Ladang opium di Coyuca de Catalan, Meksiko (Reuters-Henry Romero)

Solopos.com, JENEWA – Laporan terbaru dari Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan produksi kokain dan opium di tingkat global terus meningkat. Seiring dengan berkembangnya pasar narkoba di berbagai negara, PBB menemukan produksi kokain dan opium mencapai rekor tertinggi.

Dikutip dari France 24, Selasa (3/7/2018), PBB menyebut produksi opium global meningkat 65 persen menjadi 10.500 ton dari tahun 2016-2017. Sementara itu, sepanjang 2016 tercatat produksi kokain secara global mencapai 1.400 ton. Ini merupakan angka tertinggi yang pernah tercatat.

Menurut data Kantor PBB Urusan Narkoba dan Kejahatan (UNODC), sebagian besar kokain dunia berasal dari Kolombia. Kokain tersebut tak hanya dipasarkan di Amerika Utara, tetapi juga di Afrika dan Asia. Sementara opium paling banyak diproduksi di Afghanistan dan didistribusikan melalui Laut Baklan ke Turki hingga negara-negara di Eropa Barat.

Salah satu pejabat UNODC, Miwa Kato, menyebut, peningkatan krisis opioid alias konsumsi obat dengan resep untuk penggunaan non-medis menjadi ancaman besar bagi kesehatan publik dan penegakan hukum di semua negara.

"Saat ini, krisis opioid menjadi keprihatinan banyak orang. Kami menemukan masalah ini di berbagai wilayah, mulai dari Amerika Utara hingga Asia dan Afrika," kata Miwa Kato.

Laporan dari PBB tersebut menemukan fakta sekitar 275 juta orang dengan rentang usia 15-64 tahun menggunakan narkoba minimal sekali pada 2017. Selanjutnya, hampir 500.000 orang kehilangan nyawa akibat kecanduan narkoba.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten