Pungud Kusbiantoro, petani hidroponik asal Madiun. (Madiunpos.com-Abdul Jalil)

Madiunpos.com, MADIUN -- Tren mengonsumsi sayuran sehat tanpa mengandung pestisida saat ini sedang digandrungi masyarakat perkotaan. Kegemaran ini berjalan seiring gaya hidup sehat masyarakat.

Salah satu sayuran yang banyak yang diburu masyarakat yakni sayuran hidroponik. Sayuran yang metode tanamnya di air ini kini menjadi salah satu alternatif konsumsi hidup sehat. Hal itu karena sayuran hidroponik tanpa pestisida.

Peluang tersebut pun ditangkap apik oleh Pungud Kusbiantoro, petani hidroponik asal Madiun. Ia mengaku sudah menangkap peluang bisnis menjanjikan itu sejak lima tahun lalu.

Sebelumnya, pria yang bekerja di salah satu bank swasta itu pensiun dini dan menggunakan uang pensiunnya untuk modal mengembangkan usaha perkebunan hidroponik. Awalnya, ia mengaku harus berjuang cukup keras untuk mengenalkan tanaman hidroponik kepada masyarakat Madiun.

Berkat kerja kera, kini dia sudah menikmati hasilnya. Sebanyak 16.000 titik tanaman hidroponik sudah dimilikinya. Ia pun menyulap rumahnya yang berada di perumahan menjadi kebun tanaman hidroponik. Berbagai sayuran hijau segar terpampang apik di depan rumahnya.

"Saya sekarang sudah punya 16.000 titik tanam. Itu ada di perkebunan di Caruban," kata dia, Selasa (23/7/2019).

Ipung, sapaan akrabnya, mengklaim dirinya saat ini yang mensuplai kebutuhan sayuran hidroponik di wilayah Madiun. Para petani hidroponik di wilayah Madiun memasok hasil panennya ke Ipung.

Setiap hari kebutuhan masyarakat terhadap sayuran ini terus meningkat. Hal itu karena masyarakat semakin sadar atas hidup sehat dengan mengonsumsi sayuran tanpa pestisida seperti sayuran hidroponik.

"Selain sehat, sayuran hidroponik ini memiliki daya tahan lebih lama dibandingkan sayuran biasa. Bisa sepekan tidak layu dan masih segar," ujarnya.

Namun, ia mengaku hanya bisa menjual sayuran ini beberapa hari saja yaitu pada Rabu, Sabtu, dan Minggu. Dalam sehari, ia bisa menjual hingga dua pikap sayuran hidroponik. Itu pun langsung ludes diserbu konsumen.

"Untuk sayuran yang banyak dicari seperti bayam, kangkung, selada, tomat ceri, dan lainnya," ujar dia.

Ipung mengaku sudah beberapa kali dihubungi manajemen sejumlah swalayan di wilayah Madiun untuk menyuplai sayuran hidroponik di swalayan itu. Namun, ia mengaku tidak sanggup karena hasil panen belum mencukupi kebutuhan untuk dijual ke swalayan.

Dengan terbatasnya hasil panen itu, ia pun menolak tawaran menjanjikan itu.

"Selama ini untuk ke konsumen lama aja sering kekurangan. Kalau diminta untuk menyuplai ke swalayan ya belum bisa," jelas owner Punik Hidroponik Madiun itu.

Dari peluang yang masih besar itu, Ipung pun mengaku tidak lelah untuk membina para petani yang mau bertanam hidroponik. Saat ini ada belasan petani hidroponik yang menjadi binaannya.

Menurutnya, bertanam hidroponik selain menjadi hobi juga menjadi ceruk penghasilan yang menjanjikan. Selain itu, hasil panen sayurannya juga bisa dikonsumsi sendiri. Dari penghasilannya menjadi petani hidroponik, Ipung mengaku hasilnya bisa mencukupi kebutuhan harian hingga membayar angsuran rumah dan kendaraannya. 

Silakan KLIK dan LIKE untuk lebih banyak berita Madiun Raya 


Tulis Komentar Anda

Berita Terkini Lainnya

Kolom

Langganan Konten