PROSTITUSI SEMARANG : Lokalisasi Sunan Kuning Dukung Indonesia Bebas Prostitusi 2019

Kamis, 21 Juli 2016 - 07:50 WIB Penulis: Imam Yuda Saputra Jibi Semarangpos.com Editor: Rahmat Wibisono | Solopos.com

SOLOPOS.COM - Pekerja seks komersil (PSK) Sunan Kuning mengikuti pengarahan dari LSM Lentera Asa di Balai RW 006, Kelurahan Kalibanteng, Semarang Barat, Semarang, Selasa (19/7/2016). (Imam Yuda S./JIBI/Semarangpos.com)

Prostitusi Semarang prakteknya dilakukan di Resosialisasi Argorejo atau yang akrab disebut Lokalisasi Sunan Kuning.

Semarangpos.com, SEMARANG — Resosialisasi Argorejo atau yang akrab dikenal dengan sebutan Lokalisasi Sunan Kuning siap mengikuti program pemerintah Indonesia yang mencanangkan Indonesia Bebas Prostitusi 2019.

Kepala Resosialisasi Argorejo, Suwandi, mengaku untuk menyukseskan program pemerintah itu, pihaknya bahkan sudah melakukan persiapan sejak dini.

“Untuk menghadapi program pemerintah itu kami sudah melakukan persiapan. Salah satunya dengan memberikan berbagai program pelatihan kepada para penghuni resosialisasi di sini [pekerja seks komersil atau PSK]. Harapannya, saat 2019 nanti seluruh PSK yang ada di sini sudah mentas dari pekerjaannya dan bisa diterima kembali di masyarakat,” beber Suwandi saat dijumpai Semarangpos.com di Balai RW 006, Kelurahan Kalibanteng, Kecamatan Semarang Barat, Selasa (19/7/2016).

Suwandi mengaku salah satu program unggulan yang diberikan kepada para warga binaannya adalah pelatihan tata boga. Program ini bahkan sudah mendapat dukungan dari Komisi Penanggulangan Aids Provinsi Jateng yang ditunjukkan dengan bantuan berupa peralatan memasak serta uang Rp350 juta. “Pelatihan tata boga itu akan dimulai medio Agustus nanti. Harapan kami setelah mendapat pelatihan ini, para PSK di sini bisa beralih profesi ke bidang tata boga,” imbuh Suwandi.

Suwandi menambahkan selain menargetkan bebas PSK pada 2019, pihaknya juga berharap jumlah PSK di lokalisasi binaannya itu akan berkurang sekitar 40% pada 2017 nanti. “Saat ini ada sekitar 568 PSK yang beroperasi di sini. Target kami di 2017 nanti, 40% di antaranya bisa mentas atau pensiun dari pekerjaannya dan kembali ke masyarakat,” harap Suwandi.

 

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Hanya Untuk Anda

Inspiratif & Informatif
HEADLINE soloraya Breaking News: Tim Densus 88 Antiteror Tangkap Terduga Teroris di Sukoharjo 8 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Menurut Survei, Layanan TBC di Kabupaten Karanganyar Dinilai Baik 9 menit yang lalu

HEADLINE lifestyle Diharamkan MUI Jember, Ini Asal Usul Joget Pargoy yang Viral di Tiktok 11 menit yang lalu

HEADLINE foto Pengecatan Ulang Atap Gedung Nusantara, DPR Anggarkan Rp4,5 Miliar 13 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Kasus Kecelakaan Tunggal di Jl. Slamet Riyadi Solo Masih Proses Mediasi 19 menit yang lalu

HEADLINE foto Jenazah Kopilot Helikopter Jatuh Briptu Lasminto Dimakamkan di Serang Banten 30 menit yang lalu

HEADLINE soloraya 4 Kali Dibobol Maling, Kapolres Klaten Datangi Angkringan Mas Bro 31 menit yang lalu

HEADLINE news Profil Veronica Yulis Prihayati, Wanita Berpangkat AKBP dan Tugas di Baharkam 35 menit yang lalu

HEADLINE soloraya Ada 2 Usulan, Keputusan UMK Karanganyar 2023 Kini di Tangan Bupati 36 menit yang lalu

HEADLINE lifestyle Apa Itu Joget Pargoy yang Diharamkan MUI Jember? Berikut Penjelasannya 41 menit yang lalu

HEADLINE bisnis Bertabur Hadiah dan Promo Menarik, Candi Vaganza Exhibition Kembali Digelar 46 menit yang lalu

HEADLINE news Rekrutmen Bersama BUMN Batch 2 akan Dibuka, 30 Perusahaan BUMN Ikut Partisipasi 55 menit yang lalu

HEADLINE lifestyle Sederet Alasan MUI Jember Haramkan Joget Pargoy, Goyangan yang Viral di Tiktok 1 jam yang lalu

HEADLINE foto Edukasi Antikorupsi, 80.000 Siswa di Jambi Cetak Rekor MURI Bermain Cingkling 1 jam yang lalu

HEADLINE soloraya Selamat! Solopeduli Terima Dua Penghargaan dalam IFA 2022 1 jam yang lalu