Tutup Iklan

Protes Ganti Rugi Tol Solo-Jogja, Warga Bawa Spanduk hingga Pohon Pisang ke BPN Klaten

Aksi digelar menyikapi proses ganti kerugian tol Solo-Jogja yang sudah digelar di beberapa wilayah di Klaten yang dinilai tak sesuai harapan.

 Warga membawa belasan spanduk protes ganti rugi Tol Solo-Jogja di depan kantor BPN Klaten, Selasa (15/6/2021). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

SOLOPOS.COM - Warga membawa belasan spanduk protes ganti rugi Tol Solo-Jogja di depan kantor BPN Klaten, Selasa (15/6/2021). (Solopos-Taufiq Sidik Prakoso)

Solopos.com, KLATEN -- Sekelompok warga terdampak proyek tol Solo-Jogja menggelar aksi protes di depan kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Klaten, Selasa (15/6/2021).

Aksi protes itu dilakukan dengan memasang belasan spanduk mengatasnakaman warga dari desa-desa terdampak tol Solo-Jogja. Selain itu, mereka membawa pohon pisang hingga pepaya.

Sejumlah spanduk yang terpajang di antaranya bertulisan "Anda Untung Kami Buntung, Kami Menuntut Janji Negara Mengganti Tanah, Bangunan, dan Tanaman," dan aneka spanduk bernada protes lainnya. Aksi berlangsung tak sampai 30 menit.

Baca juga: Bledos! Kasus Covid-19 di Klaten Bertambah 146 Orang

Salah satu warga Desa Borangan, Kecamatan Manisrenggo, Klaten, Nugroho, 34, mengatakan aksi digelar menyikapi proses ganti kerugian tol yang sudah digelar di beberapa wilayah di Klaten. Dari proses itu, nilai ganti kerugian tak sesuai dengan harapan.

"Dari kabar-kabar yang saya dengar di Jungkare dan Kadirejo harga tanah dan tanaman tidak ada ajinya. Saya mendukung proyek jalan tol berjalan tetapi saya minta Pak Jokowi datang turun ke Klaten biar jelas," ungkap dia saat ditemui di sela aksi.

Minta Disesuaikan Harga Tanah

Nugroho mencontohkan ketidaksesuaian harga itu seperti nilai ganti kerugian tanaman di lahan terdampak tol.

"Harga tanaman itu hanya dihargai Rp4.000-Rp5.000 per tanaman. Kemudian masalah tanah di sana [di daerah wilayah timur Klaten yang sudah ada pembayaran ganti kerugian tol] ada yang dihargai Rp200.000-Rp300.000 per meter persegi. Sekarang harga tanah itu sudah Rp1 juta sampai Rp2 juta per meter persegi. Bagaimana nasib rakyat kecil. Saya tidak mau diintimidasi," kata dia.

Baca juga: Unik! Pak Bayan Randulanang Klaten Setel Radio Biar Kambingnya Nyaman

Berpatok pada pengalamannya terdampak pembangunan tower sutet, Nugroho menuturkan proses penggantian dihitung berdasarkan setiap tanaman.

"Harganya untuk pohon sengon itu Rp75.000-Rp100.000. Tetapi ini dihargai Rp4.000-Rp5.000 per tanaman," jelas dia.

Warga lainnya, Widodo, 56, minta agar nilai ganti kerugian lahan terdampak tol disesuaikan dengan harga tanah saat ini.

"Minimal dua sampai tiga kali lipat dari harga sekarang. Pengalaman di daerah yang sudah ada ganti kerugian per patok itu dihargai Rp300 juta-Rp400 juta padahal harga tanah sekarang itu sudah sampai Rp1 miliar per patok," tutur warga terdampak tol asal Desa Joton, Kecamatan Jogonalan itu.

Baca juga: Umbul Jolotundo dan Cerita Warga Takut Tanam Pohon Pisang di Karanganom Klaten

Kepala BPN Klaten, Agung Taufik Hidayat, mengatakan sebelumnya sudah ada pertemuan dengan perwakilan kepala desa dan warga terdampak ihwal ganti kerugian. Soal nilai ganti kerugian, Agung menuturkan tergantung dari Kantor Jasa Penilai Publik (KJPP) dalam melakukan appraisal.

"Kedepan kami harus hati-hati. Semua [penilaian ganti kerugian] sebenarnya tergantung dari KJPP. Keputusan appraisal itu mengikat dan final," jelas dia.

Agung menjelaskan saat musyawarah bentuk ganti kerugian tol warga pemilik lahan terdampak bisa menanyakan rincian.

"Kalau memang tidak puas silakan ajukan gugatan," jelas dia.

Agung mengatakan saat ini proses musyawarah bentuk ganti kerugian baru sudah dilakukan di 17 desa yang tersebar di Kecamatan Delanggu, Polanharjo, Karanganom, serta Ceper. Hingga kini belum ada gugatan ke pengadilan terkait pembayaran ganti kerugian.

Berita Terkait

Berita Terkini

Ngeri Lur! Eks Terminal Kartasura Jadi Lokasi Pesta Miras dan Esek-Esek

Lahan bekas Terminal Kartasura, Sukoharjo, yang mangkrak bertahun-tahun malah disalahgunakan untuk pesta miras dan mangkal PSK.

Pengakuan Pria Sragen Nekat Bakar Mobil Tetangga: Merasa Terganggu

Aaksi nekat bakar mobil tetangga tersebut dilakukan AN secara sadar tanpa melibatkan pihak lain dan tidak berkaitan dengan peristiwa di mana pun.

Asyik! 8 Mobil Listrik Bergaya Klasik Siap Antar Turis Keliling Solo

Pemkot Solo dapat bantuan delapan unit mobil listrik bergaya klasik untuk mengantar wisatawan blusukan tempat wisata di Kota Solo.

PTM di Wonogiri Tunggu Vaksinasi Siswa dan Guru Rampung

Wonogiri akan menggelar PTM jika seluruh murid dan guru selesai divaksinasi dan fasilitas pendukung memenuhi syarat.

Jumlah Petani Muda Makin Banyak

Gerakan menarik kaum muda di Kabupaten Klaten agar mau berkecimpung di dunia pertanian makin masif, salah satunya dilakukan Komunitas Petani Muda Klaten.

Jejak Limbah Ciu Hilang Tersapu Hujan, Kali Samin Sukoharjo Bersih Lagi

Air Kali Samin yang sempat berubah hitam karena tercemar limbah ciu dari sentra industi ciu Mojolaban dan Polokarto, Sukoharjo, kembali bersih.

Rp4 M Insentif Pemulasaraan Jenazah Covid-19 Karanganyar Belum Dibayar

Anggaran insentif pemulasaraan jenazah Covid-19 ini akan ditagihkan melalui Belanja Tak Terduga (BTT) APBD Kabupaten Karanganyar.

Harga Cabai dan Bawang Putih di Wonogiri Naik Tipis

Cabai merah besar, cabai keriting, rawit hijau, dan hijau besar di Wonogiri naik harga selama beberapa pekan terakhir.

145 Siswa 2 SMP di Sragen Mendadak Dites Antigen, Hasilnya...

Tes swab antigen kepada pelajar SMP dimulai Senin untuk antisipasi munculnya klaster sekolah atau pembelajaran tatap muka (PTM).

171 Siswa-Guru SDN Laweyan No 54 Solo Mendadak Dites Antigen, Ada Apa?

Sebanyak 171 siswa, guru, dan tenaga pendidik SDN Laweyan No 54 mendadak di tes swab antigen pada Senin (27/9/2021).

Hanya 2 Hari, Vaksinasi Covid-19 di 5 Lokasi Solo Ini Dapat Beras 5 Kg

Peserta vaksinasi Covid-19 di lima lokasi Kota Solo yang berlangsung selama dua hari, Senin-Selasa, mendapat bantuan beras 5 kg.

Lebihi Target, Vaksinasi di Boyolali Capai Lebih 50%

Percepatan vaksinasi terus dilakukan di Boyolali dengan pendekatan cukup agresif melalui tim di masing-masing desa.

6 KDRT Terjadi di Karanganyar, Ada Korban Alami Paksaan Hubungan Seks

Selain kekerasan seksual, dalam periode yang sama di Karanganyar juga terdapat 22 kekerasan terhadap anak yang dilaporkan.

Jekek Lanjutkan Program Beasiswa Mahasiswa Berprestasi Wonogiri

Joko Sutopo melanjutkan program karena mahasiswa penerima beasiswa sudah memberi kontribusi yang berdampak positif bagi warga dan pembangunan daerah.

29 Motor yang Disita Polisi Karanganyar Bisa Diambil, Ini Syaratnya!

Ada 29 sepeda motor yang tidak sesuai dengan spesifikasinya seperti tidak menggunakan spion, plat nomor dan menggunakan knalpot brong yang diamankan.