Profil Santosa Doellah, Sang Empu Seni Batik Pemilik Danar Hadi

Pengusaha batik Solo pemilik merek Batik Danar Hadi, Santosa Doellah, meninggal dunia pada Senin (2/8/2021). Dia wafat pada usia 79 tahun karena sakit.

 Santoso Doellah berbagi pengalaman saat Virtual Amazing Batik 2020 yang digelar Solopos, Jumat (2/10/2020).

SOLOPOS.COM - Santoso Doellah berbagi pengalaman saat Virtual Amazing Batik 2020 yang digelar Solopos, Jumat (2/10/2020).

Solopos.com, SOLO – Pengusaha batik Solo pemilik merek Batik Danar Hadi, Santosa Doellah, meninggal dunia pada Senin (2/8/2021). Dia wafat pada usia 79 tahun karena sakit.

Assistant Marketing Communications Manager PT Batik Danar Hadi Solo, Inou Marcsta Hernawan, saat dihubungi Solopos.com, Senin malam, mengaku mendapat kabar meninggalnya Santosa Doellah pada Senin petang.

Menurut Inou, pemilik Batik Danar Hadi itu meninggal saat menjalani perawatan di RS Indriati, Solo Baru, Sukoharjo. Inou mengaku tidak tahu persis sakit yang diderita bosnya itu.

Baca Juga: Josss… Pemilik Bengkel di Ceper Klaten Ini Sediakan Oksigen & Ambulans Gratis untuk Warga

Dikutip Solopos.com dari berbagai sumber, Santosa lahir di Solo pada 7 Desember 1941. Dia merupakan anak kelima dari 10 saudara yang lahir dari pasangan Dr Doellah dan Hj Fatimah Wongsodinomo.

Santosa mengenal batik dari kakeknya R. H. Wongsidinomo yang merupakan pemilik WS Batik di Laweyan, Solo. Santosa memang dibesarkan oleh kakek-neneknya. Sementara ayah Santosa Doellah merupakan seorang dokter.

Dia mengeyam pendidikan di Fakultas Ekonomi Universitas Padjajaran dan lulus pada 1967. Setelah lulus dia kemudian menikah dengan Danarsih Hadiprioyono. Danarsih sendiri merupakan anak dari perajin batik yang sukses.

Bersama istrinya, Santosa kemudian merintis usaha batik yang diberi nama danar Hadi. Danar Hadi merupakan penggalan dari nama istrinya Danarsih Hadiprioyono.

Bisnis ini dimulai dari kain mori yang didapat dari hadiah pernikahan Santosa dan Danarsih. Santosa sangat pintar dalam hal mendesain batik, sedangkan Danarsih lebih menguasai desain garmen. Bisnis batik merek Danar Hadi ini kemudian berkembang pesat dengan memiliki tok di kota-kota besar di Indonesia.

Baca Juga: Mempersempit Peredaran Rokok Ilegal, Pemkab Klaten Gencarkan Operasi dan Edukasi

Pada 2012 silam, Santosa Doellah mendapat penghargaan sebagai empu seni batik yang diberikan oleh Institut Seni Indonesia (ISI) Surakarta. Penghargaan itu diberikan kepada Santosa berkat keahliannya dalam mencipta pola dan terobosan-terobosan dalam seni batik.

Dia juga dikenal sebagai sosok yang sangat cinta terhadap batik dan peduli terhadap pelestarian dan pengembangan dunia batik. “Saya sangat bangga sekali,” ujar Santosa usai acara pengukuhan tersebut kala itu, seperti dikutip dari detik.com.


Berita Terkait

Berita Terkini

Jorok! 25 Ton Sampah Dibuang Sembarangan di Sukoharjo Tiap Hari

Sebanyak 25 ton sampah ditengarai dibuang sembarangan setiap harinya di wilayah Sukoharjo. DLH setempat memetakan ada 10-an tempat buang sampah liar.

Kasus Covid-19 Klaster PTM Solo Tersebar di 8 Sekolah, Ini Perinciannya

Temuan kasus konfirmasi positif Covid-19 di kalangan siswa dan guru yang menggelar PTM di Kota Solo tersebar di delapan sekolah SD dan SMP.

3 Fasyankes di Sukoharjo Ini Layani Vaksinasi Tanpa Syarat Domisili

Tiga fasilitas layanan kesehatan di Kabupaten Sukoharjo melayani vaksinasi warga tanpa memandang domilisi selama sepekan ke depan.

Warga Bantaran Mojolaban Sukoharjo Ternyata Banyak Yang Belum Vaksin

Warga bantaran Sungai Bengawan Solo wilayah Mojolaban, Sukoharjo, antusias mengikuti vaksinasi Covid-19 digelar Komunitas Omah Sambung dan Kodim Sukoharjo.

Solar Langka di Soloraya, Pertamina Tegaskan Tak Ada Pengurangan Kuota

Pertamina menyatakan tidak ada pengurangan kuota BBM bersubsidi jenis solar yang belakangan ini banyak dikeluhkan langka di wilayah Soloraya.

Puluhan Sapi Ikut Promosi Festival Kuliner Solo, Ternyata Ini Alasannya

Panitia Festival Kuliner Internasional Solo melibatkan para peternak sapi tunggang dari Boyolali dan Karanganyar dalam promosi agenda tersebut, Kamis (21/10/2021).

Jika Kondisi Darurat, Wonogiri Aktifkan Lagi Tempat Isoter

Pengaktifan kembali tempat isoter di Gedung PGRI menyesuaikan kasus Covid-19.

Tak Diizinkan Orang Tua, Sebagian Siswa SMP di Wonogiri Tak Ikuti PTM

Keikutsertaan siswa SMP dalam PTM terbatas tergantung keputusan siswa/orang tua/wali.

100.000-An Warga Solo Tak Punya Akta Kelahiran, Diduga Ini Penyebabnya

Ternyata masih banyak warga Solo yang belum memiliki akta kelahiran, jumlahnya mencapai 18% atau hampir 100.000 orang dari total penduduk Kota Bengawan.

Automatic Ozone Machine Bikin PTM di SDN II Butuhan Klaten Kian Nyaman

Dua siswa kelas V SDN II Butuhan, Delanggu, mampu membikin automatic ozone machine yang berfungsi membunuh virus dan bakteri dalam suatu ruangan (termasuk Covid-19).

Projo Fasilitasi 1.400 Dosis Vaksinasi di Banyudono Boyolali

 Banyudono dipilih menjadi lokasi sentra vaksinasi ini lantaran cakupan vaksinasi terbilang rendah.

Zona Hijau, Satgas Covid-19 Butuhan Klaten Tetap Gelar Operasi Yustisi

Operasi yustisi yang melibatkan pamong desa, polisi, sukarelawan, dan lainnya di Butuhan itu digelar setiap satu kali dalam sepekan.

Cerita Karyawan Pinjol Bikin IRT di Wonogiri Bunuh Diri: Gajinya Besar

Karyawan perusahaan pinjol ilegal yang diduga menyebabkan ibu-ibu di Wonogiri bunuh diri mengaku digaji besar dan mendapat fasilitas apartemen.

Mantap! Sukoharjo Ekspor Beras Mulai Tahun Depan

Pemkab Sukoharjo menargetkan bisa mulai ekspor beras yang ditanam menggunakan metode Indeks Pertanaman (IP) 400 pada 2022 mendatang.

Umbul Pelem Klaten Bayarkan Iuran BPJS Ketenagakerjaan Ratusan Warga

Umbul Pelem, Wunut, Klaten, membayarkan iuran jaminan sosial BPJS Ketenagakerjaan kepada 650 kepala keluarga.

Selter Pasar Ikan Sumbang Transaksi hingga Rp1 Miliar di SGS 2021

Merchant sektor kuliner khususnya selter Pasar Ikan menyumbang transaksi hingga Rp1 miliar pada event SGS 2021 hingga Kamis (21/10/2021).