holywings di Jakarta, Ini 3 Jenis Pelanggaran

Penutupan Holywings di Jakarta menyikapi arahan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan untuk mencabut izin operasi Holywings.

Manfaatkan REC PLN, Seluruh Istana Kepresidenan Diterangi Energi Hijau

Seluruh lingkungan kesekretariatan presiden, mulai dari istana kepresidenan di Jakarta, Bogor, Cipanas, Yogya dan Tampaksiring sudah 100 persen menggunakan listrik dari energi terbarukan.

Jadwal Piala Presiden 2022 Hari Ini, Perebutan 1 Tiket Tersisa 8 Besar

Satu tiket tersisa perempat final Piala Presiden 2022 diperebutkan oleh RANS Nusantara FC dan Barito Putera.

Beli Migor Curah via PeduliLindungi, Luhut: Bisa Cepat Beradaptasi

Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut B. Pandjaitan ingin agar selama dua pekan masa sosialisasi dan transisi ini dijalankan, masyarakat mulai mencoba sistem baru ini.

Soal Warga Karanganyar Meninggal di Saluran Irigasi, Polisi: Dia Pikun

Polisi tidak menemukan tanda kekerasan pada tubuh Sukardi, 71, warga Kaling, Tasikmadu, Karanganyar yang ditemukan meninggal di saluran irigasi Desa Nangsri, Kebakkramat, Karanganyar, Selasa (28/6/2022).

Latihan Timnas Amputasi Indonesia Persiapan Piala Dunia di Turki

Akan berlangsung di Turki pada akhir September hingga Oktober 2022

Kisah Misteri Lokasi Pasar Setan Gunung Lawu

Inilah lokasi dan wujud Pasar Setan di Gunung Lawu yang menyimpan sederet kisah misteri.

Mengenang Tragedi dan Petaka di Gunung Lawu yang Tewaskan Banyak Orang

Di balik keindahan Gunung Lawu yang menjadi magnet bagi para pendaki, rupanya menyimpan tragedi dan petaka yang tewaskan banyak orang, di antaranya Tragedi Gunung Lawu 1987 dan Petaka Kebakaran Gunung Lawu 2015.

Prosedur Pencarian Orang Hilang di Luar Negeri Seperti Kasus Marshanda

Bila mengalami kejadian serupa Marshanda, bagaimana prosedur pencarian orang hilang di luar negeri?