Proses Hukum Terhadap Anak Sering Bikin Trauma

 Ilustrasi aparatur penegah hukum. (dreamstime.com/royalty-free vector)

SOLOPOS.COM - Ilustrasi aparatur penegah hukum. (dreamstime.com/royalty-free vector)

Aak seringkali tidak mendapat perlakuan manusiawi.

Harianjogja.com, SLEMAN— Anak di bawah umur yang berhadapan dengan hukum sering mendapatkan perlakuan yang tidak manusiawi. Perlu upaya alternatif penyelesaian masalah anak melalu peningkatan komunikasi, informasi dan keterbukaan.

PromosiRekomendasi Merek Jeans Terbaik Pria & Wanita, Murah Banget!

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Sleman, Aiptu Eko Mei Purwanto terkait penerapan prinsip Konvensi Hak Anak yang telah diadopsi dalam Undang Undang No.35/2014 tentang Perlindungan Anak. “Proses pidana dalam sistem peradilan formal yang dialami anak akan membawa trauma,” ujarnya di Sleman, Sabtu (28/10/2017).

Hal ini tentunya akan berpengaruh buruk terhadap masa depan anak anak, khususnya ketika anak terpaksa harus ditahan atau dipenjara. Meski demikian, Aiptu Eko menilai sudah ada upaya dari pemerintah untuk memberikan hak anak sebagai kebijakan terbaik dalam menjalani proses hukum yang diperlukan.

Pemkab Sleman sendiri saat ini sedang membuat nta kesepahaman terkait pelaksanaan Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) terpadu dengan Alat Penegak Hukum (APH). Pihak terkait sebelumnya telah melakukan sejumlah pertemuan guna pelaksanaan SPPA ini.

Kesepakatan ini disusun guna memberikan perhatian pada anak yang terlibat kasus pidana baik sebagai pelaku maupun korban. Sekretaris Dinas P3AP2KB Sleman, Puji Astuti mengatakan koordinasi tersebut dilakukan agar penanganan anak yang sedang berhadapan dengan hukum dapat dilakukan sesuai peraturan perundang-undangan.

“Hukum bukan sesuatu yang menakutkan tapi sesuatu yang harus ditaati. Melalui forum ini diharapkan penanganan anak pada kasus hukum tidak harus dilakukan secara formal namun bisa dilakukan dengan pendekatan tanpa meninggalkan hak-hak mereka,” katanya. Sleman juga menjadi pilot project bersama sejumlah kabupaten/kota lainnya untuk penerapan SPPA terpadu ini.

Daniel Kristanto Sitorus, jaksa dari Kejari Sleman menjelaskan bahwa terkait dengan UU No. 11/2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak menurutnya perlu adanya perubahan paradigma dalam penanganan anak yang berhadapan dengan hukum. “Tujuan dalam UU SPPA yaitu memberikan perlindungan dan rehabilitasi sosial bagi ABH dengan mengutamakan pendekatan, keadilan restoratif, serta agar penanganannya lebih terintegrasi dan terkoordinasi,” jelas Daniel.

Lebih lanjut, prinsip penerapan UU SPPA yaitu non diskriminasi, kepentingan terbaik bagi anak, menjamin tumbuh kembang dan partisipasi anak, serta penahanan dan proses peradilan formal merupakan upaya terakhir yang ditempuh dalam menangani permasalahan hukum pada anak.

Simak berbagai berita pilihan dan terkini dari Solopos.com di Grup Telegram "Solopos.com Berita Terkini". Klik link https://t.me/soloposdotcom kemudian join/bergabung. Pastikan Anda sudah menginstall aplikasi Telegram di ponsel.

Solopos.com Berita Terkini

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Espos Plus

      Komunikasi dan Sinergi Kunci Menghadapi Ancaman Krisis Pangan

      + PLUS Komunikasi dan Sinergi Kunci Menghadapi Ancaman Krisis Pangan

      Sinergi yang kuat dan komunikasi efektif menjadi unsur penting dalam upaya mempercepat diseminasi informasi melalui kanal milik instansi pemerintah untuk menghadapi ancaman krisis pangan.

      Berita Terkini

      Lestarikan Budaya, Ratusan Pemanah Ikuti Lomba Jemparingan di Solo

      Lomba diikuti ratusan pemanah dalam rangka memeriahkan HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia

      Profil Denny Siregar yang Tolak Jabatan Komisaris BUMN

      Berikut ini profil Denny Siregar yang trending di Twitter gara-gara menolak jabatan komisaris BUMN.

      Rudy Buka Lomba Paduan Suara PDIP Solo, Hadiahnya Rp40 Juta Lur!

      Eks Wali Kota Solo FX Hadi Rudyatmo membuka lomba paduan suara yang digelar DPC PDIP Solo berhadiah total Rp40 juta.

      Komunikasi dan Sinergi Kunci Menghadapi Ancaman Krisis Pangan

      Sinergi yang kuat dan komunikasi efektif menjadi unsur penting dalam upaya mempercepat diseminasi informasi melalui kanal milik instansi pemerintah untuk menghadapi ancaman krisis pangan.

      Songsong Generasi Emas, 34 Sekolah di Jateng Ikuti Program Gesid

      Danone Indonesia bersama Lembaga Pengembangan Teknologi Pedesaan (LPTP) Surakarta melakukan kick off program Generasi Sehat Indonesia (Gesid) di Kabupaten Klaten, Kabupaten Magelang, dan Kota Semarang.

      Meriahkan HUT RI, Pecinta Ontel Tampil Nyentrik Susuri Jalan di Jakarta

      Ajang berkumpulnya komunitas dan pecinta ontel dari berbagai daerah di Indonesia

      Seru! Lomba Mewarnai & Fashion Show Anak di Sragen, Biar Tambah PD

      Seratus anak mengikuti lomba mewarnai dan fashion show di Front One Hotel Sragen pada Minggu (14/8/2022).

      Kunjungi Pasar di Surabaya, Mendag Janji Turunkan Harga Telur & Terigu

      Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan saat ini mengaku fokus mengupayakan stabilitas harga telur dan tepung terigu sekaligus mencari penyebab kenaikannya.

      Terbanyak untuk Honor Panitia, Anggaran Pilkada Gunungkidul Rp73 Miliar

      Anggaran Pilkada 2024 di Kabupaten Gunungkidul diperkirakan mencapai Rp73 miliar.

      Jadwal Liga 1 Hari Ini, Persis Solo Kembali ke Stadion Manahan

      Persis Solo akan melawan Persita Tangerang pada pukul 18.15 WIB di Stadion Manahan Solo.

      Profil Ariel Tatum, Lawan Main Nicholas Saputra di Sayap-Sayap Patah

      Profil Ariel Tatum sebagai entertainer juga dihiasi kiprahnya di dunia tarik suara.

      Begini Cara Tukang Pungut Sampah di Sragen Peringati HUT ke-77 RI

      Para pemungut sampah di Sragen tergabung dalam Paguyuban Lingkungan Asri (PLA) bersama Lazismu Sragen memiliki cara unik memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-77 RI.

      Jamnas Pramuka 2022 Dibuka di Buperta Cibubur, Diikuti 11.000 Peserta

      Diselenggarakan 14 Agustus - 21 Agustus 2022 dengan tema Ceria, Berdedikasi dan Berprestasi

      Tak Cuma Penjual, Pembeli Lahan Bong Mojo Solo juga Bisa Dijerat Pidana

      Tak hanya penjual, warga yang membeli lahan milik Pemkot Solo di Bong Mojo, Jebres, juga bisa dijerat KUHP maupun perdata.

      Harga Tepung Terigu di Wonogiri Tembus Rp265.000 per Sak, Penyebabnya?

      Harga tepung terigu di Kabupaten Wonogiri menembus Rp265.000 per atau per 25 kilogram (kg).