Protes Joko Driyono Jadi Plt Ketum PSSI, Netizen Kumandangkan #JokdriOut
Ketua Umum PSSI Edy Rahmayadi (kiri) didampingi Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono (kanan) memberikan keterangan pers mengenai penghentian sementara kompetisi Liga I di Jakarta, Selasa (25/9/2018). (Antara - Reno Esnir)

Solopos.com, SOLO — Edy Rahmayadi menyatakan mundur dari jabatannya sebagai ketua umum (ketum) PSSI saat Kongres Tahunan PSSI yang digelar di Hotel Sofitel Nusa Dua, Badung, Bali, Minggu (20/1/2019). Mundurnya Edi Rahmayadi itu disusul dengan penetapan Wakil Ketua Umum PSSI, Joko Driyono alias Jokdri, sebagai pelaksana tugas (Plt) Ketua Umum PSSI.

Setelah sebelumnya membahana hashtag atau tanda pagar (tagar) #EdyOut untuk menuntut mundurnya Edy Rahmayadi, kini viral hashtag #JokdriOut untuk menuntut Joko Driyono melepas jabatannya sebagai Plt ketum PSSI. Di media sosial Twitter, hashtag #JokdriOut menempati peringkat kelima daftar trending topic hingga Minggu (20/1/2019) petang.

Warganet memprotes penetapan Joko Driyono sebagai Plt Ketum PSSI. Mereka menganggap PSSI tak akan bergerak ke arah lebih baik jika dipimpin seorang Joko Driyono.

Hashtag #JokdriOut menjadi trending topic di Twitter.

Beragam kicauan protes dikumandangkan netizen memenuhi daftar trending topic di Twitter. "Ketum PSSI diganti Joko Driyono. Sama aja bohong cuk. Lu lagi nglawak ye tong #JokDriOut," tulis pengguna akun Twitter @GreenSoul1927.

"Mending bubar ajah kalo gantinya cm orang ginian #JokdriOut," imbuh pengguna akun Twitter @bahtiar_wah.

"#jokdriout Edy mengundurkan diri diganti Jokdri ya sama aja boonggg," kicau pengguna akun Twitter @Alfinu3.

Aksi protes nyatanya bukan hanya menggema di media sosial. Dikabarkan Liputan6.com, Gabungan 14 elemen suporter di Indonesia menggelar aksi unjuk rasa di depan Hotel Sofitel, lokasi penyelenggaraan Kongres Tahunan PSSI. Mereka bahkan menuntut para pengurus PSSI yang saat ini menjabat untuk mengundurkan diri mengikuti jejak Edy Rahmayadi.

Mereka juga berteriak menuding Joko Driyono terlibat kasus pengaturan skor. "Yang pertama harus ditangkap siapa? Jokdri [Joko Driyono]," teriak demontran kompak.

Selain Jokdri, para suporter menyebut nama Iwan Budianto dan Ratu Tisha Destria yang menurut mereka harus bertanggung jawab atas kasus pengaturan skor.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom