Kategori: Wonogiri

PROGRAM KELUARGA HARAPAN : Penerima PKH di Wonogiri Bertambah 14.132 Keluarga Miskin


Solopos.com/Rudi Hartono/JIBI/Solopos

Program Keluarga Harapan diberikan kepada keluarga sangat miskin dan keluarga miskin.

Solopos.com, WONOGIRI — Penerima bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) tahap IV 2016 di Wonogiri bertambah 14.132 keluarga dari tahap sebelumnya. Nilai bantuan yang disalurkan tahap terakhir tahun ini mencapai Rp11,823 miliar atau naik tiga kali lipat.

Koordinator PKH Jawa Tengah III, Titi Puji Lestari, saat ditemui di Wonogiri, akhir pekan lalu, menyampaikan penerima bantuan pada tahap III tercatat 12.541 keluarga dengan nilai bantuan Rp3,7 miliar. Pada tahap terakhir tahun ini bertambah sebanyak 14.132 keluarga dengan nilai bantuan Rp11,823 miliar.

Ia menyebut bantuan direncanakan disalurkan melalui Kantor Pos, Kamis (8/12/2016) mendatang. Penerima bantuan bertambah karena pemerintah pusat menambah kuota penerima di tiap daerah yang sebelumnya 5 persen dari total keluarga miskin menjadi 11 persen.

“Sebelumnya penerima bantuan hanya keluarga sangat miskin [KSM]. Mulai tahap IV dan selanjutnya penerima manfaat ditambah dengan cakupan lebih besar, yakni keluarga miskin. Nama penerimanya pun juga lain. Jika sebelumnya KSM kini menjadi KPM [keluarga penerima manfaat],” kata Titik.

Data tambahan penerima bantuan dikirim langsung dari Pusat Data dan Informasi (Pusdatin) Kementerian Sosial. Data diterima dua kali dengan total penerima 20.031 KPM. Setelah diverifikasi tercatat ada 14.132 KPM yang berhak menerima bantuan. Titik menginformasikan total penerima bantuan pada 2016 sebanyak 26.694 keluarga dengan nilai bantuan mencapai Rp29,653 miliar.

Dia melanjutkan, PKH mulai tahap IV ini selain untuk ibu hamil (bumil), anak SD, SMP, dan SMA, juga akan mengaver bantuan bagi orang lanjut usia (lansia) minimal 70 tahun dan difabel berat atau orang yang hanya bisa hidup dari bantuan. Nilai bantuan untuk orang lansia Rp1,9 juta/tahun dan difabel berat Rp3,1 juta/tahun.

Bantuan untuk empat komponen lama masih sama, yakni bumil Rp1,2 juta/tahun, anak SD Rp450.000/tahun, anak SMP Rp750.000/tahun, dan anak SMA Rp1 juta/tahun. Bantuan diberikan kepada maksimal tiga komponen penerima dalam satu keluarga.

Apabila sekeluarga terdapat lebih dari tiga komponen penerima, dipilih tiga komponen yang nilai bantuannya terbesar. Bantuan disalurkan empat tahap setiap tahun.

“Jumlah penerima tiap tahap berbeda, karena pendamping selalu memverifikasi. PKH ini program bantuan tunai bersyarat. Pemberiannya sesuai progres kondisi penerima. Misal, ada penerima tak aktif memeriksakan kesehatan kehamilan atau absen di sekolahnya kurang, bantuan akan dipotong melalui sistem. Sistem memastikan penerima benar-benar valid sehingga penyalurannya tetap sasaran,” terang dia.

Share
Dipublikasikan oleh
Rohmah Ermawati