Prihatin Aksi Penjarahan, Sukarelawan Buka Donasi untuk Sopir Tronton yang Kecelakaan di Tawangmangu
Mobil derek berupaya mengevakuasi truk tronton bermuatan minuman isotonik yang terjungkal di jalan tembus Magetan-Tawangmangu, tepatnya di depan RM Legender pada Jumat (22/1/2021) pukul 04.05 WIB. (Istimewa/Dokumentasi Polres Karanganyar)

Solopos.com, KARANGANYAR -- Sejumlah sukarelawan di Kecamatan Tawangmangu, Karanganyar, membuka donasi untuk sopir truk tronton muatan minuman isotonik yang kecelakaan di jalan tembus Kecamatan Tawangmangu, Jumat (22/1/2021) pagi. Donasi mulai dibuka Jumat sore hingga Sabtu (23/1/2021) sore ini. Hingga pukul 13.05 WIB telah terkumpul donasi Rp9 juta.

Camat Tawangmangu, Rusdiyanto, menyampaikan donasi ini diinisiasi oleh masyarakat yang prihatin dengan nasib sang sopir truk, Baskoro, 51, warga Bogor, Jawa Barat.

Selain menjadi korban kecelakaan tunggal, Baskoro juga jadi korban penjarahan. Minuman isotonik yang berserakan karena truk terguling, dijarah orang. Kecelakaan itu terjadi tepatnya di jalan tembus depan rumah makan (RM) Legender, Tawangmangu. Truk terjungkal dan menghantam bagian depan bangunan rumah makan. Akibatnya, muatan minuman isotonik berserakan di sekitar lokasi kecelakaan.

Warga Kembalikan Muatan Truk Tronton yang Kecelakaan di Tawangmangu

Kondisi itu ternyata dimanfaatkan sejumlah pihak untuk menjarah minuman. Sedianya, minuman isotonik itu dikirim ke Kecamatan Colomadu, Karanganyar. Baskoro membawa minuman itu dari Pasuruan, Jawa Timur. Nahas, sampai lokasi dia terlibat kecelakaan tunggal. Diduga, Baskoro belum mengetahui medan jalan Tawangmangu karena kali pertama melintas. Baskoro mengandalkan aplikasi Google Maps saat itu.

Prihatin dengan nasib Baskoro, sukarelawan di Kecamatan Tawangmangu tergerak. Dari informasi yang dihimpun Solopos.com, salah satu sukarelawan yang menggalang dana kemanusiaan untuk Baskoro adalah Sukarelawan Srikandi.

"Donasi akan langsung diserahkan kepada perwakilan sukarelawan kepada korban di rumah sakit [RSUD dr Moewardi Solo]. Donasi itu sebagian besar dari warga Tawangmangu. Ada yang iuran per RT dikumpulkan dan ditransfer melalui rekening. Ini upaya membantu korban. Ada kejadian [penjarahan] yang diambil mungkin beberapa, tapi kan dampaknya," kata Rusdiyanto saat dihubungi Solopos.com, Sabtu.

Andalkan Google Maps, Truk Muatan Minuman Isotonik Terjungkal di Jalan Tembus

Uang Rp162.000

Hal senada disampaikan Anggota Sukarelawan TRC Mantap Tawangmangu, Andi Wahyudi. Wahyu, sapaan akrabnya, menuturkan sejumlah pihak menggalang dana karena prihatin. Sukarelawan hanya menemukan uang Rp162.000 di dompet Baskoro. Padahal dia melakukan perjalanan dari Pasuruan, Jawa Timur hingga Kecamatan Colomadu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah.

"Kasihan kemarin pas dibawa ke Puskesmas Tawangmangu, dibuka dompetnya. Hanya sangu Rp162.000. Kan mau bayar ke puskesmas. Akhirnya enggak dipungut biaya. BPJS Kesehatan juga mati," tutur dia.

Wahyu menceritakan bantuan juga datang dari sopir truk yang tergabung dalam komunitas tertentu. Mereka membawa truk ke lokasi kejadian pada Jumat untuk mengevakuasi minuman isotonik yang berserakan di lokasi kejadian. "Informasi yang saya terima, minuman itu akan diantar ke Pasuruan lagi. Kondisi sopir truk tronton ini stabil. Sudah ada yang mendampingi di rumah sakit," ujar dia.

Muatan Truk Tronton Berceceran Saat Kecelakaan di Karanganyar, Video Penjarahan Minuman Isotonik Viral di Medsos

Di sisi lain, Rusdiyanto juga menginformasikan bahwa pihak kecamatan membuka pos pengembalian minuman isotonik yang dijarah sejumlah orang di lokasi kejadian. Minuman isotonik yang terkumpul di kantor kecamatan akan diserahkan ke Polsek Tawangmangu.

"Kan ada yang tanya mau mengembalikan botol dan uang. Takut mau ke polsek. Ya sudah di kecamatan kan ada petugas piket. Bisa dikumpulkan. Kan 24 jam buka. Saya belum dapat laporan berapa yang mengembalikan botol dan uang. Ada yang kasih uang karena mungkin sudah diminum. Setidaknya ada etika baik," ungkapnya.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya









Kolom