Tutup Iklan
Wishnutama. (Instagram-@wishnutama)

Solopos.com, SOLO — Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Wishnutama Kusubandio, akan hadir dalam gelaran Diplomat Success Challenge (DSCX) ke-10 di De Tjolomadoe, Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (Jateng), 16-17 November 2019.

Di acara tersebut, Wishnutama akan menjadi salah satu pembicara. Di gelaran DSCX ke-10, para peserta bisa belajar melalui para pembicara-pembicara yang kompeten, salah satunya Wishnutama.

Dikutip Jeda.id, Tama—sapaan akrab Wishnutama—dikenal di kalangan jurnalis televisi sebagai seorang yang kreatif dan pekerja keras. Reputasi dia di kalangan jurnalis sebenarnya jauh dari hingar-bingar.

Perannya lebih banyak berada di belakang layar program-program televisi yang rata-rata memperoleh sukses. Namun, Wishnutama sempat menjadi buah bibir saat muncul foto jadul ketika mewawancarai Gus Dur di pertengahan 1990-an.

Kala itu, dalam Muktamar NU yang menjadi perhatian nasional, Wishnutama turun langsung mewawancarai Abdurrahman Wahid alias Gus Dur yang kemudian menjadi presiden keempat.

Jejak Wishnutama di dunia pertelevisian dimulai saat dia menyelesaikan kuliah komunikasi di Mount Ida College Boston, Amerika Serikat (AS) dan ilmu pertelevisian dari Emerson College.

Wishnutama memulai karier pertelevisian dari bawah sebagai Production Assistant di New England Cable News dan menjadi Assistant Director On Air Promotion di WHDH-TV, Boston.

Kedisiplinan dan semangat esprit de corps diperolehnya ketika kuliah di The Military College of Vermont, Norwich University. Di AS inilah Wishnutama bertemu dengan Ishadi S.K. Pertemuan itu terbukti menjadi kelanjutan karier Wishnutama saat berkiprah di pertelevisian Tanah Air.

Kembali ke Tanah Air

Pada 1994, Tama kembali ke Indonesia dan bekerja di Indosiar sebagai Supervisor On Air Promotion. Setahun kemudian pindah ke divisi produksi sebagai Producer Director.

Kariernya berkembang menjadi Executive Producer News and Production Division. Tak berapa lama kemudian meningkat menjadi Production Manager. Program-program yang dilahirkan selama di Indosiar antara lain Pesta, Gebyar BCA, Patroli, dan Saksi.

Pada 2001, Tama pindah ke Trans TV menjadi Kepala Divisi Produksi. Tiga tahun kemudian, kariernya menanjak menjadi Direktur Operasional, dan setahun berikutnya menjadi Wakil Direktur Utama.

Pada saat pengambilan saham mayoritas TV7 oleh kelompok usaha Para Group pada 2006, ia ditunjuk menjadi Direktur Utama TV7 yang kemudian berubah nama menjadi Trans7. Dua tahun kemudian, Wishnutama ditunjuk menjadi Direktur Utama Trans TV.

20 Tahun Berkarya

Program-program yang diproduksi di bawah kepemimpinan Wishnutama selama di Transcorp antara lain Extravaganza, Dunia Lain, Termehek-mehek, Opera van Java, Empat Mata, dan Indonesia Mencari Bakat.

Selama hampir 20 tahun berkarya, banyak penghargaan yang ia raih baik skala nasional maupun Asia. Antara lain, dari Asian Television Award dan Panasonic Awards.

Selama ini Wishnutama dikenal sebagai pribadi yang dinamis, optimistis, dan tidak mudah berpuas diri dengan pencapaiannya. Hal ini dibuktikannya dengan mendirikan Net TV bersama Agus Lasmono, pebisnis muda yang memiliki Indika Grup.

Bersama Agus Lasmono, Wishnutama kemudian mengambil alih channel Spacetoon dan mengganti namanya menjadi Net TV. Net TV yang memiliki nama lengkap Net Mediatama Indonesia bukan merupakan suatu wujud idealisme Wishnu yang ingin mendirikan stasiun TV sesuai keinginannya sendiri.

Wishnutama hanya ingin mewujudkan ketenangan yang diimpikan oleh para penikmat acara televisi sehingga tidak ingin menghadirkan konten televisi yang bersifat provokatif seperti program gosip atau perdebatan politik.

Rasa tenang dan kenyamanan yang diperoleh penikmat televisi menjadi salah satu poin penting yang menjadi pakem dalam membuat acara-acara channel Net TV. Wishnu memahami bahwa pertumbuhan pasar penonton televisi yang sangat pesat menjadi salah satu peluang emas bagi pengembangan Net TV. Sehingga, meskipun bertindak sebagai CEO Net TV, Wisnu tidak segan-segan untuk turun langsung ke bidang kreatif acara.

Ia tidak ingin membuat acara televisi yang asal-asalan dan bahkan mencegah anaknya sendiri untuk menonton acara televisi yang ia buat. Wishnutama meyakini bahwa harus ada unsur hiburan yang dipadukan dengan edukasi untuk mencerdaskan para penikmat acara televisi.

Sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan terhadap dedikasinya di bidang media pertelevisian, Wishnutama sudah memperoleh beberapa penghargaan seperti Asian Televisi Award, Panasonic Awards dan The Best CEO in Indonesia 2010 versi majalah SWA.

"Di dunia ini tidak ada yang sempurna. Tapi berusaha menjadi yang sempurna, adalah suatu keharusan." Itulah salah satu motto yang menjadi motivasi Wishnutama selama berkarya.

Tokoh Menginspirasi

Dengan rekam jejaknya yang berkilau hingga kini menjadi Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, sosok Wishnutama menjadi salah satu tokoh yang menginspirasi.

Ini pula yang akan dihadirkan dalam gelaran DSCX ke-10. Acara tersebut siap menularkan semangat kewirausahaan kepada para peserta.

"Hampir ada 50 speaker dalam acara ini, masing masing akan berbagi pengalaman, tips, dan hal-hal yang berkaitan dengan wirausaha selama 40 menit. Para peserta bisa menyerap ilmu dari pembicara yang memiliki latar belakang berbeda-beda," kata Edric.

Inspiring speaker yang dijadwalkan hadir adalah Menteri BUMN Erick Thohir, Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Wishnutama, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, CEO PT Mahaka Adrian Syarkawi, serta CEO SKV Group Heera Syahir Karim Vasandani.

"Pengin usaha, atau sudah punya usaha tapi belum di ekosistem yg tepat, mari bergabung," tutur Edric.

Bukan hanya takshow atau workshop, DSCX ke-10 juga menyediakan wadah bagi para pengusaha untuk memamerkan produk mereka. DSCX membatasi pameran produk ini sebanyak 100 usaha.

Bagi yang ingin membeli tiket DSCX, nantinya akan tersedia dua kategori tiket yang bisa dipilih, yaitu gratis dan berbayar.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten