Tutup Iklan
Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto meninjau stan di Pasar Rakyat Magelangan, Rabu (21/8/2019). (Antara-Humas Pamkab Magelang)

Solopos.com, MUNGKID — Pemerintah Kabupaten Magelang menggelar Pasar Rakyat Magelangan di Lapangan Soepardi Kota Mungkid. Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UMKM Kabupaten Magelang Asfuri Muhsis memanfaatkan momentum itu untuk memberdayakan produk unggulan UMKM.

"Selain itu, karena kegiatan ini juga melibatkan sejumlah sekolah maka untuk memotivasi para siswa dan pengajar dalam menumbuhkembangkan kemajuan bakat, minat, serta kreativitas pendidikan," katanya di Kota Mungkid, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, Rabu (21/8/2019).

Asfuri menyebutkan sebanyak 157 stan meramaikan pameran Pasar Rakyat Magelangan tersebut, yakni 100 stan UMKM, 42 stan pendidikan SD, dan 15 stan dari sponsor. Pasar Rakyat Magelangan berlangsung selama tiga hari pada 21-23 Agustus 2019. Produk yang dipamerkan, antara lain produk olahan pangan, kerajinan, kuliner, fashion dan batik, koperasi dan perbankan, produk pertanian, perkebunan, dan kehutanan serta hasil karya siswa tingkat SD.

"Kegiatan ini dalam rangka memeriahkan HUT ke-74 Kemerdekaan serta memberdayakan produk unggulan UMKM dan memberikan motivasi kepada para siswa dan pengajar untuk menumbuhkan kemajuan," katanya.

Bupati Magelang yang diwakili Sekda Kabupaten Magelang Adi Waryanto, mengatakan bahwa peran UMKM dalam menunjang perekonomian di Indonesia sangat besar karena jumlahnya relatif banyak yang mencapai lebih dari 90 persen dari total unit usaha nasional. "Sementara di Kabupaten Magelang sampai tahun 2019 ini terdapat 106.000 unit UMKM yang berkembang dan tersebar di 21 Kecamatan yang ada di Kabupaten Magelang," katanya.

Menurut dia meskipun jumlah UMKM di Kabupaten Magelang tergolong sangat banyak, tidak semua UMKM memiliki performa yang bagus, antara lain karena masih rendahnya produktivitas tenaga kerja, terbatasnya produk unggulan, dan minimnya inovasi serta sertifikasi produk. Ia menyampaikan tentunya hal ini perlu mendapatkan perhatian. Dibukanya pasar bebas maka produk dari luar juga akan mudah masuk ke pasar dalam negeri, sehingga menjadi tantangan tersendiri bagi bangsa Indonesia.

"Maka perlu peningkatan kualitas UMKM, baik menyangkut lembaganya, produk pemasaran maupun aksesnya," katanya.

">KLIK dan ">LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya

Tulis Komentar Anda

Berita Terkait

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten