Paryadi Cari Peluang Bangkitkan Minat Baca Masyarakat

Kabid Perpustakaan pada Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Boyolali, Paryadi. - Solopos.com / Akhmad Ludiyanto
08 Februari 2019 01:00 WIB Akhmad Ludiyanto Profil Share :

Solopos.com, SOLO -- Mengelola perpustakaan bukan sebatas menyediakan buku untuk dibaca, namun juga merangsang atau meningkatkan minat baca masyarakat. Bagi Kabid Perpustakaan pada Dinas Arsip dan Perpustakaan (Arpus) Boyolali, Paryadi, hal ini merupakan tantangan dalam jabatan barunya setelah sebelumnya bertugas sebagai Sekretaris Kecamatan Cepogo.

Menurutnya, salah satu upaya yang sudah dilakukan untuk merangsang minat baca adalah pengoperasian perpustakaan becak motor (bentor). Prinsip bentor sama dengan mobil perpustakaan, yakni mendekatkan koleksi buku ke tempat-tempat sasaran. “Yang sudah berjalan adalah dioperasikannya dua bentor dan satu mobil perpustakaan keliling,” ujarnya saat ditemui solopos.com di Perpustakaan Boyolali di kawasan Simpang Siaga, Kamis (7/2/2019).

Hasilnya menurut Paryadi cukup memuaskan. Minat baca anak-anak di lokasi sasaran cukup tinggi. “Jika pembaca bentor dan mobil keliling ini digabung dengan kunjungan masyarakat di Perpustakaan Boyolali ini, rata-rata 700 orang per hari. Sedangkan sebelumnya, pengakses buku di perpustakaan rata-rata 33.000 per tahun. Dengan kata lain, melalui bentor dan mobil keliling, kami bisa mencapai angka setahun itu dalam hitungan 10 pekan,” ujarnya.

Dengan data tersebut, laki-laki kelahiran Boyolali 7 Agustus 1976 ini juga mengaku semakin bersemangat mengembangkan perpustakaan di kabupaten dengan sebutan Kota Susu ini. “Kami jadi semangat karena peluang mendorong minat baca masyarakat ini masih sangat tinggi,” kata dia.

Bupati Boyolali, lanjut dia,  telah memberikan arahan agar setiap desa memiliki perpustakaan sendiri yang dibangun dan dikembangkan menggunakan dana desa atau alokasi dana desa. Sehingga ada harapan baru masyarakat Boyolali semakin dekat dan giat dalam mengembangkan bidang literasi. Pihaknya juga ingin menyajikan cerita-cerita rakyat Boyolali dalam buku. Nantinya, buku itu bisa menjadi koleksi asli Boyolali yang bisa dinikmati dari generasi ke generasi.