Diskusi pengembangan SID bersama UPN Veteran Yogyakarta (Istimewa)

Solopos.com, SLEMAN Tim Pelaksana Inovasi Desa (TPID) Kecamatan Turi, Sleman, DIY, yang bekerja sama dengan Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta menggelar diskusi bertajuk Replikasi Inovasi Desa, Kamis (29/8/2019). Diskusi tersebut berfokus pada pemanfaatan barak pengungsian sebagai sarana multifungsi guna mengembangkan Sistem Informasi Desa (SID).

Diskusi itu membahas pemanfaatan pengungsian sebagai gedung olahraga dan pentingnya membangun SID dengan rumah data yang memadai segala kebutuhan tata pemerintahan desa di wilayah tersebut. Ketua TPID Turi sekaligus panitia, Suharman, menyatakan, kegiatan tersebut menjadi awal yang baik.

"Kegiatan ini menjadi awal yang baik untuk mewujudkan pemerintahan desa mandiri. Teknologi internet membuat semuanya serba cepat dan berbasis data. Saya kira, desa juga harus menyesuaikan situasi ini. Hal ini diwujudkan dalam penyusunan program kerja desa yang harus inovatif dan bisa mengaplikasikan teknologi internet," terangnya dalam siaran pers yang diterima Solopos.com, Jumat (30/8/2019).

Acara pengenalan SID yang awalnya dikembangkan oleh Universitas Aisyiyah (Unisa) Yogyakarta itu dihadiri perwakilan pejabat di wilayah Kecamatan Turi. Kepala Seksi Ekonomi Perbankan (Kasi Ekobank) Turi, Rahmat, mengatakan proyek tersebut selaras dengan program besar Kabupaten Sleman, yakni Sleman Smart Regency City.

"Terbukti, dari SID di Girikerto tersebut akhirnya tiga desa lainnya [Donokerto, Wonokerto, dan Bangunkerto] pun tertarik diberikan pendampingan terkait SID. Kami berharap setelah SID ini terwujud, pemerintah desa lebih aspiratif, inovatif, dan kreatif dalam menyusun program kerja," terang Rahmat.

Diskusi tersebut dihadiri narasumber yang mengerti soal SID dari tim dosen program studi hubungan masyarakat (Prodi Humas) UPN Veteran Yogyakarta, Medi Trilaksono Dwi Abadi, Muhammad Fauzul Haq, dan Virginia Ayu Sagita. Para narasumber menjelaskan tantangan pemerintah saat ini adalah mewujudkan sistem yang transparan dan akuntabel dalam konteks digital.

Caranya dengan membangun sinergi antara akademisi, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), dan dinas pemberdayaan masyarakat dalam mengawal pemerintahan desa membangun SID demi terwujudnya tata pemerintah yang menerapkan teknologi industri 4.0.


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten