Program Para Calon Bupati Klaten: Berbagai Kartu Sakti hingga Turunkan Kemiskinan

Para calon bupati dan calon wakil bupati di Pilkada Klaten 2020 sudah menyiapkan program untuk ditawarkan ke masyarakat.

SOLOPOS.COM - Logo KPU. (Instagram-@kpujateng)

Solopos.com, KLATEN — Pasangan calon bupati (cabup) dan calon wakil bupati (cawabup) tancap gas menjelang masa pendaftaran kontestasi Pilkada Klaten 2020. Dari membentuk tim pemenangan hingga menawarkan program dilakukan para calon bupati dan calon wakil bupati Klaten.

Ada tiga pasangan calon yang memastikan diri bakal maju dalam kontestasi Pilkada Klaten 2020. Ketiga pasangan calon itu adalah Arif Budiyono-Harjanta (ABY-HJT), dan One Krisnata-Muhammad Fajri (ORI), dan Sri Mulyani-Aris Prabowo (SIAP).

Hari Ini Dalam Sejarah: 12 Agustus 1099, Perang Salib I Berakhir

ABY-HJT diusung PKB (empat kursi di DPRD Klaten), PAN (empat kursi di DPRD Klaten), PPP (tiga kursi di DPRD Klaten), Partai Nasdem (satu kursi di DPRD Klaten), Partai Hanura, PSI, Partai Garuda, Partai Berkarya, serta Perindo. ORI didukung Partai Demokrat (tiga kursi), PKS (lima kursi), dan Partai Gerindra (lima kursi), dan PBB. Sedangkan SIAP diusung PDIP (19 kursi), serta Partai Golkar Klaten yang memberi sinyal bakal kembali merapat mengusung SIAP.

ABY-HJT

Pasangan ABY-HJT menyatakan berbagai persiapan sudah dilakukan seperti menggencarkan sosialisasi hingga membentuk tim pemenangan. Selain itu, pasangan calon tersebut mengaku sudah menyiapkan visi dan misi menjelang pendaftaran pasangan calon ke KPU pada 4 September mendatang.

Selain itu, calon bupati dan calon wakil bupati Klaten itu sudah menyiapkan program pendukung, yakni Kartu Kasekten. Dalam satu kartu, ada 20 variabel seperti kartu Klaten pintar, kartu Klaten sehat, kartu Klaten bersih, kartu Klaten makmur, kartu Klaten moncer, dan variabel lainnya.

Petugas Makamkan Korban Covid-19 Pakai Tangan karena Warga Takut Pinjamkan Cangkul

Program pendukung itu disampaikan ABY saat deklarasi pencalonan ABY-HJT di Kecamatan Tulung, Minggu (9/8/2020). Dikonfirmasi Solopos.com pada Selasa (11/8/2020), ABY mengatakan Kartu Kasekten menjadi salah satu program yang ditawarkan selain menyiapkan program lain.

"Iya [menjadi salah satu program yang ditawarkan]. Nantinya akan kami jelaskan secara gamblang [masing-masing variabel]," kata ABY.

ORI

Pasangan ORI juga sudah mempersiapkan tim pemenangan. Potensi parpol pengusung dan pendukung dimaksimalkan selain menggandeng berbagai sukarelawan.

Soal program yang bakal ditawarkan, calon salah satu calon bupati Klaten itu mengatakan bakal disampaikan saat pendaftaran pasangan calon. "Kami programnya pada 4 September mendatang saja. Yang jelas ada perekonomian, pendidikan, pertanian, dan lain-lain. Kuncinya mengedepankan kemakmuran dan kesejahteraan masyarakat," kata One.

SIAP

Sementara itu, pasangan Sri Mulyani-Aris Prabowo juga menyatakan berbagai persiapan jelang Pilkada Klaten 2020 sudah dilakukan. Salah satunya konsolidasi internal PDIP dari tingkat ranting hingga anak ranting.

Presiden Filipina Mau Jadi Tikus Percobaan Vaksin Covid-19 Rusia

Soal program yang ditawarkan, calon bupati petahana Klaten tersebut mengatakan sudah ada program yang dijalankan selama menjabat bupati. Ia menyatakan fokus program yang ditawarkan diantaranya menurunkan angka kemiskinan serta mengangkat potensi wisata di Klaten menjadi salah satu fokus untuk empat tahun mendatang.

"Terutama memang Klaten harus keluar dari zona merah kemiskinan walau setiap tahun bertahap angkanya turun dan tentunya pengangguran. Dan kami berharap Klaten benar-benar menjadi kota tujuan. Penurunan angka kemiskinan dan mengangkat potensi wisata menjadi fokus untuk menyusun program selanjutnya," kata Mulyani.

Berita Terbaru

Mendagri Larang Pengumpulan Massa saat Penetapan Calon Kepala Daerah

Solopos.com, JAKARTA -- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian melarang pengumpulan massa saat tahapan penetapan dan pengundian nomor...

Gerakan Coblos Kotak Kosong Mulai Menggeliat di Sragen

Solopos.com, SRAGEN - Target angka partisipasi 77,5% untuk Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU)...

Pilkada Sukoharjo: Tim Pemenangan Etik-Agus Laporkan Sejumlah Akun Medsos Ke Polisi, Kenapa?

Solopos.com, SUKOHARJO -- Tim pemenangan pasangan calon bupati-calon wakil bupati Pilkada Sukoharjo 2020, Etik Suryani-Agus Santosa atau Etik-Agus melaporkan...

KPU Wonogiri Imbau Tim Pemenangan Paslon Bentuk Satgas Covid-19

Solopos.com, WONIGIRI -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Wonogiri mengimbau kepada kedua paslon bupati dan wakil bupati Wonogiri pada pilkada...

Pemkab Klaten Klaim Belum Ada Laporan Pelanggaran Netralitas PNS di Pilkada

Solopos.com, KLATEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten mengaku belum pernah memperoleh laporan pelanggaran netralitas aparatur sipil negara (ASN) atau...

DPS Pilkada Solo 2020: Perempuan Lebih Banyak Ketimbang Laki-Laki

Solopos.com, SOLO -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Solo mengumumkan daftar pemilih sementara atau DPS Pilkada Solo 2020 sebanyak 419.287...

Pilkada Solo: Paslon Bajo Bidik Nomor Urut 01, Ini Alasannya

Solopos.com, SOLO -- Tim pemenangan pasangan cawali-cawawali dari jalur perseorangan, Bagyo Wahyono-FX Supardjo alias Bajo, membidik nomor urut 01...

Calon Tunggal dan Kotak Kosong akan Diperlakukan Setara di Pilkada Sragen

Solopos.com, SRAGEN—Penyelenggara Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sragen 2020 tidak boleh berat sebelah dalam sosialisasi antara pasangan calon bupati-calon wakil...

Kekayaan Cabup Boyolali Said Hidayat Hampir Rp4 Miliar, Tanpa Utang Lho!

Solopos.com, BOYOLALI -- Calon bupati tunggal di Pilkada Boyolali, Mohammad Said Hidayat (Said), tercatat memiliki kekayaan senilai hampir Rp4...

Jika Jadi Wali Kota Solo, Ini Kata Gibran Soal Program 3WMP Andalan Rudy

Solopos.com, SOLO -- Pasangan Wali Kota Solo dan Wakil Wali Kota Solo, FX Hadi Rudyatmo dan Achmad Purnomo, terkenal...