Angga Fauzan Maksimalkan Teknologi Demi Pemerataan Pendidikan Anak

Angga Fauzan - Dokumentasi Pribadi
05 April 2019 04:00 WIB Nadia Lutfiana Mawarni Profil Share :

Solopos.com, BOYOLALI - Kemajuan teknologi terus merebak ke berbagai bidang termasuk terkait panduan pengasuhan dan pendidikan anak. Salah satunya berwujud kreasi dari Angga Fauzan, 25, anak muda asal Kecamatan Cepogo, Boyolali. Alumnus Jurusan Desain Komunikasi Visual (DKV) Institut Teknologi Bandung (ITB) angkatan 2012 ini  mendesain sebuah aplikasi dalam jaringan (daring) atau online berbasis android yang dinamai Bu Handayani. Aplikasi itu dia buat bersama dua kawan lainnya, Zuffikar dan Arjun Sumarlan, di Bandung, Jawa Barat semasa kuliah. 

Bu Handayani merupakan aplikasi digital parenting platform berisi cara-cara mendidik dan memantau perkembangan anak. Di dalamnya terdapat sejumlah fitur seperti pelayanan konsultasi psikologi ibu dan anak, e-commerce untuk permainan edukatif, diagram dan tabel pemantau perkembangan anak, dan informasi mengenai agenda acara yang berkaitan dengan pengasuhan anak. Aplikasi ini juga menjadi basis pembuatan perusahaan rintisan (startup) dengan nama yang sama.

Ide itu tercetus ketika Angga masih bergabung dengan komunitas mahasiswa muslim Masjid Salman, ITB. “Alasannya sederhana, membangun pendidikan itu paling penting dimulai dari keluarga,” ujar dia kepada solopos.com, Selasa (2/4/2019) siang. Lewat aplikasi yang hingga kini masih dalan tahap pengembangan itu, dirinya berharap mampu memberikan alternatif edukasi bagi ibu dan anak lewat gawai. Nama Bu Handayani juga diilhami oleh semboyan pendidikan bangsa, Tut Wuri Handayani. “Kami ambil nama Handayani yang juga berarti dorongan,” kata dia.

Lulus dari ITB, Angga membawa pulang pengalamannya bergelut dengan aplikasi pendidikan anak ke dalam komunitas Boyolali Bergerak. Komunitas ini diinisiasi bersama-sama oleh puluhan anak muda se-Boyolali. Mereka membuat forum diskusi, bakti sosial, dan mengurus sebuah rumah belajar binaan di Kecamatan Selo. Pengalaman bergelut dengan psikologi anak ini pula yang membantunya menyusun program untuk pengembangan edukasi anak-anak di lereng gunung Merapi dan Merbabu.

Angga yang kini tengah menempuh studi magister di bidang design and digital media di University of Edinburgh, Skotlandia, dan teman-temannya kerap membuat permainan edukatif hingga kelas belajar bersama. Anak-anak memang menjadi fokus Komunitas Boyolali Bergerak. “Fasilitas pendidikan yang baik layak didapatkan anak-anak di mana pun,” imbuh dia.