Barista peserta pameran Pro-Temanggung menyeduh kopi untuk pengunjung, Senin (7/10/2019). (Antara-Heru Suyitno)

Solopos.com, TEMANGGUNG — Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Kabupaten Temanggung menggelar pameran Pro-Temanggung yang diikuti 43 usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebagai rangkaian pengembangan investasi di wilayah setempat.

"Pergelar Pro-Temanggung itu merupakan rangkaian dari pengembangan investasi yang menjadi salah satu arah baru membangun investasi dari DPMPST, khususnya investasi dari bawah ke atas yang bersifat investasi sektor riil," kata Pelaksana Tugas Kepala DPMPST Kabupaten Temanggung Bagus Pinuntun di Temanggung, Jawa Tengah, Senin (7/10/2019).

Ia menyampaikan hal itu seusai pembukaan pameran Pro-Temanggung oleh Wakil Bupati Temanggung Heri Ibnu Wibowo di Pendapa Pengayoman Temanggung.

Bagus menuturkan investasi dari bawah ke atas inilah yang diharapkan digeluti masyarakat Temanggung. Mereka diharapkan menggunakan potensi lokal semaksimal mungkin.

"Harapannya semakin banyaknya para pengusaha, baik meningkat secara kualitas maupun kuantitas, sehingga produk Temanggung nanti sifatnya nasional seperti hilirisasi dari global, banyak pengusaha tidak hanya sektor bahan mentah tetapi bahan yang sudah setengah jadi atau bahan jadi," katanya.

Ia mencontohkan produk-produk kreatif seperti bahan jadi kopi sudah bisa menjadi bubuk dan bahan kerajinan lain. Industri hilir itu, katanya, dilaksanakan oleh para pengusaha.

"Jadi petani biar main di budidayanya, tetapi dihilirisasi dimainkan oleh pengusaha. Tidak mungkin semua itu akan mengambil dari hulu sampai hilir, pasti berbagi peran dan tumbuhnya wira usaha muda ini saya kira menjadi icon yang harus kita kembangkan bersama," katanya.

Ia menyebutkan DPMPST Kabupaten Temanggung hingga September 2019 berhasil menarik investasi Rp300 miliar. Diharapkan sampai akhir tahun bisa mencapai target senilai Rp360 miliar.

"Terjadi peningkatan iklim investasi terutama di sektor riil yang telah mencapai Rp176 miliar," katanya seraya menegaskan investasi yang ada saat ini didominasi pada sektor riil, seperti industri kopi, batik, dan produk kreatif lainnya.

Wakil Bupati Temanggung Ibnu Heri Wibowo mengatakan selama ini Temanggung masih sebagai tempat perlintasan dan tidak dikenal. Pihaknya terus berusaha agar Temanggung menjadi tempat tujuan dan singgah.

"Kami sedang menggarap potensi Temanggung agar menjadi terkenal dan sebagai tujuan wisata," katanya.

KLIK dan LIKE di sini untuk lebih banyak berita Semarang Raya


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten