Pria Tuban Ditangkap Gara-Gara Tawarkan Kaus "Jokowi 404: Not Found"

RS juga telah membuat surat pernyataan tertulis tidak mengulangi perbuatannya dengan diketahui kepala desa dan keluarganya.

 RS (tengah) yang menjual kaus 'Jokowi 404: Not Found' meminta maaf (Foto: Tangkapan layar)

SOLOPOS.COM - RS (tengah) yang menjual kaus 'Jokowi 404: Not Found' meminta maaf (Foto: Tangkapan layar)

Solopos.com, TUBAN – Seorang pria berinisial RS, 29, ditangkap polisi setelah menawarkan kaus Jokowi 404: Not Found.

Pria asal Palang, Tuban, tersebut meminta maaf atas perbuatannya.

Permintaan maaf RS diunggah dalam sebuah video. Dalam video berdurasi 40 detik itu, RS didampingi oleh istrinya dan kepala desa Karang Agung.

RS membuat video permintaan maaf itu di Polres Tuban.

Baca Juga: Jauh Sebelum 404: Not Found, Mural Dihapus dan Diburu 

“Saya atas nama RS alamat Karang Agung, Palang, Tuban. Pekerjaan wiraswata. Umur 30 tahun. Pemilik akun Twitter ombrewoks, dengan ini menyatakan maaf yang sebesar besarnya kepada seluruh masyarakat Indonesia atas unggahan di akun Twitter saya yang tidak pantas,” ujarnya seperti dikutip detik.com, Rabu (18/8/2021).

“Dan saya minta maaf kepada institusi Polri dan kehakiman serta pemerintah Indonesia. Dan saya menyesal dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatan tersebut. Dan sekali lagi saya minta maaf kepada seluruh masyarakat indonesia,” kata RS dalam ucapan permintaan maafnya.

Akui Perbuatan

Kasatreskrim Polres Tuban AKP Adhi Makayasa mengatakan RS mengakui semua perbuatannya saat dimintai keterangan.

RS juga telah membuat surat pernyataan tertulis tidak mengulangi perbuatannya dengan diketahui kepala desa dan keluarganya.

“Pelaku juga menghapus semua postingannya tersebut dari akun Twitter,” kata Adhi kepada detikcom, Rabu (18/8/2021).

Ia menjelaskan selain mengunggah tawaran kaus Jokowi 404: Not Found, RS juga mengunggah satu cuitan lagi di akun twitternya @ombrewoks3 yang dianggap melanggar UU ITE.

Baca Juga: 

Cuitan itu berbunyi,”Jika para hakim sudah tidak bisa lagi membedakan mana yang haq mana yang bathil, untuk apa ada hakim? Jika polisi sudah tidak bisa membedakan mana yang harus ditangkap & mana yang harus bebas lebih baik bubarkan saja polisi. Wahai para pejabat, tunjukkan wujud asli kalian, kalau kalian benci terhadap ulama.”

Sementara penawaran kaus Jokowi 404: Not Found berbunyi,” Karena ada yang mention saya, maka saya coba buat design kaus kayak gini. Kira2 ada yang minat kaosnya? Warna bisa request sesuai keinginan. Bantu retweet ya teman-teman. Terima kasih.”

 


Berita Terkait

Berita Terkini

Gegara Konten TikTok Senggol Dong, Siswi SMA Jadi Korban Pengeroyokan

Gegara konten TikTok 'Senggol Dong', siswi di SMAN 6 Kendari, Sulawesi Tenggara, dikeroyok kakak kelas.

Warga tiga desa di Kintamani Bangli terisolir akibat gempa Bali

Tiga desa yang terisolir akibat gempa Bali tersebut adalah Desa Trunyan, Desa Abangsongan dan Desa Abang Batudinding.

Saluran Air di Stasiun Bogor Bisa Jadi Beijing Lu Station ala Indonesia

Saluran air buatan Belanda di kawasan Stasiun Bogor, Jawa Barat bisa dijadikan sebagai destinasi wisata sejarah baru, seperti Beijing Lu Station ala Indonesia.

Ngeri! Mayat Perempuan Wajah Berlumuran Darah Ditemukan di Pinggir Tol

Sesosok mayat perempuan dengan wajah berlumuran darah ditemukan tergeletak di pinggir Tol Sedyatmo arah Bandara Soekarno-Hatta.

2 Korban Gempa M 4,8 Bali Yang Tertimbun Akhirnya Selamat

Dua dari empat orang korban gempa di Desa Terunyan, Kintamani, Bali, yang sempat tertimbun reruntuhan akhirnya selamat.

OTT Bupati Musi Banyuasin, KPK Endus dari Transaksi Perbankan

KPK mengendus suap pengadaan barang dan jasa infrastruktur melibatkan Bupati Muba, Dodi Reza Alex Noerdin, melalui transaksi perbankan.

Dewan Pers Minta MK Tolak Uji Materi UU Pers

Dewan Pers berhadap Mahkamah Konstitusi (MK) menolak judical review atau uji materi Undang-undang No.40/1999 tentang Pers.

Kronologi Versi MTs Harapan Baru Ciamis, Berawal dari Siswa Terpeleset

Pihak MTs Harapan Baru Ciamis menyebut kronologi 11 siswa tenggelam berawal dari siswa terpeselet dan temannya mencoba membantu saat berada di tepi Sungai Cileueur.

Full Buatan Tangan, Segini Harga Kerajinan Kulit Warga Taman Madiun

Harga kerajinan tangan Hendro Suwignyo dibanderol agak tinggi karena 100% buatan tangan.

Olala... Nenek Ini Shock Berat Kejatuhan Meteorit di Tempat Tidurnya

Batu tersebut tidak mengenai tubuh tapi tetap saja banyak berserakan puing-puing di wajah dan tubuh si nenek akibat hantaman or tak diundang tersebut.

Giliran Anak, KPK Tangkap Bupati Musi Banyuasin Dodi Reza Alex Noerdin

KPK menangkap anak mantan Gubernur Sumsel, Alex Noerdin, yakni Bupati Musi Banyuasin, Dodi Reza Alex Noerdin, dalam operasi tangkap tangan (OTT) Jumat, 15 Oktober 2021 malam.

Kasus Bullying Siswa SD di Jepara, Disdikpora: Sudah Damai

Masalah aksi bullying siswa SD di Jepara yang vidoenya viral dinyatakan sudah selesai oleh Disdikpora Jepara.

Siswa SD di Jepara Jadi Korban Bullying, Reaksi Ortu Pelaku Bikin Emosi

Video seorang siswa SD di Jepara yang jadi korban bullying teman sekelasnya viral di twitter.

Ada Campur Tangan Pemancing di 2 Tragedi Susur Sungai Ciamis dan Sempor

Kisah pemancing menyelamatkan peserta susur Sungai Cileueur, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat juga terjadi saat tragedi susur Sungai Sempor di Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

Tragedi Susur Sungai Sempor Terulang, Tahun Lalu 10 Siswa Meninggal

Tragedi susur sungai yang menyebabkan 10 siswa SMPN 1 Turi Sleman meninggal 1,5 tahun lalu terulang dan menimpa 11 siswa MTs Harapan Baru Ciamis, Jawa Barat, Jumat (15/10/2021).

Korban Tragedi Susur Sungai di Ciamis Dimakamkan, Keluarga: Ini Takdir

Keluarga mengikhlaskan kepergian korban susu sungai, dan menganggapnya sebagai takdir dari Yang Maha Kuasa.