PROSTITUSI ARTIS : Nikita Mirzani Beberkan Ada Artis FTV Nyambi Jadi PSK

PROSTITUSI ARTIS : Nikita Mirzani Beberkan Ada Artis FTV Nyambi Jadi PSK

SOLOPOS.COM - Nikita Mirzani (Liputan6.com)

Prostitusi artis dibicarakan di salah satu episode ILC TV One. Bintang tamunya, Nikita Mirzani membeberkan teman-temannya yang nyambi jadi PSK.

Solopos.com, JAKARTA – Sensasi artis Nikita Mirzani kembali muncul saat dirinya tampil di acara Indonesia Lawyers Club (ILC) TV One. Nikita bicara blak-blakan soal prostitusi artis yang belakangan banyak diberitakan.

Ditanya pembawa acara, Karni Ilyas, Nikita membeberkan sejumlah hal yang diketahuinya. Salah satunya adalah tawaran esek-esek yang pernah menghampirinya.

"Aku sih enggak munafik, pernah. Waktu itu melalui telepon, pas lagi heboh-hebohnya main film, tapi aku enggak mau," tegasnya.

Di acara ILC TV One yang tayang Selasa (19/5/2015) itu, Nikita juga tak mengakui banyak temannya yang terjun ke bisnis prostitusi artis.

"Ada sih beberapa ada teman Niki yang bukan artis, cuma ikut beberapa kali FTV. Mereka tuh pengin ikut-ikutan kayak artis yang sudah naik daun. Mereka mau tas mahal yang harganya ratusan juta, akhirnya mereka sidejob-nya melakukan itu," cerita Nikita Mirzani.

"Kadang mereka syuting hanya sebagai figuran, satu-dua scene untuk menaikkan dirinya. Itu nyata, ada yang seperti itu," lanjutnya.

Untuk urusan tarif, menurut Niki semuanya tergantung pada popularitas sang artis sendiri. Beberapa artis ternama bahkan mampu mengantongi Rp300 Juta rupiah untuk satu kali aksi.

"Kalau tarif-tarifan kayak gitu sih Niki sebenarnya kurang terlalu paham. Ada sih beberapa teman-teman artis yang harganya sampai Rp200 juta, Rp300 juta, segitu biasanya untuk orang yang sudah sangat-sangat terkenal," tambah Nikita.

Namun, uang ternyata tidak melulu jadi hal yang utama. Ditambahkan Nikita, artis terkenal biasanya hanya mau bekerjasama dengan orang-orang yang dikenalnya saja. "Kadang-kadang artis sendiri biasanya enggak mau kalau enggak kenal sama orangnya. Kalau orang baru biasanya dia enggak mau," tandas Nicky.

Berita Terkait

Berita Terkini

Masjid Istiqlal Batal Gelar Salat Id

Imam Besar Masjid Istiqlal Jakarta, Nasaruddin Umar, mengatakan pilihan membatasi jemaah tak bisa dilakukan sebab kapasitas maksimal masjid 250.000 orang dan 10 Persen dari jumlah itu masih terlalu banyak.

Antisipasi Keramaian, Pemkot Solo Swab Acak Pengunjung di 3 Mal

Pemerintah Kota Solo melakukan swab acak kepada pengunjung dan pegawai di tiga mal Kota Solo pada Senin (10/5/2021) sore.

GEMBIRA, Rahasia Kak Seto Bisa Parkour di Usia 70 Tahun

Di usia nyaris 70 tahun, Kak Seto masih sanggup parkour.

Resmi! KPK Nonaktifkan Novel Baswedan dan 74 Pegawai

Penyidik senior KPK, Novel Baswedan, bersama 74 pegawai KPK lainnya dinyatakan tidak lolos TWK dan dinonaktifkan KPK.

Ganjar Perkirakan Kasus Covid-19 di Jateng Bakal Naik Seusai Lebaran

Seluruh kepala daerah tidak boleh lengah, meski pun kasus Covid-19 di Jateng tengah mengalami tren menurun.

Memoles Perhiasan Lama Terlihat Gilap Seperti Baru, Catat Tipsnya!

Memoles Perhiasan Lama Tampak Gilap Seperti Baru

Keracunan Massal Karangpandan: 29 Orang Masih Dirawat Di RS Dan Puskesmas

Sebanyak 29 orang dari total 55 korban keracunan massal Puntukringin, Gerdu, Karangpandan, Karanganyar, masih dirawat di RS dan puskesmas

Wisatawan Luar Daerah Boleh Piknik ke Objek Wisata Klaten Saat Lebaran 2021

Pemkab Klaten tidak membatasi daerah asal pengunjung yang ingin datang ke objek wisata di wilayah Kabupaten Bersinar saat Lebaran 2021.

Pemudik Ini Tiba-Tiba Kesurupan saat Dihentikan Petugas di Pos Penyekatan

Dalam video itu terlihat seseorang yang memakai ikat batik berteriak sambil melakukan gerakan tak biasa.

Mengenal Prepekan, Tradisi Berbelanja Jelang Lebaran di Pasar Tradisional

Dalam tradisi menjelang Lebaran di wilayah Sragen ada istilah yang dikenal dengan sebutan prepekan. Tradisi prepekan itu adalah tradisi orang Jawa berbelanja ke pasar untuk memenuhi kebutuhan saat Lebaran.

Plosorejo Karanganyar Sempat Masuk Zona Merah Covid-19, Ternyata Klaster Ini Penyebabnya

Desa Plosorejo, Kecamatan Matesih, Karanganyar, sempat masuk zona merah risiko Covid-19 karena ada satu klaster dengan 18 kasus positif.

Ini Kriteria Botol Air Minum Kemasan yang Aman dan Sehat

Sebagai pembeli kita harus jeli memperhatikan kualitas botol air minum kemasan.