Profil Calon Tunggal Kapolri : Mantan Kapolres Solo yang Pernah Jadi Ajudan Jokowi
Kabareskrim Polri, Komjen Listy Sigit Prabowo (tengah). (Antara)

Solopos.com, SOLO -- Kabareskrim Polri, Komjen Listyo Sigit Prabowo, bakal jadi suksesor Kapolri Jenderal Idham Azis yang memasuki masa pensiun. Bagi publik Kota Solo, nama Listyo tidak asing. Itu karena sang jenderal bintang tiga ini pernah menjabat sebagai Kapolres Solo pada 2011, tepatnya saat Presiden Jokowi masih menjadi Wali Kota Solo.

Maka tidak aneh apabila beberapa pihak di Solo yang menjagokan nama Listyo menjadi orang nomor satu di Polri. Salah satunya adalah B.R.M. Kusumo Putro. Tokoh pemuda Kota Solo itu menilai sosok Listyo tepat menjadi Kapolri. Selain pengalaman tugasnya, Kusumo menilai Listyo sebagai sosok yang halus, santun, namun tegas.

Kabareskrim Komjen Listyo Sigit Prabowo Jadi Calon Tunggal Kapolri

"Pak Listyo pernah menjadi Kapolresta Solo. Setahu saya dia sosok yang halus tapi tegas. Dalam bekerja tidak gaduh. Dia juga pandai merangkul elemen masyarakat," tutur Kusumo, Selasa (12/1/2021).

Dia juga mencermati pengalaman Listyo dua tahun menjadi ajudan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menjadi nilai lebih yang bersangkutan. Artinya Listyo sudah memahami betul arah kebijakan sang Presiden.

Lantas bagaimana rekam jejak Komjen Listyo sehingga membuat Jokowi mengusulkan namanya? Berikut profilnya seperti dikutip dari Antara.

Komjen Listyo Sigit Prabowo ialah lulusan Akademi Kepolisian tahun 1991 yang memiliki jejak karier cemerlang di tubuh polri. Pria kelahiran Ambon, 5 Mei 1969 itu pernah mengenyam pendidikan S2 di Universitas Indonesia.

Tokoh Pemuda Solo Ini Jagokan Komjen Listyo Sigit Jadi Calon Kapolri

Perjalanan Karier

Pada tahun 2009, Listyo Sigit Prabowo sempat menduduki jabatan Kapolres Pati. Satu tahun kemudian, masih di lingkungan Polda Jateng, ia berpindah tugas menjadi Kapolres Sukoharjo. Sebelum menjadi kapolres di Pati dan Sukoharjo, ia sempat menduduki jabatan Kabag Dalpers Ropers Polda Metro Jaya.

Di tahun 2010, Komjen Listyo Sigit Prabowo diberi jabatan Wakapolrestabes Semarang dan pindah tugas menjadi Kapolresta Solo pada 2011. Dalam masa kepemimpinannya di Solo, Listyo Sigit pernah menangani kasus bom bunuh diri di Gereja Bethel Injil Sepenuh (GBIS), Kepunton, Solo.

Di tahun berikutnya, ia ditarik ke pusat untuk menduduki jabatan kasubdit II Dittipidum Bareskrim Polri. Ia pun kembali berpindah tugas menjadi Direskrimum Polda Sultra pada 2013.

Komnas HAM Sebut Penembakan Laskar FPI Unlawful Killing, Ini Respons Kapolri

Di tahun 2014, Komjen Listyo Sigit Prabowo mendapat kepercayaan untuk menjadi ajudan Presiden Jokowi. Dengan jabatan ini, sosoknya semakin dikenal banyak kalangan.

Selanjutnya, pada 2016 ia dipercayai jabatan untuk memimpin Kepolisian Daerah Banten dan pada tahun 2018 ia diangkat menjadi Kadiv Propam Polri. Kini ia menjabat sebagai Kabareskrim Polri sejak ditunjukknya Jenderal Idham Azis sebagai Kapolri pada 2019 lalu.

Prestasi

Dalam perjalanan kariernya, Komjen Listyo Sigit Prabowo memiliki segudang prestasi. Berikut beberapa prestasi Komjen Listyo Sigit Prabowo calon Kapolri:

1. Kasus Djoko Tjandra

Komjen Listyo Sigit Prabowo berhasil membongkar kasus Djoko Tjandra. Dia berhasil menangkap Djoko Tjandra di Malaysia sebagai buronan kasus korupsi pengalihan hak tagih atau cessie Bank Bali. Penangkapan ini juga mengungkap lima tersangka lainnya, di antaranya adalah Brigjen Pol Prasedjo Utomo dan Irjen Pol Napoleon Bonarparte.

2. Kasus kebakaran gedung Kejagung

Ia berhasil menetapkan tersangka atas kasus kebakaran gedung Kejaksaan Agung (Kejagung).

3. Kasus Korupsi

Listyo Sigit Prabowo berhasil menangani 485 perkara korupsi. Dia beserta jajarannya menyelamatkan uang negara sebesar Rp 310.817.274.052.

4. Kasus Narkoba dan Sabu

Listyo dan jajarannya berhasil mengungkap narkoba jenis sabu sebanyak 1,2 ton. Barang bukti tersebut disita dari Iran yang ditangkap di lokasi berbeda yaitu Serang dan Sukabumi. Sepanjang 2020, Lisyo Sigit Prabowo telah berhasil mengamankan barang bukti 5,91 ton sabu, 50,59 ton ganja, 905.425 butir pil ekstasi. Selain itu, sebanyak 53.176 tersangka kasus tindak pidana narkoba dilakukan proses hukum.

Sumber: Antara



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya






Kolom