Produktif di Usia Senja, Pensiunan Guru 81 Tahun di Sukoharjo Dapat Penghargaan

Pensiunan guru asal Sukoharjo mendapatkan penghargaan karena dinilai masih produktif hingga usia senja.

 Pria asal Jalan Madura, Jombor, Sukoharjo, D. Sumarno, 81, (kanan) mendapat pengharagaan dari Museum Rekor Sukoharjo (Muresko) sebagai Pensiunan Terkreatif, Kamis (24/11/2022) di rumahnya. (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri).

SOLOPOS.COM - Pria asal Jalan Madura, Jombor, Sukoharjo, D. Sumarno, 81, (kanan) mendapat pengharagaan dari Museum Rekor Sukoharjo (Muresko) sebagai Pensiunan Terkreatif, Kamis (24/11/2022) di rumahnya. (Solopos.com/Magdalena Naviriana Putri).

Solopos.com, SUKOHARJO — Pria asal Jalan Madura, Jombor, Sukoharjo, D. Sumarno, 81 mendapat pengharagaan dari Museum Rekor Sukoharjo (Muresko) sebagai Pensiunan Terkreatif.

Diketahui D. Sumarno telah menuliskan tiga buah buku selama dirinya pensiun dari dunia pendidikan.

PromosiAngkringan Omah Semar Solo: Spot Nongkrong Unik Punya Menu Wedang Jokowi

Koordinator Muresko Sukoharjo, Antonius Bimo Kokor Wijanarko mengatakan pemberian penghargaan tersebut sebagai apresiasi sekaligus peringatan hari guru yang jatuh pada 25 November.

“Pada hari ini dalam peringatan Hari Pahlawan 10 November dan Hari Guru 25 November 2022, Bapak D. Sumarno meluncurkan buku, kami dari Muresko memberikan penghargaan sebagai pensiunan terkreatif. Ini menjadi sesuatu yang luar biasa agar meningkatkan semangat para [lanjut usia] lansia,” terang pria yang kerap disapa Kokor itu, Kamis (24/11/2022) di Jombor, Sukoharjo.

Dia mengatakan pemberian penghargaan tersebut juga memperingati hari ulang tahun D. Sumarno yang jatuh pada Jumat (25/11/2022) mendatang. Dalam peringatan tersebut juga dihadiri 70 lansia lain yang turut membaca puisi Karawang-Bekasi milik Chairil Anwar.

Baca juga: Alhamdulillah! Polisi Baik Asal Manisrenggo Klaten Ini Dapat Hadiah Umrah

Pemilihan puisi Karawang Bekasi menurutnya juga tanpa sebab, hal tersebut sebagai simbolis para lansia itu agar terus diingat atas jasa-jasanya. Mengingat sebagian besar merupakan pensiunan guru yang telah mendidik selama puluhan tahun mencerdaskan bangsa.

Sejumlah 70 lansia tersebut berusia rata-rata di atas 75 tahun, namun masih produktif di bidangnya masing-masing. Lansia tersebut berasal dari seluruh kecamatan di Kabupaten Sukoharjo.

“Mereka ini pensiunan tetapi masih berkarya sehingga tidak hanya sekadar menganggur, tetapi memiliki kreatifitas tinggi. Ada yang membuat buku, pakan burung, akuarium kecil dan lainnya. Rata-rata usia di atas 75 tahun ini ada 70 orang di wilayah Sukoharjo,” ujar Kokor.

Dia mengatakan tingkat kesejahteraan lansia di Sukoharjo terbilang baik sebab di usia lebih dari 75 tahun mereka masih produktif. Hal itu menunjukkan jika kesehatan para lansia terjamin.

“Kalau secara kesejahteraan lansia di Sukoharjo cukup ya, nyatanya beliau-beliau ini sehat dan masih produktif, sehat bisa diukur dari kreatifitasnya. Generasi muda bisa maju karena leluhur kita ini yang punya semangat luar biasa,” ungkap Kokor.

Baca juga: Gaji ke-13 PNS dan Pensiunan segera Cair, Ini Perinciannya

Sementara itu, penulis buku Bukan Sembarang Banyolan, D. Sumarno, 81 mengatakan buku tersebut berisi tentang beberapa banyolan. Selain itu dia juga menuliskan tentang beberapa guru yang mempunyai prestasi yang luar biasa dan menurutnya istimewa.

“Ini kami rekam [tuliskan] di sini [buku Bukan Sembarang Banyolan], ada 11 figur guru yang mempunyai prestasi menggunung setinggi langit. Buku ini diharapkan bersifat edukatif, inovatif, inspiratif terutama bagi generasi Z,” terang Sumarno.

Dia mengatakan buku yang dicetak terbatas sejumlah 50 eksemplar itu tidak diperjualbelikan. Sumarno menargetkan buku tersebut menjadi kenangan sekaligus kenang-kenangan bagi sekolah di Sukoharjo.

“Buku ini tidak diperjualbelikan hanya untuk kenangan dan kenang-kenangan bagi SMP, SMA, Perpusda dan Perpus Universitas. Kami juga berikan kepada para sesepuh dan teman-teman kami yang dekat serta keluarga besar yang kami cintai,”jelas Sumarno.

Dia menyebut pembuatan buku tersebut berlangsung selama satu tahun dan merupakan edisi ketiga. Dalam buku edisi pertamanya telah dia berikan kepada SMP dan SMA negeri dan swasta di Kabupaten Sukoharjo. Sementara buku edisi kedua hanya dicetak secara terbatas.

Baca juga: Waktu Pencairan Gaji ke-13 dan Pensiunan, Ini Jadwalnya

Di buku ketiga tersebut Sumarno berhasil menuliskan sejumlah 246 halaman sementara dalam edisi pertama sekitar 400 lebih halaman.

“Buku ini murni dikerjakan sendiri, seumbernya dari surat kabar Solopos, dari teman-teman dan pengalaman saya sendiri. Saya harap anak-anak muda sekarang mulai kembali mempelajari Sastra Indonesia dan Sastra Jawa,” harapnya.

Daftar dan berlangganan Espos Plus sekarang. Cukup dengan Rp99.000/tahun, Anda bisa menikmati berita yang lebih mendalam dan bebas dari iklan dan berkesempatan mendapatkan hadiah utama mobil Daihatsu Rocky, sepeda motor NMax, dan hadiah menarik lainnya. Daftar Espos Plus di sini.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Solopos.com - Panduan Informasi dan Inspirasi

Berita Terkait

Berita Lainnya

      Berita Terkini

      Dewa 19 Sihir Ribuan Penggemar, Kota Solo Luar Biasa

      Pantauan Solopos.com, ribuan penggemar Dewa 19 mulai berdatangan di Edutorium UMS sejak sore hari.

      RS Indriati Solo Baru Buka Layanan Bedah Plastik: Bantu Bentuk Tubuh Impian

      Rumah Sakit Indriati, Solo Baru, Sukoharjo, menggelar talk show dengan tema Mencapai Bentuk Tubuh Impian dengan Bedah Plastik.

      Kabar Duka: Mantan Bupati Boyolali Wafat, Pencetus Slogan "Boyolali Tersenyum"

      Mantan Bupati Boyolali periode 1984-1994, Brigjen (Purn) H. Mochamad Hasbi, tutup usia, Jumat (25/11/2022) sore pukul 17.15 WIB. 

      Tak Puas Hasil Seleksi, Calon Perdes Karangtalun Sragen Protes Panitia

      Gagal terpilih menjadi Kasi Pelayanan, calon perangkat desa Karangtalun, Kecamatan Tanon, Sragen, melayangkan surat keberatan kepada panitia seleksi. Ia menuding panitia tak transparan.

      Mantap! Mulan Jameela dan Penyanyi Solo Ikut Meriahkan Konser Dewa 19 Malam Ini

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriahkan Mulan Jameela dan Nisa, yang disampaikan promotor pada Sabtu (26/11/2022) jelang konser.

      Edutorium UMS Mulai Ramai, Ribuan Baladewa Bersila Menunggu Dewa 19

      Pantauan Solopos.com, ribuan penggemar Dewa 19 mulai berdatangan di Edutorium UMS sejak sore hari.

      Dibuka Pendaftaran Ratusan PPK-PPS Boyolali, Simak Jadwal dan Syaratnya

      KPU Boyolali membuka ratusan lowongan PPK dan PPS.

      Masyaallah! Murid SDN 1 Wonogiri Rama-Ramai Galang Dana untuk Korban Gempa

      SDN 1 Wonogiri menggalang dana untuk membantu korban gempa Cianjur, Jawa Barat.

      Viaduk Gilingan Solo akan Diperdalam Agar Bisa Dilewati Bus Pariwisata

      Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, memastikan akan memperdalam Viaduk Gilingan Solo agar bisa dilewati bus pariwisata yang hendak berkunjung ke Masjid Syeikh Zayed.

      Catat! Imbauan dan Larangan Nonton Konser Dewa 19 di Solo Malam Ini

      Do and dont saat konser Dewa 19 di Solo, di Edutorium UMS, Sabtu (26/11/2022) malam ini.

      Solo Bersiap! Malam Ini Konser Dewa 19 Dimeriahkan 4 Vokalis, 30 Lagu Hits

      Konser Dewa 19 di Solo bakal dimeriah karena Ahmad Dhani Cs dengan 30 lagu hits dan 4 vokalis.

      Kadisdik Boyolali Sebut Dosa Besar Pendidikan: Intoleransi & Kekerasan Seksual

      Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boyolali, Darmanto, mengingatkan tiga dosa besar dunia pendidikan yakni bullying, kekerasan seksual, dan intoleransi.

      UMKM Pinggiran Gunung Kemukus Belajar Branding Produk Bersama ISI Solo

      Banyak pelaku UMKM di sekitar Gunung Kemukus, Sragen, yang belum memahami pentingnya branding dan pengemasan produk.

      Banyak Kelebihan, Pupuk Organik Cair Buatan Warga Plupuh Sragen Diadopsi Pemkab

      Pupuk organik cair buatan petani milenial asal Plupuh, Sragen, berhasil menarik perhatian Pemkab untuk mengadopsinya dang menggunakannya untuk skala yang lebih luas.

      Cegah Inflasi Melonjak Tinggi, Sukoharjo Mulai Tanam Cabai Massal

      Pemerintah Sukoharjo melalui Dinas Pertanian dan Perikanan mencanangkan program gerakan penanaman cabai sebagai upaya pencegahan inflasi daerah. 

      Tak Lolos Seleksi Administrasi, Pendaftar PPPK Nakes Bisa Ajukan Keberatan

      Dari 448 nakes yang mendaftar PPPK di Karanganyar, 56 di antaranya dinyatakan tak memenuhi syarat. Mereka yang tak memenuhi syarat berkesempatan mengajukan keberatan paling lambat 27 November 2022.