Pria Sragen Serukan Takbir Sebelum Ditemukan Meninggal Gantung Diri
Foto Ilustrasi (JIBI/Harian Jogja/Reuters)

Kejadian warga bunuh diri terjadi di Ngrampal Sragen.

Solopos.com, SRAGEN — Seorang sopir asal Dukuh/Desa Ngarum RT 007, Kecamatan Ngrampal, Sragen, Waluyo, 48, nekat mengakhiri hidup dengan cara gantung diri menggunakan seutas tali di rumahnya, Sabtu (10/3/2018), pukul 01.30 WIB.

Waluyo sebelumnya diketahui menderita sakit namun tak kunjung sembuh,

Kapolres Sragen AKBP Arif Budiman melalui Wakapolsek Ngrampal Iptu Zaini saat dihubungi solopos.com, Sabtu siang, mengatakan peristiwa bunuh diri itu diketahui kali pertama oleh Pardi, 52, yang mendengar suara takbir dengan keras yang diucapkan Waluyo.

Pardi kemudian mengajak warga lain, Paimin, untuk mendatangi rumah Waluyo.

“Saat itu kondisi rumah terkunci dari dalam. Warga mendobrak pintu rumah dan diketahui kondiri korban sudah tergantung dan tidak bernyawa. Setelah mengetahui kejadian, warga menghubungi Polsek Ngrampal. Kami bersama Babinsa bersama tim medis dan tim identifikasi Polres Sragen datang ke lokasi,” ujar Zaini.

Dia mengatakan hasil pemeriksaan medis dan tim identifikasi Polres Sragen tidak menemukan tanda-tanda kekerasan.

Dia menyatakan korban meninggal murni karena bunuh diri.

Jenazah dievakuasi dan diserahkan ke pihak keluarga untuk prosesi pemakaman.



Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya




Kolom