PROLIGA 2015 :  Musim Ini Putri Vita Solo Absen
Para pemain dan jajaran pelatih Vita Solo memamerkan medali perunggu yang mereka dapatkan seusai dinobatkan sebagai juara ketiga di Liga Voli Indonesia (Livoli) Divisi I di GOR Bhuana Patra, Bali, Sabtu (2/11/2014) malam. Istimewa/Dok/JIBI

Proliga 2015 akan kembali bergulir. Namun pada musim kompetisi bola voli paling bergengsi di Indonesia ini tidak akan diikuti oleh Putri Vita Solo.

Solopos.com, SOLO – Perhelatan kejuaraan nasional bola vola Proliga musim ini tak akan diramaikan oleh peserta dari Kota Solo. Selain itu, musim ini kompetisi Proliga juga tidak ada satu seri pun yang digelar di Kota Bengawan. Para pemain putri asal klub bola voli Kota Solo, Vita juga absen.

Kejuaraan yang akan mempertemukan klub-klub voli terbaik di Tanah Air ini rencana digelar 6 Februari-19 April mendatang. Sebanyak enam seri yang dibagi dalam dua putaran plus babak final four dan grand final dipertandingkan dalam kejuaraan yang diikuti 12 klub ini.

Berbeda dari tahun-tahun sebelumnya, kali ini Kota Solo tak mendapat jatah sebagai tuan rumah. Keenam seri akan digelar secara berurutan di Balikpapan, Palembang, DI Yogyakarta, Gresik, Probolinggo dan Jakarta.

Absennya Kota Solo ini tampaknya menular pada klub bola volinya, terutama di sektor putri. Jika tahun-tahun sebelumnya Vita Solo banyak menyumbang pemainnya, kali ini tak ada satu pun pemainnya yang direkrut oleh satu dari ketujuh tim yang berlaga di kelompok putri.

“Musim ini pemain putri kami tidak ada yang direkrut oleh peserta Proliga. Mungkin secara kualitas individu pemain kami tidak ada yang memenuhi kebutuhan klub-klub Proliga,” ujar Pelatih Vita Solo, Agus Suyanto, saat dihubungi Espos, Rabu (28/1).

Prestasi Vita Solo musim ini sebenarnya cukup mentereng. Tim ini mampu menembus final Divisi I Livoli 2014, November lalu, yang membawanya promosi ke Divisi Utama (DU) musim ini.

Meski demikian, kesuksesan itu tampaknya tak menjamin para pemainnya menjadi incara para peserta Proliga 2015. Sempat menjalani seleksi bersama salah satu tim Proliga, Jakarta BNI 46, para pemain Vita gagal menembus skuat utama.

“Mungkin yang dicari tim-tim Proliga adalah pemain yang memiliki kualitas individu secara komplet. Sementara saat ini kami lebih fokus dalam kerja sama tim,” imbuh Agus.

Dengan absen dari Proliga, Agus menilai ada keuntungan dan kerugian yang diperoleh para pemainnya. Keuntungan, timnya bisa lebih fokus mempersiapkan diri untuk tampil di DU 2015 yang akan digelar medio Oktober nanti.

“Sementara sisi negatifnya para pemain kami jadi tidak memiliki kesempatan menambah jam terbang di kompetisi profesional. Selain itu mereka juga tidak bisa merasakan tampil menghadapi para pemain asing,” beber Agung.

Jika di sektor putri Vita Solo tak menyumbangkan atletnya di Proliga musim ini, hal berbeda terjadi di kelompok putra. Tim putra Vita Solo menyumbangkan dua pemainnya, Aji Maulana (tosser) dan Dani Anggriawan (quicker) yang saat ini membela klub Jakarta Pertamina. (Imam Yuda Saputra/JIBI)


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya



Kolom

Langganan Konten

Pasang Baliho