Romadhani Andang Nugroho. (Istimewa/Dok. pribadi)

Solopos.com, WONOGIRI -- Romadhani Andang Nugroho, 28, tercatat sebagai calon kepala desa (cakades) terpilih paling muda hasil Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahap III di Wonogiri tahun 2019 ini.

Pemuda lajang yang akrab disapa Dhani itu Cakades Sirnoboyo, Kecamatan Giriwoyo, Wonogiri, itu lahir pada 22 April 1991.

Saat ini warga Selorejo RT 003/RW 001, Sirnoboyo tersebut menempuh pendidikan semester III S1 Ekonomi Syariah Sekolah Tinggi Agama Islam Mulia Astuti (Staimas) Wonogiri. Saat menjadi kades nanti dia akan tetap meneruskan pendidikannya itu hingga selesai.

Kemenangan Dhani dicapai dengan upaya yang tak mudah. Sebab, dia harus berhadapan dengan cakades petahana dua periode, yakni Tohirin. Alhasil, Dhani mesti menjalani persaingan yang sangat ketat.

Sampai akhirnya Dhani dapat meraup 783 suara atau unggul tipis dari Tohirin yang memperoleh 726 suara.

Kepada solopos.com, Jumat (11/10/2019), Dhani mengatakan semula tak pernah terpikirkan mencalonkan diri sebagai cakades. Dia hanya ingin fokus menjalankan bisnis makanan ringan intip atau gogik tiwul dengan merek Intip Tiwul Plitheng Semar, usaha yang digelutinya sejak lebih dari satu tahun lalu.

Setelah tahapan pilkades bergulir, mulai ada isu yang berkembang bahwa warga ingin mendorongnya berkontestasi. Namun, Dhani saat itu tak terlalu memperhatikan konstelasi politik di desanya.

Oleh karena itu, saat diberi amanat untuk menjadi panitia Pilkades Sirnoboyo pun dia langsung bersedia. Kala itu, bungsu tiga bersaudara tersebut menduduki posisi seksi daftar pemilih tetap (DPT).

Dua pekan sebelum pendaftaran cakades dibuka, 1 Agustus, belum ada figur yang mengemuka selain sang petahana. Menyusul adanya kondisi itu kabar warga akan mendukung Dhani semakin menguat.

Hingga suatu ketika kelompok warga mengutarakan dukungan secara langsung kepada Dhani. Namun, anak pasangan Taufiq, 61, dan Sri Sumiyati, 56, itu tak begitu saja memberi jawaban. Dia hanya mengatakan akan memenuhi dorongan warga jika orang tua memberi restu.

Mendengar jawaban itu warga melobi orang tuanya agar mengizinkan Dhani mencalonkan diri sebagai cakades.

“Melihat dorongan warga yang sangat besar orang tua saya memberi restu. Padahal, waktu masih hanya isu saya mau didorong warga buat nyalon, bapak-ibu tak membolehkan saya maju. Saya diminta fokus saja sama usaha dan kuliah. Setelah mendapat restu, saya mengundurkan diri sebagai panitia pilkades lalu mendaftar cakades,” kata Dhani.

Selain karena mendapat restu orang tua, dia memenuhi dorongan warga karena mereka menginginkan perubahan di desa. Bahkan, perangkat desa turut mendorongnya agar tata kelola pemerintahan desa menjadi lebih baik. Dia pun akhirnya tergerak.

Dhani lalu merumuskan program yang dinilainya bisa langsung menyentuh masyarakat, seperti pembangunan dam sungai untuk memastikan kebutuhan air bagi pertanian mencukupi, pengembangan usaha kecil menengah (UKM), dan sebagainya.

Program itu lah yang ditawarkan kepada warga. “Alhamdulillah program-program saya disambut baik,” imbuh Dhani.

Warga mendorong Dhani memimpin desa karena alasan kuat. Dhani dinilai berpengalaman di bidang kemasyarakatan, seperti menjadi ketua badan usaha milik (BUM) desa, Ketua Panitia Pemungutan Suara (PPS) Pemilu 2019 lalu, menjadi pengusaha muda, dan lainnya.

Kabid Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Wonogiri, Zyqma Idatya Fitha, mengonfirmasi bahwa Dhani merupakan cakades terpilih termuda. Dia berharap Dhani ke depan dapat menjalankan tugas dan kewajibannya dengan baik.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten