Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai (kedua kanan), mengecek tembakau gorila pada penggrebekan di rumah indekos Kosi Kos di Jl. Reksoniten, Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, Rabu (11/9/2019). (Solopos-Nicolous Irawan)

Solopos.com, SOLO -- Satuan Reserse -narkoba-ditangkap-saat-ambil-sabu-sabu-di-gang-kelinci-jayengan-solo" title="Residivis Narkoba Ditangkap Saat Ambil Sabu-Sabu di Gang Kelinci Jayengan Solo">Narkoba Polresta Solo menangkap AL, 27, warga Cilegon, Banten, di salah satu kamar Indekos Kosi Kos di Kelurahan Gajahan, Pasar Kliwon, Solo, sebelah barat Pasar Klewer, Rabu (11/9/2019) siang. 

AL di tangkap di kamar No. 8 lantai III dengan barang bukti tembakau gorila seberat 5 kilogram (kg), satu paket hemat-indekos-solo-ditangkap-karena-simpan-22-kg-sabu-sabu-begini-kata-ketua-rt" title="Penghuni Indekos Solo Ditangkap Karena Simpan 2,2 Kg Sabu-Sabu, Begini Kata Ketua RT"> sabu-sabu, dan ganja seberat 10 gram. AL ditangkap beserta teman perempuannya yang sedang berkunjung ke kamar indekos eksklusif itu.

Menurut keterangan penjaga tempat indekos Kosi Kos, Apri, 24, AL dikenal pendiam namun setiap hari ada kiriman paket untuk AL. Paket-paket itulah yang membuatnya curiga sehingga akhirnya perbuatan AL terbongkar.

“Hal yang mencurigakan hanya paket yang datang setiap hari, terkadang paket kecil kadang besar bungkusnya. Dalam sehari bisa empat kali paket datang,” ujarnya.

Menurut data yang ia miliki, AL merupakan mahasiswa perguruan tinggi swasta di Sukoharjo. Berdasarkan pantauan Solopos.com di lokasi, dalam penangkapan yang dipimpin Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, itu tembakau gorila atau gori sedang dalam proses peracikan oleh pelaku dalam tempat sterofoam besar.

Aroma tembakau gorila berwarna cokelat kehitaman itu cukup menyengat dalam ruangan berpendingin itu. Boks kontainer seukuran kardus mi instan menjadi tempat AL menyimpan tembakau sintetis itu.

Pengeledahan itu menarik perhatian warga sekitar yang penasaran menyaksikan pengeledahan yang berlangsung selama dua jam. Kapolresta Solo, AKBP Andy Rifai, didampingi Kasat Reserse -sabu-22-kilogram-disita-dari-kamar-indekos-solo" title="Sabu-Sabu 2,2 Kilogram Disita dari Kamar Indekos Solo">Narkoba, Kompol Sugiyo, saat dijumpai wartawan, mengatakan penangkapan AL diawali dari informasi masyarakat yang mencurigai aktivitas AL.

Kepolisian mengecek informasi itu dan menemukan tembakau gorila seberat 5 kg, satu paket hemat sabu-sabu, dan 10 gram ganja.

“Pelaku telah kami bawa ke Mapolresta Solo untuk diperiksa. Kami periksa dulu terduga pelaku ini untuk informasi lanjutannya,” ujarnya.

Sementara itu, Kompol Sugiyo menambahkan tembakau gorila itu masih dalam proses pencampuran dengan zat-zat kimia tertentu. Menurutnya, AL sudah tiga bulan indekos di Pasar Kliwon dan mengedarkan tembakau gorila itu secara online.

“Pemasarannya di sekitar Kota Solo saja. Kami mencurigai paket-paket yang keluar masuk ke pelaku. Teman perempuannya tidak indekos bersama, tapi tadi sedang berkunjung saja. AL ini telah kami pantau sejak Selasa [10/9/2019] lalu,” ujarnya.

Sebagai informasi, tembakau gorila adalah narkotika golongan I yang masuk kategori narkotika jenis baru. Tembakau gorila sering disebut gori, sinte, atau tembakau super.

Dalam Permenkes No. 2/2017 tentang Perubahan Penggolongan Narkotika, tembakau yang masuk dalam golongan I itu hanya boleh digunakan untuk kepentingan ilmu pengetahuan dan teknologi. Pengedar tembakau gorila dapat dijerat UU Narkotika No. 35/2009 khususnya Pasal 114 ayat (1) dengan ancaman hukuman paling singkat 6 tahun penjara atau paling lama 20 tahun penjara.

Suharsih
Editor:
Suharsih

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten