PROSTITUSI ARTIS : TM Tak Tutupi Wajah Saat Diperiksa Polisi

PROSTITUSI ARTIS : TM Tak Tutupi Wajah Saat Diperiksa Polisi

SOLOPOS.COM - Mucikari berinisial RA ketika rilis praktek prostitusi privat atau kelas atas di Polres Jakarta Selatan, Jakarta, Sabtu (9/5/2015). Dari pengungkapan kasus prostitusi dengan tarif Rp 80 Juta hingga Rp 200 Juta tersebut polisi juga mengamankan saksi berinisial AA. (JIBI/Solopos/Antara/Reno Esnir)

Prostitusi artis yang menyeret nama TM tak membuatnya sembunyi-sembunyi seperti AA.

Solopos.com, JAKARTA – Polisi memeriksa seorang perempuan berinisial TM terkait kasus prostitusi artis dengan tersangka Robbie Abbas (RA). Status TM saksi. “Kamu cari tahu sendiri siapa dia,” jelas Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Audie Latuheru, Rabu pagi saat ditanyakan soal nama TM.

Sayangnya Polisi tak mau memerinci karena status TM hanya saksi dalam kasus ini. TM diperiksa pada Selasa (26/5/2015) selama tiga jam di Mapolres Jaksel. “Dia ada dalam daftar nama RA,” urai Audie memberi penjelasan, seperti dilansir Detik.

Diperiksa Polres Jaksle, ternyata TM tak seperti AA yang berusaha menutupi wajah ketika berada di Mapolres.

Seperti diketahui, saat diciduk pada 8 Mei lalu, AA tampak menunduk dan sweater ber-hoddie yang selalu menutupi kepalanya. Meski dalam pemberitaan yang beredar wajah AA tampak jelas.

Dilansir Liputan6, Sabtu (30/5/2015), menurut petugas, TM yang diperiksa pada Selasa (26/5/2015) lalu itu tak berusaha untuk menutupi wajahnya.

"Pas pemeriksaan tidak ditutupi kok wajahnya. Seperti biasa saja pemeriksaannya terkait kejahatan yang dilakukan RA,"? terang Ipda Alva selaku Kasubnit Perjudian dan Asusila di kantornya, Jumat (29/5/2015).

Semakin lama, sosok TM yang disebut-sebut artis terkenal itu semakin terkuak. Pengacara Robbi, Pieter Ell menguraikan ciri-ciri TM.

TM disebutnya merupakan artis sinetron dan FTV. Pieter juga menyebut mantan kekasih TM juga merupakan artis yang sudah menikah tahun lalu.

Berita Terkait

Berita Terkini

Tegas! Bupati Karanganyar Usul Penanganan Covid-19 Serahkan ke Pemda Saja

Bupati Karanganyar, Juliyatmono, mengusulkan penanganan Covid-19 diserahkan kepada pemda setempat.

Pemkot Jogja Ingatkan Warganya Tidak Lakukan Takbir Keliling

Pemkot Jogja melarang warganya menggelar takbir keliling. Takbir hanya boleh dilaksanakan di masjid di wilayah masing-masing.

Lebaran 2021: Jumlah Pemudik ke Sukoharjo Lebih Sedikit Dibanding Tahun Lalu

Jumlah perantau yang mudik ke Sukoharjo pada Lebaran kali ini lebih sedikit daripada tahun 2020.

Jelang Lebaran, Satpol PP Klaten Garuk 3 Pasangan Tak Resmi di Hotel Melati

Tim gabungan menyasar ke sejumlah hotel melati di kawasan kota dan Klaten bagian timur, total hotel yang disasar mencapai empat sampai lima hotel.

ABG Sopir VW Kuning Penabrak Polisi di Pos Penyekatan Klaten Mediasi dengan Korban, Hasilnya?

ABGpenabrak polisi di pos penyekatan pemudik di Klaten dengan mobil VW kuning telah menjalani mediasi dengan korban.

Jangan Sembrono Makan! 5 Penyakit Ini Rentan Muncul Pasca Lebaran

Inilah lima penyakit yang rentan muncul pasca Lebaran karena konsumsi makanan yang tak terkontrol saat Hari Raya Idulfitri.

Libur Lebaran 2021, Ini Jasa Pengiriman yang Tetap Beroperasi

Meski masa libur lebaran, beberapa ekspedisi pengiriman barang diantaranya Pos Indonesia dan JNE tetap beroperasi.

Mercedes Benz Siapkan Van Listrik EQT Concept

Mercedes-Benz memperkenalkan van listrik untuk keluarga meskipun masih dalam bentuk konsep.

Kapan Waktu Terbaik untuk Minum Susu, Sebelum atau Sesudah Makan?

Adakah waktu yang tepat untuk minum susu agar penyerapan nutrisinya maksimal?

Geger Warga India Positif Covid-19, Kantor Imigrasi Pastikan Tidak Ada Penambahan WNA di Soloraya

137 Orang WNA India berada di kawasan Soloraya, rata-rata mereka bekerja sebagai ahli di bidang tertentu misalnya garmen.

Polres Bantul Masih Kesulitan Melacak Keberadaan R Terkait Kasus Satai Beracun

Polres Bantul belum mampu mengungkap keberadaan R terkait kasus satai beracun. Polisi kesulitan melacak karena handphone R mati.

Hamil di Luar Nikah, Pelajar SMK Magelang Gugurkan Janin 8 Bulan

Pelajar SMK nekat melakukan aborsi pada janin 8 bulan yang ia kandung. Warga menemukan janin yang ia kubur dan melaporkannya ke polisi.