Presiden Jokowi menjajal mobil pikap Esemka Bima, Jumat (6/9/2019). (Istimewa/Agus Suparto)

Solopos.com, SOLO – https://solopos.com/topic/2702/mobil-esemka">Mobil Esemka diterpa berbagai isu tak sedap. Yang terbaru, mobil buatan anak bangsa ini disebut hasil jiplakan China dan Eropa. Namun, PT Solo Manufaktur Kreasi (SMK) sebagai produsen mobil Esemka menampik tudingan tersebut.

Sebenarnya, PT SMK sudah lama menampik tudingan menjiplak mobil China. Bahkan, bantahan itu sudah dilontarkan jauh sebelum mobil perdana merek https://solopos.com/topic/2702/mobil-esemka">Esemka, pikap Bima, diluncurkan. Namun, tetap saja tampilan pikap Bima dinilai identik dengan pikap China Changan MD201.

“Kalau kita ganti emblem, ngapain kita bangun infrastruktur [pabrik] ini,” terang Presiden Direktur PT SMK, Eddy Wirajaya, seperti dilansir Detik, Minggu (8/9/2019).

Mobil SUV antipeluru dari https://solopos.com/topic/2702/mobil-esemka">Esemka juga dituding menjiplak mobil Swedia, Volvo XC90. Namun, jika diperhatikan emblem depannya justru bertuliskan Moose. Sementara di bagian belakang tidak ada tulisan Volvo, melainkan penanda Armored by Esemka.

Tulisan Volvo terlihat di bagian setir tengah SUV https://solopos.com/topic/2702/mobil-esemka">Esemka. Sayangnya, pintu mobil tak bisa dibuka sehingga tulisan Volvo tidak bisa terlihat dengan jelas. SUV berlabel Armored by Esemka mirip Volvo XC90 itu dipajang bersama dua mobil lainnya, Rajawali dan Garuda 1. Sayangnya, belum ada informasi detail tentang ketiga SUV tersebut.

Sebelumnya, SUV Garuda 1 sempat diperbincangkan warganet. Sejumlah netizen membandingkan Garuda 1 dengan SUV bermerek Foday Lanfort. Namun, Eddy Wirajaya membantah hal tersebut dengan tegas. Dia mengakui beberapa bagian dari mobil Esemka memang dibeli dari luar negeri. Tapi, ada juga beberapa bagian yang berkolaborasi dengan merek lokal.

"Itu kan beberapa part-part yang terurai kita beli dari luar. Beberapa kita kolaborasi dengan lokal. Menjadi suatu training kepada anak-anak untuk kecakapan segala," jawab Eddy Wirajaya ketika ditanya keterkaitan Esemka dengan merek Foday.

Diberitakan Solopos.com sebelumnya, https://solopos.com/topic/2702/mobil-esemka">mobil Esemka segera mengaspal di jalanan Indonesia. mobil yang diproduksi di pabrik yang berlokasi di Desa Demangan, Kecamatan Sambi, Boyolali, Jawa Tengah (Jateng), itu sekitar 80 persen komponennya berasal dari dalam negeri.

Meski tidak dijadikan mobil nasional, Gubernur Jawa Tengah , Ganjar Pranowo, siap menggunakan https://solopos.com/topic/2702/mobil-esemka">mobil Esemka sebagai mobil dinasnya. Ia bahkan siap mendorong seluruh pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jateng dan 35 kabupaten/kota di Jateng menggunakan mobil karya anak bangsa itu.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten