Profil Denny Caknan, Penyanyi & Pencipta Lagu dari Ngawi Yang Ngefans Didi Kempot

Berikut profil Denny Caknan, Penyanyi sekaligus pencipta lagu pop Jawa dengan lirik bermakna patah hati yang terinspirasi dari Didi Kempot.

 Denny Caknan (Instagram @denny_caknan)

SOLOPOS.COM - Denny Caknan (Instagram @denny_caknan)

Solopos.com, NGAWI — Sosok Denny Caknan sudah menjadi familiar bagi masyarakat di Indonesia. Penyanyi pop Jawa yang mengidolakan almarhum Didi Kempot ini sering muncul di jajaran trending Youtube. Melalui lagu-lagu ciptaanya yang digemari penikmat musik menjadikanya penyanyi dangdut yang berjaya dalam dua tahun terakhir. Lantas seperti apa profil Denny Caknan?

Profil Denny Caknan

Denny Caknan memiliki nama asli Denny Setiawan. Dia lahir di Ngawi, Jawa Timur,  pada 10 Desember 1993. Denny dikenal penyanyi dan pencipta lagu Pop Jawa dan koplo . Namanya populer setelah karya lagunya berjudul Kartonyono Medot Janji meledak di pasaran pada Mei 2019 silam.

Baca Juga: Profil Tri Suaka, Penyanyi Kafe Jogja Bersuara Mirip Ariel Noah

Dikutp dari Suara, Senin (23/8/2021), lagu Denny didominasi lirik berbahasa Jawa dan disisipkan kalimat Berbahasa Indonesia. Dia mengaku terinspirasi dari maestro campur sari, Didi Kempot, dengan nuansa pop dan kendhang dalam instrumennya.

Bahkan tahun-tahun selanjutnya karyanya juga menjadi favorit semua kalangan seperti yang berjudul Los Dol dengan 128 juta lebih penonton. Tidak heran jika lagu –lagu Denny sering terdengar di tempat-tempat umum.

Terakhir dia menciptakan lagu Angel dan Widodari yang berhasil menembus trending Youtube. Kesuksesan lagu-lagunya membuat para pendangdut lain menyanyikan ulang lagu ciptaanya. Denny juga senang berduet dengan penyanyi lain seperti Ndarboy Genk, Cak Percil, Guyon Waton, dan sang kekasih Happy Asmara.

Masa Lalu Kelam

Dikutip dari Detik, Denny Caknan pernah mengalami masa sulit ketika menjadi pejudi yang membuat dirinya terlilit hutang hingga ratusan juta. Dia mengaku menyesal setelah hutangnya bertambah banyak dan dirinya hanya bisa menangis meratapi nasibnya saat itu.

Baca Juga: Profil Jihane Almira, Gadis Asal Semarang Yang Berhasil Boyong 3 Penghargaan Miss Supranational

Sebelum menjadi penyanyi terkenal, Denny bekerja di Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi. Dia menjadi penanam dan perawat pohon. Pada saat itulah dia mencari peruntungan lewat musik. Denny pun membuat lagu bergenre pop, namun tidak mendapatkan hasil yang memuaskan.

Lagu Pop Jawa

Tidak ingin berputus asa, Denny kemudian menjajal lagu Pop Jawa dan menggungah di Youtube. Lagunya kali ini yang berjudul Kartonyono Medot Janji mendapat respons positif dari masyarakat. Mengetahui hasilnya tersebut, akhirnya Denny memutuskan untuk keluar dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Ngawi dan fokus berkarier di dunia musik hingga sukses seperti sekarang.

Baca Juga: Profil Sunny Dahye, Youtuber Korea Selatan Lulusan FH UGM Jogja yang Dituding Hina Warga Indonesia

Kesuksesannya di dunia musik lebih tambah diakui setelah diganjar sejumlah penghargaan untuk nominasi Lagu Patah Hati Terbaik, Lagu Patah Hati Terfavorit, dan Penyanyi Ambyar Pria Terbaik pada Ambyar Awards yang ditayangkan di MNC TV.

 


Berita Terkait

Berita Terkini

LaSalle College Surabaya Usung Tema Unification dalam Graduation Show

Dalam setiap wisuda, LaSalle College Surabaya menampilkan tema menarik yang telah dieksplorasi dan dipoles dengan cermat.

Bikin Resah NU, Menteri Yaqut Cholil Diminta Sowan Kiai Sepuh

Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas diminta sowan kepada kiai-kiai NU pasca ramainya pernyataan dirinya yang menyebut Kemenag merupakan hadiah bagi NU.

Toloong...9 Anak Buah Kapal Hilang Ditelan Ombak Laut Bali

Kantor Pencarian dan Pertolongan Kelas A Denpasar (Basarnas Bali) melakukan pencarian terhadap 9 orang ABK KM Liberty 1 yang hilang ditelan ombak,

Dicolek Soal Tarif PCR Rp96.000, Puan Justru Apreasiasi Jokowi

Puan mengingatkan tarif Rp300.000 masih akan membebani rakyat karena harga tiket transportasi massal banyak yang lebih murah dari harga tes PCR.

Begini Kronologi Polisi Kutalimbaru Cabuli Istri Tersangka Narkoba

Hadi mengaku saat ini Kapolsek beserta kanit serta enam penyidik Polsek Kutalimbaru telah dibebastugaskan.

Syarat PCR untuk Naik Pesawat Resmi Digugat ke PTUN

Joman menganggap Inmedagri yang dikeluarkan Tito Karnavian soal syarat PCR untuk naik pesawat melanggar Undang Undang Dasar (UUD).

Ini Gelar Sukmawati Soekarnoputri Setelah Menganut Agama Hindu

Putri Presiden Sukarno, Diah Mutiara Sukmawati Soekarnoputri, resmi menjadi penganut agama Hindu setelah menjalani prosesi upacara Sudhi Wadani.

Sejarah Hari Ini: 27 Oktober 1928, Kongres Pemuda II Dihelat di Jakarta

Aneka peristiwa terjadi di dunia pada 27 Oktober terangkum dalam Sejarah Hari Ini salah satunya terkait dimulainya Kongres Pemuda II di Jakarta.

5 Bocah Main Air di Sungai, 1 Hilang

Keceriaan lima bocah itu berubah menjadi malapetaka setelah terdengar suara teriakan minta tolong dari para korban.

Ustaz di Lampung Unggah Video Dibegal, Eh Ternyata Abal-Abal

Karena menyebut nama Lampung, video rekayasa pembegalan itu dianggap membikin resah.

Tarif PCR di India Murah Banget Rp160.000an, Ternyata Ini Sebabnya

Budi Gunadi menekankan pemerintah tidak akan memberikan subsidi harga tes PCR karena harganya sudah cukup murah dibandingkan negara lain.

Presiden Minta Kantin dan Tempat Parkir Diwaspadai, Ada Apa Ya?

Seiring dengan pembelajaran tatap muka yang sudah dimulai, Presiden meminta kewaspadaan tinggi di kantin dan tempat parkir.

Babat Polisi Jahat, Kapolri: Saya Ingin Polri Dicintai Masyarakat

Kapolri ingin polisi menjadi kebanggaan dan dicintai masyarakat.

Lagi 1 Juta Dosis Vaksin Sinovac Diterima Pemerintah Indonesia

Indonesia saat ini adalah salah satu negara dengan capaian vaksinasi tertinggi di dunia dan tetap menjaga ketersediaan vaksin.

Sukmawati: Sukarno Pancasilais, Bebaskan Agama Anak-Anaknya

Sukarno merupakan sosok yang sangat Pancasilais, yang mengajarkan kebinekaan harus menjadi prinsip utama bagi warga negara Indonesia.

Misteri Meninggalnya Atlet Voli Wanita Afghanistan, Ini Fakta Terbaru

Para pemimpin perempuan Afghanistan juga mengklaim merasa terancam. Namun, kebangkitan Taliban dengan memegang kekuasaan juga telah menimbulkan misinformasi.