Profil Bupati 99 Hari Andi Merya Nur yang Terjaring OTT KPK

Perempuan 37 tahun, Andi Merya Nur, terjaring OTT KPK saat baru 99 hari menjabat Bupati Kolaka Timur.

 Bupati Koltim, Andi Merya, ditangkap KPK. (inews.id)

SOLOPOS.COM - Bupati Koltim, Andi Merya, ditangkap KPK. (inews.id)

Solopos.com, KENDARI — Bupati Kolaka Timur, Provinsi Sulawesi Tenggara, Andi Merya Nur, menjadi “korban” kali kesekian operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Yang bikin OTT ini semakin menarik adalah usia jabatan Andi Merya yang baru 99 hari duduk sebagai Bupati Kolaka Timur atau baru sekitar 3 bulan. Andi Merya ditangkap pada Selasa (21/9/2021) malam.

Lantas seperti apa profil Andi Merya yang diduga sudah tergoda mencuri uang rakyat meski belum lama menjabat. Seperti dikutip dari Antara, Andi Merya dilantik Gubernur Sulawesi Tenggara, Ali Mazi, pada 14 Juni 2021, di rumah dinas gubernur.

Istri dari Mujeri Dachri Muchlis ini diketahui merupakan warga Desa Talinduka, Kecamatan Dangia, Kabupaten Kolaka Timur, lahir di Soppeng, 23 Agustus 1984 silam. Jadi, usianya baru 37 tahun.

Baca Juga: Baru 3 Bulan Menjabat, Bupati Koltim Andi Merya Ditangkap KPK

Sebelumnya Nur menjadi wakil bupati 2016-2021 saat bupati masih dijabat Tony Herbiansyah. Lalu pada Pilkada serentak 2020, Herbiansyah menjadi rival dia.

Ia maju sebagai wakil bupati Kolaka Timur berpasangan dengan almarhum Samsul Bahri Majid pada Pilkada 2020. Kemudian pasangan ini memenangi kontestasi lima tahunan itu.

Keduanya lalu dilantik sebagai bupati dan wakil bupati Kolaka Timur oleh Mazi pada 26 Februari 2021. Namun Majid yang belum sebulan dilantik meninggal dunia usai bermain sepak bola di daerah tersebut pada 19 Maret 2021.

Sesuai peraturan, setelah Majid meninggal dunia, maka Nur lalu menjabat sebagai penjabat bupati Kolaka Timur hingga dilantik sebagai bupati definitif pada 14 Juni 2021.

Baca Juga: OTT Bupati Kolaka Timur, KPK Tunjukkan Barang Bukti Uang Rp225 Juta

Ditangkap di Rumah Dinas

Akan tetapi, kurang dari 100 hari menjabat, Andi Merya Nur terjaring OTT oleh KPK di rumah dinasnya di Desa Matabondu, Kecamatan Tirawuta, sekitar pukul 21.00 WITA.

Bupati Andi Merya bersama lima orang lainnya dibawa ke Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Sulawesi Tenggara untuk diperiksa. Mereka tiba sekitar pukul 02.00 WITA dini hari Rabu (22/9/2021).

Setelah diperiksa selama kurang lebih 12 jam, Bupati Kolaka Timur bersama lima orang lainnya digiring keluar dari Ditreskrimsus Polda Sulawesi Tenggara sekitar pukul 14.40 WITA.

Sang bupati dan kawan-kawan yang diperiksa keluar mengenakan pakaian biasa dan menggunakan masker tanpa diborgol. Andi Merya Nur keluar dari pintu berbeda dengan lima orang lain yang diperiksa.

Baca Juga: Jangan Ada OTT Lagi, KPK Ingatkan Bupati/Wali Kota di Jateng Jauhi Korupsi

Perempuan politikus ini keluar mengenakan jilbab bermotif, baju kuning dilapisi jaket abu-abu, mengenakan celana panjang, dan sandal hitam didampingi seorang laki-laki yang bergegas naik ke kendaraan roda empat jenis minibus dengan nomor registrasi DT 1850 CA.

Ia dibawa ke Bandara Haluoleo bersama lima orang lainnya untuk diterbangkan ke Jakarta menggunakan maskapai penerbangan Batik Air nomor penerbangan ID-6725 pukul 15.45 WITA. Pesawat yang digunakan merupakan penerbangan langsung menuju Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta, Cengkareng, Tangerang, Banten.


Berita Terkait

Berita Terkini

Mahasiswa ITNY Petakan Jaringan Wifi Desa Gendayakan, Wonogiri

Melalui pemberdayaan organisasi mahasiswa, Institut Teknologi Nasional Yogyakarta (ITNY) mengangkat program membangun desa yang dikemas dalam KKN Tematik

Mundurnya Warisan 93 Tahun Sumpah Pemuda

“Apa yang menyebabkan pemburukan itu? Konteksnya adalah masyarakat yang makin terpolarisasi, tetapi tanggung jawab politik sejak 2014 ada pada Jokowi.”

Kasus TPPU Bupati Puput, KPK Geledah Lagi 3 Rumah di Probolinggo

Tim penyidik KPK kembali menggeledah 3 rumah di Kabupaten Probolinggo pada Rabu (27/10/2021) terkait kasus dugaan gratifikasi dan TPPU yang menjerat Bupati Probolinggo nonaktif, Puput Tantriana Sari.

ASEAN-Korea Harus Optimalkan Potensi Ekonomi Digital dan Ekonomi Hijau

ASEAN dan Republik Korea harus fokus pada dukungan pembuatan kebijakan yang kondusif bagi pengembangan ekonomi hijau dan ekonomi digital.

Pos Polisi Aceh Barat Diserbu OTK, Korban Jiwa Masih Simpang Siur

Pos Polisi Panton Reue di Gampong Manggi, Panton, Aceh Barat diberondong senjata api oleh OTK tetapi belum ada kepastian anggota kepolisian ada yang terluka atau tidak akibat insiden itu.

Satgas BLBI Ingatkan Tommy Soeharto dan Mbak Tutut Bayar Utang

Satgas BLBI akan menyarankan Tommy Soeharto dan Tutut Soeharto untuk kooperatif sebelum pemerintah mengambil tindakan lebih lanjut.

Dor! Polisi Tembak Polisi di Lombok Pakai Senapan dari Jarak Dekat

Kasus polisi tembak polisi di Lombok Timur, NTB, oleh Bripka MN yang menembak Briptu HT dari jarak dekat pada Senin (25/10/2021) menggunakan senapan serbu perorangan SS-V2 Sabhara.

Mahasiswa UNS Dorong Desa Purworejo Sragen Jadi Sentra Kambing Perah

Kegiatan ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan beternak kambing perah Sapera.

Diduga Curi Sayur, Maman Dihabisi 14 Orang dan Dikubur Hidup-hidup

Pria 50 tahun, Maman, dihabisi 14 orang dengan cara dikeroyok dan dikubur hidup-hidup di kaki Gunung Cikuray, Kecamatan Cigedung, Garut pada Selasa (21/10/2021) diduga karena mencuri sayur.

Kongres Pemuda I, Fondasi Persatuan yang Terabaikan

Sinisme terhadap bahasa Belanda, yang jadi bahasa pengantar Kongres Pemuda I, mungkin menjadikan kongres ini dianggap tidak penting dan jarang masuk ke dalam kesadaran publik bangsa ini.

10 Berita Terpopuler: Hiii... Ada Makam Misterius di Trotoal Solo Baru

Kabar tentang makam misterius di trotoar jalan utama Solo Baru menjadi berita terpopuler di Solopos.com, Kamis (28/10/2021).

Wah, Pegawai Coca-Cola Dapat Hadiah Rp28 Juta Seusai Vaksin Covid

Perusahaan Coca-Cola mengumumkan akan memberikan bonus US$2.000 (Rp28 juta) jika mereka mau mendapat vaksin Covid-19.

Solopos Hari Ini: Menwa UNS di Titik Nadir

Pembubaran Menwa Universitas Sebelas Maret (UNS) dimungkinkan sebagaimana diatur dalam Peraturan Rektor No. 26/2020 tentang Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa).

Diduga Nyambi Jadi Pengedar Narkoba, Polisi Dibekuk

Oknum polisi berpangkat briptu tersebut diringkus bersama empat orang lainnya dari rumah terduga bandar narkoba di Desa Suka Kaya, Kecamatan Saling, Kabupaten Empat Lawang.

Kemenag: Usia 60 Tahun ke Atas Beribadah di Rumah Saja

Lansia tidak dianjurkan mengikuti aktivitas keagamaan di tempat ibadah dan disarankan beribadah di rumah masing-masing,